alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ribuan Warga Terima BST Dobel

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos RI tahap 12 dan 13 di Kabupaten Mojokerto masih diwarnai kerumunan dan antrean panjang. Bahkan, pencairan dalam rangka pemulihan ekonomi ini tak menghiraukan jaga jarak antarpenerima. Ribuan warga tumplek blek memenuhi pendapa Kecamatan Jetis, Kamis (15/4).

Plt Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Mojokerto Nugroho, mengatakan, penyaluran BST kali ini menyasar 36.846 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kabupaten Mojokerto. Namun, mekanismenya dibagi per wilayah tiap harinya. ’’Untuk hari ini, kebetulan kita fokuskan di wilayah utara Sungai Brantas. Di Kecamatan Gedeg, Kemlagi, Dawarblandong, dan Jetis,’’ ungkapnya.

Menurutnya, pencairan ini berbeda dari sebelumnya. Tiap penerima kini mendapatkan jatah dobel sebesar Rp 600 ribu. Yakni, masing-masing Rp 300 ribu untuk jatah Maret dan April atau tahap 12 dan 13. Pihaknya tak mengetahui persis apa yang menjadi pencairan ini dirapel. Sebab, kondisi itu menjadi ketentuan Kemensos RI langsung. Pencairan ini melalui PT Pos Indonesia di kecamatan masing-masing atau desa mana yang ditunjuk. ’’Mungkin ini (pencairan) yang terakhir sejak awal pandemi 2020 lalu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Di Padang Arafah, Jamaah Doakan Keluarga di Tanah Air

Luasnya wilayah kabupaten membuat pencairan juga harus dilakukan bertahap di tiap kecamatan. Mulai Kamis (15/4) hingga Selasa mendatang. ’’Saya tidak tahu jadwalnya, yang tahu kantor pos, karena penyalurannya melalui pos,’’ tegasnya.

Disebutkannya, 36.846 KPM ini berbeda dengan ribuan penerima BLT DD di Kabupaten Mojokerto. Pihaknya tidak tahu pasti, apa yang membedakan status sosial para penerimanya. Yang jelas, lanjut Nugroho, sebelum akhirnya dimasukkan sebagai penerima, tiap KPM dipilah-pilah oleh dinsos untuk menghindari data ganda. ’’Karena prinsipnya penerimaan bantuannya tidak boleh dobel,’’ tuturnya.

Namun, di tengah pandemi Covid-19, sejauh ini skema penyaluran masih kurang mengindahkan protokol kesehatan. Para penerima masih saja dibuat berkerumun dan tak jaga jarak saat mengantre di Pendapa Kecamatan Jetis. ’’Kebiasaan penerima datang lebih awal daripada jadwal yang ditentukan. Acara dimulai jam 08.00, tetapi penerima jam 07.00 kurang sudah datang di kecamatan,’’ tambah Koordinator Kecamatan Pendamping PKH Jetis Hamzah.

Baca Juga :  Wali Kota Ning Ita Sidak Mal Pelayanan Publik

Ditambah lagi, lanjut Hamzah, pada proses penyaluran, 1.572 penerima se-Kecamatan Jetis ada kendala aplikasi yang trouble. ’’Jadi antrean menumpuk di pendapa kecamatan,’’ tambahnya.

Semua pihak sudah memaksimalkan protokol kesehatan Covid-19 sesuai prosedur. Tapi karena masa menumpuk terlalu banyak, jadi pengondisian prokes kurang maksimal.

Padahal, mulai polsek, koramil, satpol PP, hingga staf kecamatan sudah membantu banyak. Bahkan petugas bayar pos pun sudah diperbanyak daripada penyaluran-penyaluran sebelumnya. Sebagai antisipasi, penyaluran juga dibuka lima gelombang sesuai jumlah penerima dengan sitem dibagi setiap jam. ’’Satu hari selesai. Masalah utamanya memang antusias  penerima yang luar biasa, sampai datang tidak sesuai gelombang atau jam yang ditentukan dan sdikit ada trouble tadi,’’ paparnya.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos RI tahap 12 dan 13 di Kabupaten Mojokerto masih diwarnai kerumunan dan antrean panjang. Bahkan, pencairan dalam rangka pemulihan ekonomi ini tak menghiraukan jaga jarak antarpenerima. Ribuan warga tumplek blek memenuhi pendapa Kecamatan Jetis, Kamis (15/4).

Plt Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Mojokerto Nugroho, mengatakan, penyaluran BST kali ini menyasar 36.846 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kabupaten Mojokerto. Namun, mekanismenya dibagi per wilayah tiap harinya. ’’Untuk hari ini, kebetulan kita fokuskan di wilayah utara Sungai Brantas. Di Kecamatan Gedeg, Kemlagi, Dawarblandong, dan Jetis,’’ ungkapnya.

Menurutnya, pencairan ini berbeda dari sebelumnya. Tiap penerima kini mendapatkan jatah dobel sebesar Rp 600 ribu. Yakni, masing-masing Rp 300 ribu untuk jatah Maret dan April atau tahap 12 dan 13. Pihaknya tak mengetahui persis apa yang menjadi pencairan ini dirapel. Sebab, kondisi itu menjadi ketentuan Kemensos RI langsung. Pencairan ini melalui PT Pos Indonesia di kecamatan masing-masing atau desa mana yang ditunjuk. ’’Mungkin ini (pencairan) yang terakhir sejak awal pandemi 2020 lalu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kamis Malam, Hutan Watu Blorok Membara

Luasnya wilayah kabupaten membuat pencairan juga harus dilakukan bertahap di tiap kecamatan. Mulai Kamis (15/4) hingga Selasa mendatang. ’’Saya tidak tahu jadwalnya, yang tahu kantor pos, karena penyalurannya melalui pos,’’ tegasnya.

Disebutkannya, 36.846 KPM ini berbeda dengan ribuan penerima BLT DD di Kabupaten Mojokerto. Pihaknya tidak tahu pasti, apa yang membedakan status sosial para penerimanya. Yang jelas, lanjut Nugroho, sebelum akhirnya dimasukkan sebagai penerima, tiap KPM dipilah-pilah oleh dinsos untuk menghindari data ganda. ’’Karena prinsipnya penerimaan bantuannya tidak boleh dobel,’’ tuturnya.

Namun, di tengah pandemi Covid-19, sejauh ini skema penyaluran masih kurang mengindahkan protokol kesehatan. Para penerima masih saja dibuat berkerumun dan tak jaga jarak saat mengantre di Pendapa Kecamatan Jetis. ’’Kebiasaan penerima datang lebih awal daripada jadwal yang ditentukan. Acara dimulai jam 08.00, tetapi penerima jam 07.00 kurang sudah datang di kecamatan,’’ tambah Koordinator Kecamatan Pendamping PKH Jetis Hamzah.

Baca Juga :  Penanganan Banjir Jadi Atensi Musrenbang RKPD 2023 Kecamatan Ngoro
- Advertisement -

Ditambah lagi, lanjut Hamzah, pada proses penyaluran, 1.572 penerima se-Kecamatan Jetis ada kendala aplikasi yang trouble. ’’Jadi antrean menumpuk di pendapa kecamatan,’’ tambahnya.

Semua pihak sudah memaksimalkan protokol kesehatan Covid-19 sesuai prosedur. Tapi karena masa menumpuk terlalu banyak, jadi pengondisian prokes kurang maksimal.

Padahal, mulai polsek, koramil, satpol PP, hingga staf kecamatan sudah membantu banyak. Bahkan petugas bayar pos pun sudah diperbanyak daripada penyaluran-penyaluran sebelumnya. Sebagai antisipasi, penyaluran juga dibuka lima gelombang sesuai jumlah penerima dengan sitem dibagi setiap jam. ’’Satu hari selesai. Masalah utamanya memang antusias  penerima yang luar biasa, sampai datang tidak sesuai gelombang atau jam yang ditentukan dan sdikit ada trouble tadi,’’ paparnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/