alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, July 3, 2022

Lima Pengedar Ditangkap, 23 Gram Sabu Disita

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penindakan atas tingginya peredaran narkoba semakin diintensifkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto. Selama enam bulan terakhir, lembaga ini telah menangkap lima pengedar sabu dan menyita 26 gram sabu. Penindakan tersebut masih terus digalakkan seiring tingginya potensi peredaran narkoba di kota onde-onde.

Catatan tersebut meningkat dari hasil ungkap kasus tahun lalu. Di mana, BNNK hanya mampu menyergap empat pengedar dan menyita 41 gram sabu. Meski barang buktinya belum sebanding, namun potensi penambahan kasus peredaran di sisa waktu enam bulan ke depan masih cukup besar.

’’Kalau tahun lalu hanya empat pengedar karena memang terbentur aturan pembatasan aktivitas Pandemi Covid-19. Sehingga kami tingkatkan di tahun ini,’’ ujar Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi kemarin.

Baca Juga :  Raih Penghargaan Best Product dan Brand Winner 2021

Mantan Kabag Sumda Polresta Mojokerto ini menambahkan, pemberantasan masih menjadi fokus utama kerjanya tahun ini. Selain memantau daerah-daerah potensi, pihaknya juga terus mengawasi gerak-gerik pengedar dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). ’’Kalau soal penindakan masih kami intensifkan dengan terjun ke lapangan. Karena pemantauan peredaran narkoba ini sangat tertutup,’’ tambahnya.

Meski begitu, pemberantasan kasus peredaran tidak serta merta diatasi dengan penegakan hukum. Tapi juga dengan penanganan intesif bagi para pecandu lewat proses rehabilitasi. Upaya rehab tetap ia berikan demi memberikan jalan kesembuhan, baik secara medis maupun psikologis. ’’Kami juga mengupayakan rehab bagi para pecandu agar tidak mengulanginya lagi,’’ pungkasnya. (far/ron)

Baca Juga :  Fighting Tournament Airlangga Hartarto Cup 2022 Perebutkan Rp 2 Miliar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penindakan atas tingginya peredaran narkoba semakin diintensifkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto. Selama enam bulan terakhir, lembaga ini telah menangkap lima pengedar sabu dan menyita 26 gram sabu. Penindakan tersebut masih terus digalakkan seiring tingginya potensi peredaran narkoba di kota onde-onde.

Catatan tersebut meningkat dari hasil ungkap kasus tahun lalu. Di mana, BNNK hanya mampu menyergap empat pengedar dan menyita 41 gram sabu. Meski barang buktinya belum sebanding, namun potensi penambahan kasus peredaran di sisa waktu enam bulan ke depan masih cukup besar.

’’Kalau tahun lalu hanya empat pengedar karena memang terbentur aturan pembatasan aktivitas Pandemi Covid-19. Sehingga kami tingkatkan di tahun ini,’’ ujar Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi kemarin.

Baca Juga :  Fighting Tournament Airlangga Hartarto Cup 2022 Perebutkan Rp 2 Miliar

Mantan Kabag Sumda Polresta Mojokerto ini menambahkan, pemberantasan masih menjadi fokus utama kerjanya tahun ini. Selain memantau daerah-daerah potensi, pihaknya juga terus mengawasi gerak-gerik pengedar dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). ’’Kalau soal penindakan masih kami intensifkan dengan terjun ke lapangan. Karena pemantauan peredaran narkoba ini sangat tertutup,’’ tambahnya.

Meski begitu, pemberantasan kasus peredaran tidak serta merta diatasi dengan penegakan hukum. Tapi juga dengan penanganan intesif bagi para pecandu lewat proses rehabilitasi. Upaya rehab tetap ia berikan demi memberikan jalan kesembuhan, baik secara medis maupun psikologis. ’’Kami juga mengupayakan rehab bagi para pecandu agar tidak mengulanginya lagi,’’ pungkasnya. (far/ron)

Baca Juga :  Peredaran Narkoba di Mojokerto Makin Genting

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/