alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Empat Hari, Dinkes Habiskan Seribu Rapid Test

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto melalui dinas kesehatan (dinkes) terus mencari sebanyak mungkin orang yang berisiko tinggi tertular dan menularkan Covid-19.

Tidak hanya lewat tracing orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif, tim medis juga melacak secara acak warga yang terinfeksi namun tanpa gejala. Lewat rapid test masal, dinkes bakal memeriksa ribuan orang secara mandadak.

Bahkan, seribu rapid test ditargetkan harus habis terpakai selama empat hari berturut-turut. Target tersebut sebagai upaya percepatan pencegahan dan penyembuhan sampai Mojokerto benar-benar terbebas Covid-19.

’’Kita cari beberapa titik atau kantong-kantong yang tingkat persebarannya tinggi. Sudah ditentukan oleh tim lokasinya,’’ tuturKadinkes Kabupaten Mojokertodr Sujatmiko, Senin (15/6). Hanya, Sujatmiko enggan menyebutkan lokasi mana saja yang dijadikan titik pemeriksaan masal.

Baca Juga :  Ibu Ini Takjub Tak Ada Diskriminasi Pelayanan Saat Operasi Sesar

Sementara ini yang sudah terlaksana adalah di kawasan wisata, khususnya Kecamatan Pacet yang sudah berjalan, Minggu (14/6). Sebanyak 288 orang terdata mengikuti rapid test masal tersebut. Mereka terdiri dari warga sekitar, pedagang, hingga pengguna jalan yang melintas.

Dari pemeriksaan masal ini, teridentifikasi 3 orang imun tubuhnya reaktif terhadap SARS-CoV2. ’’Nanti yang menentukan dari tim khusus Pemprov Jatim dan pemkab,’’ tegasnya.  Mantan Direktur RSUD Prof dr Soekandar ini menambahkan, target tersebut memang kerap dinilai bertolak belakang dengan alasan pencegahan yang didengungkan pemerintah.

Di mana, dengan tes sebanyak-banyaknya justru akan menambah jumlah pasien positif. Namun, dengan pertambahan itu dinilai memudahkan tim medis dalam menyisir keberadaan orang-orang yang tertular dan menularkan Covid-19. Yakni, dengan menerapkan isolasi baik di rumah sakit maupun mandiri.

Baca Juga :  Pelajar Dirazia, Ditemukan Jimat, Obeng, dan Sajam

Sehingga pola persebaran virus bisa ditekan dan dicegah seminimal mungkin. ’’Kami bekerja nggak pakai asumsi. Kami mengukur dan menerapkan strategi pencegahan dengan cermat,’’ tambahnya. Seribu rapid test yang digelar di Kabupaten Mojokerto merupakan bantuan dari Pemprov Jatim.

Di mana, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan agar menyisir sebanyak mungkin pasien Covid-19. Khususnya di tujuh sektor yang ditekankan untuk segera dipulihkan dalam era new normal.  

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto melalui dinas kesehatan (dinkes) terus mencari sebanyak mungkin orang yang berisiko tinggi tertular dan menularkan Covid-19.

Tidak hanya lewat tracing orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif, tim medis juga melacak secara acak warga yang terinfeksi namun tanpa gejala. Lewat rapid test masal, dinkes bakal memeriksa ribuan orang secara mandadak.

Bahkan, seribu rapid test ditargetkan harus habis terpakai selama empat hari berturut-turut. Target tersebut sebagai upaya percepatan pencegahan dan penyembuhan sampai Mojokerto benar-benar terbebas Covid-19.

’’Kita cari beberapa titik atau kantong-kantong yang tingkat persebarannya tinggi. Sudah ditentukan oleh tim lokasinya,’’ tuturKadinkes Kabupaten Mojokertodr Sujatmiko, Senin (15/6). Hanya, Sujatmiko enggan menyebutkan lokasi mana saja yang dijadikan titik pemeriksaan masal.

Baca Juga :  Pelajar Dirazia, Ditemukan Jimat, Obeng, dan Sajam

Sementara ini yang sudah terlaksana adalah di kawasan wisata, khususnya Kecamatan Pacet yang sudah berjalan, Minggu (14/6). Sebanyak 288 orang terdata mengikuti rapid test masal tersebut. Mereka terdiri dari warga sekitar, pedagang, hingga pengguna jalan yang melintas.

Dari pemeriksaan masal ini, teridentifikasi 3 orang imun tubuhnya reaktif terhadap SARS-CoV2. ’’Nanti yang menentukan dari tim khusus Pemprov Jatim dan pemkab,’’ tegasnya.  Mantan Direktur RSUD Prof dr Soekandar ini menambahkan, target tersebut memang kerap dinilai bertolak belakang dengan alasan pencegahan yang didengungkan pemerintah.

- Advertisement -

Di mana, dengan tes sebanyak-banyaknya justru akan menambah jumlah pasien positif. Namun, dengan pertambahan itu dinilai memudahkan tim medis dalam menyisir keberadaan orang-orang yang tertular dan menularkan Covid-19. Yakni, dengan menerapkan isolasi baik di rumah sakit maupun mandiri.

Baca Juga :  Ibu Ini Takjub Tak Ada Diskriminasi Pelayanan Saat Operasi Sesar

Sehingga pola persebaran virus bisa ditekan dan dicegah seminimal mungkin. ’’Kami bekerja nggak pakai asumsi. Kami mengukur dan menerapkan strategi pencegahan dengan cermat,’’ tambahnya. Seribu rapid test yang digelar di Kabupaten Mojokerto merupakan bantuan dari Pemprov Jatim.

Di mana, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan agar menyisir sebanyak mungkin pasien Covid-19. Khususnya di tujuh sektor yang ditekankan untuk segera dipulihkan dalam era new normal.  

 

Artikel Terkait

Most Read

Hadirkan Suasana Pantai dan Tropis

DPRD Gelar Pengesahan Bupati-Wabup

Guru SD Jualan Narkoba

Artikel Terbaru


/