alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Wali Kota Resmikan Program Ning Ita di Sekolah

Wujudkan Pelajar Pancasila dan Penanaman Pendidikan Karater

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto meluncurkan inovasi anyar bertajuk program Ning Ita (peningkatan iman dan takwa) di Sekolah. Kemarin (15/4), program tersebut diresmikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di SMP Negeri 9.

Launching program berbarengan peresmian musala Al Ikhlas milik SMP Negeri 9 Kota Mojokerto. Musala itu bentuk nyata dukungan sekolah terhadap Program Ning Ita di Sekolah. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Amin Wachid serta seluruh kepala sekolah PAUD, SD, dan SMP negeri-swasta di Kota Mojokerto.

Dalam sambutannya, Ning Ita, panggilan akrab Wali Kota Ika Puspitasari mengatakan, Program Ning Ita Di Sekolah adalah program baca Alquran di sekolah mulai PAUD, SD, SMP, dan SMA.

Program ini berupa penguatan khusus bagi siswa terkait pembacaan Alquran. Kegiatan ini setiap bulan digelar pada minggu pertama dan keempat. Yakni, setiap hari selasa dan kamis. Bagi siswa non muslim juga mendapatkan penguatan sesuai ajaran agamanya masing-masing.
Inovasi anyar ini juga bertujuan memperkuat pendidikan keagaamaan di lingkungan sekolah. Sekaligus, menjadi pondasi dasar yang kuat untuk membentengi diri para siswa dari dampak negatif digitalisasi dalam era keterbukaan informasi. ’’Jadi generasi penerus bangsa ke depan tidak hanya cerdas secara intelektual saja. Tapi sudah terbentengi dengan keimanan dan ketaqwaan yang kuat dalam menghadapi dampak negatif dari era digital,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Belum Dimulai

Program Ning Ita Di Sekolah ditunjang kegiatan literasi rohani. Kegiatan ini digelar sebelum pelajaran dimulai bagi seluruh jenjang pendidikan. Setiap harinya berdurasi 15 menit. ’’Ini juga bagi yang beragama selain Islam juga diberi penguatan di dalam pendidikan keagamaan mereka,’’ ucapnya.

Wali Kota menambahkan, kegiatan ini juga diterapkan pada seluruh SMA negeri maupun swasta sederajat. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk sekolah-sekolah di bawah kewenangan provinsi harus mengikuti kebijakan pemerintah kota.
’’Sesuai kesepakatan bersama, sekolah di bawah naungan Cabdindik Provinsi Jawa Timur siap mengikuti kebijakan yang ditetapkan Pemkot Mojokerto. Jadi, SMA sederajat juga mengikuti kebijakan ini,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Anak Yatim Covid-19 Didata Ulang

Di tempat yang sama, Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wachid menyebutkan, total ada 12.383 siswa SD negeri/swasta dan 8.252 siswa SMP negeri/swasta yang sudah melaksanakan program tersebut sejak akhir bulan lalu.

Program anyar itu sebagai wujud upaya membentuk pelajar dengan profil Pancasila serta penguatan pendidikan karater berbasis budaya lokal. ’’Sekolah itu harus memberi ruang yang luas kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan literasi rohani. Juga, kegiatan ekstrakurikuler untuk mengimplementasikan program pendidikan kearifan lokal,’’ tandasnya. (oce/fen)

Wujudkan Pelajar Pancasila dan Penanaman Pendidikan Karater

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto meluncurkan inovasi anyar bertajuk program Ning Ita (peningkatan iman dan takwa) di Sekolah. Kemarin (15/4), program tersebut diresmikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di SMP Negeri 9.

Launching program berbarengan peresmian musala Al Ikhlas milik SMP Negeri 9 Kota Mojokerto. Musala itu bentuk nyata dukungan sekolah terhadap Program Ning Ita di Sekolah. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Amin Wachid serta seluruh kepala sekolah PAUD, SD, dan SMP negeri-swasta di Kota Mojokerto.

Dalam sambutannya, Ning Ita, panggilan akrab Wali Kota Ika Puspitasari mengatakan, Program Ning Ita Di Sekolah adalah program baca Alquran di sekolah mulai PAUD, SD, SMP, dan SMA.

Program ini berupa penguatan khusus bagi siswa terkait pembacaan Alquran. Kegiatan ini setiap bulan digelar pada minggu pertama dan keempat. Yakni, setiap hari selasa dan kamis. Bagi siswa non muslim juga mendapatkan penguatan sesuai ajaran agamanya masing-masing.
Inovasi anyar ini juga bertujuan memperkuat pendidikan keagaamaan di lingkungan sekolah. Sekaligus, menjadi pondasi dasar yang kuat untuk membentengi diri para siswa dari dampak negatif digitalisasi dalam era keterbukaan informasi. ’’Jadi generasi penerus bangsa ke depan tidak hanya cerdas secara intelektual saja. Tapi sudah terbentengi dengan keimanan dan ketaqwaan yang kuat dalam menghadapi dampak negatif dari era digital,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Lahan Pertanian Tergerus Luapan Kali Lamong

Program Ning Ita Di Sekolah ditunjang kegiatan literasi rohani. Kegiatan ini digelar sebelum pelajaran dimulai bagi seluruh jenjang pendidikan. Setiap harinya berdurasi 15 menit. ’’Ini juga bagi yang beragama selain Islam juga diberi penguatan di dalam pendidikan keagamaan mereka,’’ ucapnya.

- Advertisement -

Wali Kota menambahkan, kegiatan ini juga diterapkan pada seluruh SMA negeri maupun swasta sederajat. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk sekolah-sekolah di bawah kewenangan provinsi harus mengikuti kebijakan pemerintah kota.
’’Sesuai kesepakatan bersama, sekolah di bawah naungan Cabdindik Provinsi Jawa Timur siap mengikuti kebijakan yang ditetapkan Pemkot Mojokerto. Jadi, SMA sederajat juga mengikuti kebijakan ini,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Bernilai Seni Tinggi, Omzet Tembus Jutaan Rupiah

Di tempat yang sama, Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wachid menyebutkan, total ada 12.383 siswa SD negeri/swasta dan 8.252 siswa SMP negeri/swasta yang sudah melaksanakan program tersebut sejak akhir bulan lalu.

Program anyar itu sebagai wujud upaya membentuk pelajar dengan profil Pancasila serta penguatan pendidikan karater berbasis budaya lokal. ’’Sekolah itu harus memberi ruang yang luas kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan literasi rohani. Juga, kegiatan ekstrakurikuler untuk mengimplementasikan program pendidikan kearifan lokal,’’ tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/