alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

4000 Pekerja dan Keluarga PT Ajinomoto Jalani Vaksinasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Bupati Ikfina Fahmawati, memantau vaksinasi Covid-19 bagi buruh/ pekerja padat karya di PT. Ajinomoto Indonesia, Minggu (15/8) siang.

Direktur Ajinomoto Yudho Kusbandriyo saat mendampingi kunker Gubernur Jatim dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, vaksinasi diberikan pada 7.500 orang, bertahap selama tiga hari sejak 14 Agustus.

Terbagi atas 4.000 orang pekerja PT. Ajinomoto beserta keluarga dan warga Desa Mlirip dan Penompo, serta 3.500 lagi kepada pekerja pabrik lain di wilayah Kabupaten Mojokerto. ’’Terima kasih kepada semua pihak yang membantu pelaksanaan vaksinasi,’’ katanya.

Direktur Ajinomoto Yudho Kusbandriyo menambahkan, perusahaan ini telah membentuk tim khusus pencegahan Covid-19. Yakni terbagi dalam tiga unsur meliputi manajemen, perwakilan karyawan, dan dokter kesehatan.

Tim khusus ini juga sudah berkolaborasi dengan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten dan Kota Mojokerto. Tim bertugas melakukan sosialisasi 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) lalu disempurnakan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Baca Juga :  Warga Cendoro Khawatir Limbah B3 Cemari Desa Mereka

Awal Agustus, bupati juga telah meninjau prokes di Ajinomoto dan hasilnya sesuai dengan standar yang di harapkan. ’’Selain itu, disiapkan tim penegakan disiplin sebanyak 16 orang yang melakukan patroli dengan menyemprotkan disinfektan dan memastikan sirkulasi udara berjalan baik,’’ tambahnya.

Di hari kedua pelaksanaan vaksinasi, Bupati Ikfina mengatakan, beberapa skala prioritas vaksinasi di Kabupaten Mojokerto. Mulai nakes, unsur pelayanan publik, para lansia, serta masyarakat umum di mana yang menjadi prioritas adalah pekerja yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

Secara langsung dalam giat ini, Bupati Ikfina juga maju untuk meminta perluasan vaksinasi bagi Kabupaten Mojokerto, langsung kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Mengingat jatah vaksin untuk daerah terbatas dan ditentukan Pemerintah Pusat. ’’Vaksinasi telah kami lakukan sesuai skala prioritas. Hari ini saya memberanikan diri untuk matur ke Ibu Gubernur. Supaya dibantu vaksinasi bisa diperluas lagi bagi Kabupaten Mojokerto. Vaksin kita masih 24 persen dari 815 ribu. Katakan kalau 25%, ya sekitar 200 ribu. Artinya kita masih kurang 600 ribu. Bahkan vaksinasi untuk remaja,  belum kita lakukan secara resmi. PR kita masih banyak. Namun tetap, kita harus dahulukan yang prioritas,’’ kata bupati.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan dan Aparat Desa Optimalkan Program JKN-KIS

Terkait permintaan tersebut, Gubernur Khofifah mengatakan segera memberikan perluasan vaksinasi padat karya untuk Kabupaten Mojokerto, tepatnya Ngoro sebagai kawasan industri besar di Kabupaten Mojokerto.

Khofifah menjamin, perluasan vaksin tidak akan mengganggu kuota vaksin kab/kota, karena ada buffer sebanyak 5% yang bisa dioptimalkan. ’’Untuk penawaran Ibu Bupati Mojokerto mengenai perluasan vaksinasi bagi karyawan industri padat karya, kita sudah berpikir itu bisa dilakukan di daerah Ngoro. Vaksinasi ini tidak mungkin tuntas dalam tiga hari ini saja. Pasti butuh waktu lagi. Monggo kita laksanakan lagi bersama. Itu pun tidak akan mengganggu kuota vaksin kab/kota. Karena di saat vaksin itu turun, ada 5% buffer untuk Pemprov,” jelas Khofifah. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Bupati Ikfina Fahmawati, memantau vaksinasi Covid-19 bagi buruh/ pekerja padat karya di PT. Ajinomoto Indonesia, Minggu (15/8) siang.

Direktur Ajinomoto Yudho Kusbandriyo saat mendampingi kunker Gubernur Jatim dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, vaksinasi diberikan pada 7.500 orang, bertahap selama tiga hari sejak 14 Agustus.

Terbagi atas 4.000 orang pekerja PT. Ajinomoto beserta keluarga dan warga Desa Mlirip dan Penompo, serta 3.500 lagi kepada pekerja pabrik lain di wilayah Kabupaten Mojokerto. ’’Terima kasih kepada semua pihak yang membantu pelaksanaan vaksinasi,’’ katanya.

Direktur Ajinomoto Yudho Kusbandriyo menambahkan, perusahaan ini telah membentuk tim khusus pencegahan Covid-19. Yakni terbagi dalam tiga unsur meliputi manajemen, perwakilan karyawan, dan dokter kesehatan.

Tim khusus ini juga sudah berkolaborasi dengan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten dan Kota Mojokerto. Tim bertugas melakukan sosialisasi 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) lalu disempurnakan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Baca Juga :  Gubernur Usung Spirit Majapahit ke IKN Nusantara

Awal Agustus, bupati juga telah meninjau prokes di Ajinomoto dan hasilnya sesuai dengan standar yang di harapkan. ’’Selain itu, disiapkan tim penegakan disiplin sebanyak 16 orang yang melakukan patroli dengan menyemprotkan disinfektan dan memastikan sirkulasi udara berjalan baik,’’ tambahnya.

- Advertisement -

Di hari kedua pelaksanaan vaksinasi, Bupati Ikfina mengatakan, beberapa skala prioritas vaksinasi di Kabupaten Mojokerto. Mulai nakes, unsur pelayanan publik, para lansia, serta masyarakat umum di mana yang menjadi prioritas adalah pekerja yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

Secara langsung dalam giat ini, Bupati Ikfina juga maju untuk meminta perluasan vaksinasi bagi Kabupaten Mojokerto, langsung kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Mengingat jatah vaksin untuk daerah terbatas dan ditentukan Pemerintah Pusat. ’’Vaksinasi telah kami lakukan sesuai skala prioritas. Hari ini saya memberanikan diri untuk matur ke Ibu Gubernur. Supaya dibantu vaksinasi bisa diperluas lagi bagi Kabupaten Mojokerto. Vaksin kita masih 24 persen dari 815 ribu. Katakan kalau 25%, ya sekitar 200 ribu. Artinya kita masih kurang 600 ribu. Bahkan vaksinasi untuk remaja,  belum kita lakukan secara resmi. PR kita masih banyak. Namun tetap, kita harus dahulukan yang prioritas,’’ kata bupati.

Baca Juga :  Bupati Mojokerto Resmikan Dua Sekolah Tingkat Menengah Pertama

Terkait permintaan tersebut, Gubernur Khofifah mengatakan segera memberikan perluasan vaksinasi padat karya untuk Kabupaten Mojokerto, tepatnya Ngoro sebagai kawasan industri besar di Kabupaten Mojokerto.

Khofifah menjamin, perluasan vaksin tidak akan mengganggu kuota vaksin kab/kota, karena ada buffer sebanyak 5% yang bisa dioptimalkan. ’’Untuk penawaran Ibu Bupati Mojokerto mengenai perluasan vaksinasi bagi karyawan industri padat karya, kita sudah berpikir itu bisa dilakukan di daerah Ngoro. Vaksinasi ini tidak mungkin tuntas dalam tiga hari ini saja. Pasti butuh waktu lagi. Monggo kita laksanakan lagi bersama. Itu pun tidak akan mengganggu kuota vaksin kab/kota. Karena di saat vaksin itu turun, ada 5% buffer untuk Pemprov,” jelas Khofifah. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/