Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Anak-Anak Tetap Boleh Masuk Supermarket

16 September 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Anak-Anak Tetap Boleh Masuk Supermarket

SYARAT BARU: Pengunjung Super Indo Mojokerto di Jalan Bhayangkara memindai QR code melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk supermarket, Rabu (15/9). (YULIANTO ADI NUGROHO/radamojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penggunaan aplikasi PeduliLindungi diperluas. Setelah mal, kini aplikasi tersebut menjadi syarat di pusat perbelanjaan. Pengunjung yang mengalami kendala teknis tetap bisa masuk supermarket dengan cara menunjukkan sertifikat vaksin.

Kebijakan penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk pusat perbelanjaan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 42/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Dalam regulasi teranyar itu, supermarket dan hypermarket harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai 14 September.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin aturan ini mulai diterapkan di sejumlah lokasi perbelanjaan. Salah satunya Super Indo Mojokerto. Supermarket di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto tersebut memasang QR code yang terhubung dengan PeduliLindungi milik Kemenkes sejak Selasa (14/9).

Baca juga: Warga Rela Antre demi Mendapat Vaksin

"Kami tentunya mendukung upaya pemerintah sebagai tindakan pencegahan penularan Covid-19," ungkap Store Leader Super Indo Mojokerto Edi Purwanto, Rabu (15/9). Menurutnya, pemasangan QR code tersebut dikoordinasi oleh kantor pusat Super Indo dengan bantuan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Arpindo). Dua papan QR code diletakkan di pintu masuk.

Terdapat petugas yang memberi arahan kepada pengunjung supaya men-scan kode tersebut melalui aplikasi PeduliLindungi di handphone (HP). "Semua customer diarahkan untuk memakai aplikasi itu," terangnya. Selama PPKM, jumlah pengunjung dibatasi 50 persen dari kapasitas normal. Supermarket hanya menampung maksimal 150 orang dalam satu waktu. Edi menyebutkan, penerapan syarat PeduliLindungi selama dua hari terakhir ini secara tidak langsung mengurangi jumlah pengunjung. Namun, dia mengklaim penurunan itu tidak signifikan. "Risiko penurunan customer sudah pasti. Tapi, masih kami lakukan pemantauan karena baru dua hari diterapkan,” ujar dia.

Dengan syarat PeduliLindungi ini, pengunjung yang belum vaksin otomatis tidak bisa masuk area supermarket. Demikian pula dengan anak usia di bawah 12 tahun. Kecuali, anak tersebut datang bersama orang tuanya yang sudah divaksin. ”Karena tujuannnya kan belanja, bukan jalan-jalan. Kalau anak-anak yang datang dengan orang tua yang sudah vaksin boleh diajak masuk,” terangnya.

Di samping memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, pihaknya memberi kelonggaran terhadap pelanggan yang mengalami permasalahan teknis. Jika belum mengunduh atau terkendala sistem aplikasi, pengunjung bisa melakukan secara manual. Yakni,cukup menunjukkan sertifikat vaksin dengan mencocokan KTP yang bersangkutan."Kalau tidak punya HP atau susah sinyalyang penting sudah vaksin dengan dibuktikan melalui kartu vaksin tetap bisa masuk," jelasnya.

Selama PPKM, lanjut dia, protokol kesehatan (prokes) pengunjung diterapkan secara ketat. Seperti pengecekan suhu tubuh serta mencuci tangan. Kini, syarat aplikasi PeduliLindungi ini menjadi protokol tambahan bagi warga yang masuk pusat perbelanjaan. Hal ini diharapkan menjadi upaya dalam mencegah persebaran Covid-19 di area pusat perbelanjaan.

(mj/ADI/ron/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia