alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Target Akhir Tahun Masuk Level 1

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Capaian vaksinasi lansia dosis pertama di Kabupaten Mojokerto masih minus lima persen dari target cakupan yang telah ditentukan. Hal inilah yang memaksa pemerintahan dengan 18 kecamatan ini bertahan di level 2 PPKM. Dinkes memasang target bisa turun level PPKM di ujung tahun nanti.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengatakan, dua minggu mendatang, Kabupaten ditargetkan bisa mencapai level 1. Pasalnya, dari enam indikator yang menjadi acuan perubahan level, hanya terganjal di capaian vaksinasi lansia dosis pertama. Yakni belum memenuhi target sebanyak 60 persen. ”Kita masih di 55 persen, kurang lima persen saja. Kita optimis kekurangan itu bisa dicapai hingga akhir tahun nanti dan bisa berubah level 1,” ujarnya, kemarin.

Baca Juga :  Serbuan Vaksin Kodim 0815 Berlanjut

Langit tak mengelak, kesulitan vaksinasi sasaran lansia akibat warga yang kurang aware terhadap manfaat vaksin Covid-19. Selain itu, masih banyak lansia yang takut divaksin karena khawatir memiliki efek samping pasca disuntik. ”Banyaknya kendala ya seperti itu, di lapangan. Makanya pendekatannya, ya lewat door to door. Kalau tidak dikunjungi langsung, mereka tidak akan ke puskesmas,” ulasnya.

Kendati terganjal cakupan vaksinasi lansia, Langit memaparkan, lima indikator lainnya yang memengaruhi penurunan level sudah aman. Salah satunya tren kasus aktif harian yang sudah berkurang drastis. Dalam seminggu, hanya ada maksimal 10 kasus baru yang ditemukan. Itu juga diimbangi dengan ketentuan tracing di semua wilayah dengan ketentuan 1 banding 15. ”Bahkan sudah kita perluas, bisa 1:20 sehari, namun memang kasus aktif saat ini sudah jarang ditemukan,” sebutnya.

Baca Juga :  Oktober, Dinkes Optimis Vaksinasi Tembus 70 Persen

Kemudian, indikator selanjutnya seperti angka kematian dan tingkat keterisian di rumah sakit juga sudah masuk dalam status memadai. Artinya, batas capaian di Kabupaten sudah kurang dari target yang ditentukan pusat. Seperti jumlah kematian nihil dan tingkat keterisian berada di 0,35 persen. ”Tingkat keterisian maksimal 5 pasien, tapi kalau lihat rekapnya sudah banyak yang nihil pasien Covid-19,” pungkasnya. (oce/ron)

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Capaian vaksinasi lansia dosis pertama di Kabupaten Mojokerto masih minus lima persen dari target cakupan yang telah ditentukan. Hal inilah yang memaksa pemerintahan dengan 18 kecamatan ini bertahan di level 2 PPKM. Dinkes memasang target bisa turun level PPKM di ujung tahun nanti.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengatakan, dua minggu mendatang, Kabupaten ditargetkan bisa mencapai level 1. Pasalnya, dari enam indikator yang menjadi acuan perubahan level, hanya terganjal di capaian vaksinasi lansia dosis pertama. Yakni belum memenuhi target sebanyak 60 persen. ”Kita masih di 55 persen, kurang lima persen saja. Kita optimis kekurangan itu bisa dicapai hingga akhir tahun nanti dan bisa berubah level 1,” ujarnya, kemarin.

Baca Juga :  Persiapan Mepet, Pasang Target Dua Perunggu

Langit tak mengelak, kesulitan vaksinasi sasaran lansia akibat warga yang kurang aware terhadap manfaat vaksin Covid-19. Selain itu, masih banyak lansia yang takut divaksin karena khawatir memiliki efek samping pasca disuntik. ”Banyaknya kendala ya seperti itu, di lapangan. Makanya pendekatannya, ya lewat door to door. Kalau tidak dikunjungi langsung, mereka tidak akan ke puskesmas,” ulasnya.

Kendati terganjal cakupan vaksinasi lansia, Langit memaparkan, lima indikator lainnya yang memengaruhi penurunan level sudah aman. Salah satunya tren kasus aktif harian yang sudah berkurang drastis. Dalam seminggu, hanya ada maksimal 10 kasus baru yang ditemukan. Itu juga diimbangi dengan ketentuan tracing di semua wilayah dengan ketentuan 1 banding 15. ”Bahkan sudah kita perluas, bisa 1:20 sehari, namun memang kasus aktif saat ini sudah jarang ditemukan,” sebutnya.

Baca Juga :  Izin Habis, Minimarket di Prajurit Kulon Masih Leluasa Beroperasi

Kemudian, indikator selanjutnya seperti angka kematian dan tingkat keterisian di rumah sakit juga sudah masuk dalam status memadai. Artinya, batas capaian di Kabupaten sudah kurang dari target yang ditentukan pusat. Seperti jumlah kematian nihil dan tingkat keterisian berada di 0,35 persen. ”Tingkat keterisian maksimal 5 pasien, tapi kalau lihat rekapnya sudah banyak yang nihil pasien Covid-19,” pungkasnya. (oce/ron)

 

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/