alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Pohon Ditebang, Taman Dibongkar

Proyek Jalan Empunala Mulai Digulirkan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Megaproyek peningkatan Jalan Empunala mulai bergulir. Pekerjaan fisik menyentuh pembongkaran taman di jalan protokol sepanjang 2 kilometer di jantung Kota Mojokerto itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi mengatakan, setelah berkontrak 21 Maret lalu, proyek peningkatan Jalan Empunala kini memasuki tahap pelaksanaan. Alat berat dan pekerja telah diterjunkan ke lokasi proyek untuk melakukan pembongkaran taman. ”Pohon akan ditebang semua, termasuk utilitasnya yang ada di situ (Jalan Empunala, Red),” terangnya.

Utilitas tersebut meliputi jaringan listrik, telepon, hingga rambu jalan dan akses jembatan. Namun, sebut Mashudi, sentuhan pekerjaan akan dilakukan secara bertahap. Pada segmen awal ini dimulai dari sisi barat Jalan Empunala. ”Nanti sedikit demi sedikit pekerjaan akan berjalan ke timur. Karena di tahap awal ini berkaitan dengan pekerjaan saluran,” paparnya.

Baca Juga :  Proyek Empunala Bakal Dipercepat

Pihaknya tak menampik bahwa proyek yang dikerjakan oleh rekanan PT Presisi Tbk itu akan berdampak langsung ke masyarakat. Kendati demikian, Mashudi mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait yang menaungi jaringan utilitas di sepanjang Jalan Empunala.
Sehingga, kata dia, pekerjaan proyek dapat berjalan beriringan dengan pembenahan fasilitas yang terdampak. ”Masing-masing titik perlakuannya berbeda. Jadi, penanganan dampak bisa dilakukan bersamaan atau setelahnya,” tandas mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini.

Kontrak proyek yang dianggarkan dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu akan berjalan selama 283 hari. Kontraktor asal Jakarta Timur ditarget menuntaskan pekerjaan paling lambat 30 Desember mendatang. ”Jadi sampai akhir tahun nanti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Selama Masa Pandemi, Produksi Sampah Melonjak, Capai 92 Ton Per Hari

Dijelaskannya, saluran air di sepanjang Jalan Empunala bakal ditingkatkan dengan memasang box culvert. Dikatakannya, saluran yang mengalir hingga Jalan Bypass itu tetap difungsikan sebagai drainase maupun irigasi selama tahap pengerjaan. Selanjutnya, di atas saluran air tersebut dilakukan pengaspalan untuk pelebaran jalan. Rencananya, Jalan Empunala akan dibuat menjadi jalan kembar dengan total lebar kurang lebih 17 meter. ”Setelah pelebaran jalan, baru nanti pekerjaan trotoar,” imbuhnya.

Di samping berdampak langsung kepada warga, pelaksanaan proyek juga membuat arus lalu lintas tersendat. Meski begitu, Mashudi mengatakan, jalur protokol di Kota Onde-Onde itu tetap bisa dilewati kendaraan seperti hari biasanya karena ada penutupan jalan. ”Cuma ada semacam rekayasa lalu lintas saja,” pungkasnya. (ram/ron)

Proyek Jalan Empunala Mulai Digulirkan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Megaproyek peningkatan Jalan Empunala mulai bergulir. Pekerjaan fisik menyentuh pembongkaran taman di jalan protokol sepanjang 2 kilometer di jantung Kota Mojokerto itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi mengatakan, setelah berkontrak 21 Maret lalu, proyek peningkatan Jalan Empunala kini memasuki tahap pelaksanaan. Alat berat dan pekerja telah diterjunkan ke lokasi proyek untuk melakukan pembongkaran taman. ”Pohon akan ditebang semua, termasuk utilitasnya yang ada di situ (Jalan Empunala, Red),” terangnya.

Utilitas tersebut meliputi jaringan listrik, telepon, hingga rambu jalan dan akses jembatan. Namun, sebut Mashudi, sentuhan pekerjaan akan dilakukan secara bertahap. Pada segmen awal ini dimulai dari sisi barat Jalan Empunala. ”Nanti sedikit demi sedikit pekerjaan akan berjalan ke timur. Karena di tahap awal ini berkaitan dengan pekerjaan saluran,” paparnya.

Baca Juga :  Mojotirto Festival 2022, Dijadikan sebagai Muatan Lokal

Pihaknya tak menampik bahwa proyek yang dikerjakan oleh rekanan PT Presisi Tbk itu akan berdampak langsung ke masyarakat. Kendati demikian, Mashudi mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait yang menaungi jaringan utilitas di sepanjang Jalan Empunala.
Sehingga, kata dia, pekerjaan proyek dapat berjalan beriringan dengan pembenahan fasilitas yang terdampak. ”Masing-masing titik perlakuannya berbeda. Jadi, penanganan dampak bisa dilakukan bersamaan atau setelahnya,” tandas mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini.

Kontrak proyek yang dianggarkan dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu akan berjalan selama 283 hari. Kontraktor asal Jakarta Timur ditarget menuntaskan pekerjaan paling lambat 30 Desember mendatang. ”Jadi sampai akhir tahun nanti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Siswa MI: Saya Nyumbang Rp 4 Ribu Biar Korban Bisa Membeli Barang
- Advertisement -

Dijelaskannya, saluran air di sepanjang Jalan Empunala bakal ditingkatkan dengan memasang box culvert. Dikatakannya, saluran yang mengalir hingga Jalan Bypass itu tetap difungsikan sebagai drainase maupun irigasi selama tahap pengerjaan. Selanjutnya, di atas saluran air tersebut dilakukan pengaspalan untuk pelebaran jalan. Rencananya, Jalan Empunala akan dibuat menjadi jalan kembar dengan total lebar kurang lebih 17 meter. ”Setelah pelebaran jalan, baru nanti pekerjaan trotoar,” imbuhnya.

Di samping berdampak langsung kepada warga, pelaksanaan proyek juga membuat arus lalu lintas tersendat. Meski begitu, Mashudi mengatakan, jalur protokol di Kota Onde-Onde itu tetap bisa dilewati kendaraan seperti hari biasanya karena ada penutupan jalan. ”Cuma ada semacam rekayasa lalu lintas saja,” pungkasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/