alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Dorong Segera Makamkan Kerangka Manusia

Yang Disimpan di Gudang Situs Sumur Upas-Kedaton

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keberadaan lima peti berisi kerangka manusia di Situs Sumur Upas-Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, kembali menuai pro dan kontra. Apalagi, kerangka yang dikeramatkan bahkan dianggap masyarakat sebagai leluhur di era Majapahit itu diletakkan di bekas gudang proyek.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, peti berisi kerangka manusia itu disimpan di dalam bilik gudang berukuran sekitar 6 m x 3 m. Yang dindingnya terbuat dari seng dan beratapkan galvalum (baja ringan). Kelima peti tersebut ditumpuk di bagian tengah gudang dan diselimuti kain berwarna kuning. ’’Kondisinya kerangka masih tetap seperti yang dulu. Tidak ada kesulitan merawatnya. Justru, masih ada pengunjung yang ziarah (menengok peti kerangka) begitu, bahkan ada yang dari Bali,’’ ujar Juru Kunci Situs Sumur Upas-Kedaton M Minin.

Itu terbukti dengan sejumlah bunga yang diletakkan di dekat peti tersebut. Minin menerangkan, kondisi malang pada kelima peti itu sejak sekitar delapan bulan lalu. Padahal, belum rampungnya tes forensik (DNA) pada kelima kerangka manusia tersebut. ’’Sebelumnya, sejak sekitar empat tahun lalu, itu disimpan di dalam (komplek bangunan Situs Sumur Upas-Kedaton). Kalau di simpan di dalam (komplek situs) ya banyak pengunjung yang membuka ingin lihat. Ya, karena ini proses tes DNA belum selesai jadi masih disimpan di sini,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kompleks Wisata Religi Belum Nyaman, Pengunjung Mengeluh

Menurutnya, disimpannya peti berisi kerangka manusia yang dikeramatkan masyarakat itu disimpan di dalam gudang tersebut hanya sementara. Sebab, sembari menunggu tes forensik rampung, pihaknya turut menanti perbaikan gedung bangunan di komplek situs tersebut. ’’Sebenarnya ini tidak layak, tapi ini sifatnya sementara saja. Ini juga nunggu renovasi dengan bangunan situs, biar layak. Kalau ini ada bocor ya langsung saya perbaiki,’’ urainya.

Diakuinya, kelima peti yang disimpan di gudang itu memunculkan pro dan kontra dari kalangan masyarakat. ’’Ada (pro dan kontra), banyak pengunjung minta supaya dimakamkan. Saya pribadi juga supaya segera dimakamkan saja di sekitar sini. Karena sama penduduk sini dianggap seperti punden,’’ tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Juru Pelihara BPCB Jatim Marsaid menambahkan, diletakkannya peti tersebut lantaran belum ditentukan pasti latar belakangnya. Apakah kelimanya kerangka di era majapahit ataupun bukan. ’’Informasi yang saya dapat, itu kerangka manusia di masa penjajahan Belanda. Namun karena ditemukan di sekitar situs, oleh warga sekitar dianggap sebagai kerangka leluhur (Majapahit),’’ sebutnya.

Baca Juga :  Jubir Satgas Kota Positif Covid-19

Ditambahkannya, digudangkannya peti tersebut lantaran adanya regulasi yang berlaku. Salah satunya, dilarang adanya kerangka manusia di dalam komplek situs cagar budaya. ’’Tidak bisa di dalam situs. Kalau situs sudah digali dan menemukan kerangka serta dimasukkan ke dalam peti, ditaruh di luar situs. Karena situs bukan tempat pemakaman,’’ tegasnya.

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan sampai kelima peti tersebut digudangkan. Sebab, selain menunggu hasil uji forensik, pihaknya masih menunggu kebijakan pimpinan. ’’Kami masih belum bisa pastikan sampai kapan, kami tunggu kebijakan pimpinan,’’ imbuhnya.

Pemerhati Majapahit sekaligus Ketua Gotrah Wilwatikta Anam Anis menyayangkan digudangkannya kelima peti kerangka manusia tersebut. Menurutnya, BPCB Jatim mesti melihat aspek kemanusiaan dengan segera memakamkan kelimanya. Terlepas dari hasil forensik yang akan menunjukkan kerangka di era kini ataupun Majapahit.

’’Segera dimakamkan saja, harusnya itu dilihat dari kacamata kemanusiaan. Caranya, BPCB Jatim bisa mengumpulkan tokoh agama dan spiritual terkait prosesi pemakaman kelimanya sekaligus ditentukan dimana dimakamkannya. Apakah nanti dikasih batu nisan mapahitan atau seperti apa, itu keputusan bersama,’’ terangnya. (vad/fen)

Yang Disimpan di Gudang Situs Sumur Upas-Kedaton

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keberadaan lima peti berisi kerangka manusia di Situs Sumur Upas-Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, kembali menuai pro dan kontra. Apalagi, kerangka yang dikeramatkan bahkan dianggap masyarakat sebagai leluhur di era Majapahit itu diletakkan di bekas gudang proyek.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, peti berisi kerangka manusia itu disimpan di dalam bilik gudang berukuran sekitar 6 m x 3 m. Yang dindingnya terbuat dari seng dan beratapkan galvalum (baja ringan). Kelima peti tersebut ditumpuk di bagian tengah gudang dan diselimuti kain berwarna kuning. ’’Kondisinya kerangka masih tetap seperti yang dulu. Tidak ada kesulitan merawatnya. Justru, masih ada pengunjung yang ziarah (menengok peti kerangka) begitu, bahkan ada yang dari Bali,’’ ujar Juru Kunci Situs Sumur Upas-Kedaton M Minin.

Itu terbukti dengan sejumlah bunga yang diletakkan di dekat peti tersebut. Minin menerangkan, kondisi malang pada kelima peti itu sejak sekitar delapan bulan lalu. Padahal, belum rampungnya tes forensik (DNA) pada kelima kerangka manusia tersebut. ’’Sebelumnya, sejak sekitar empat tahun lalu, itu disimpan di dalam (komplek bangunan Situs Sumur Upas-Kedaton). Kalau di simpan di dalam (komplek situs) ya banyak pengunjung yang membuka ingin lihat. Ya, karena ini proses tes DNA belum selesai jadi masih disimpan di sini,’’ terangnya.

Baca Juga :  Garam Dapur di Pasar Tradisional Langka

Menurutnya, disimpannya peti berisi kerangka manusia yang dikeramatkan masyarakat itu disimpan di dalam gudang tersebut hanya sementara. Sebab, sembari menunggu tes forensik rampung, pihaknya turut menanti perbaikan gedung bangunan di komplek situs tersebut. ’’Sebenarnya ini tidak layak, tapi ini sifatnya sementara saja. Ini juga nunggu renovasi dengan bangunan situs, biar layak. Kalau ini ada bocor ya langsung saya perbaiki,’’ urainya.

Diakuinya, kelima peti yang disimpan di gudang itu memunculkan pro dan kontra dari kalangan masyarakat. ’’Ada (pro dan kontra), banyak pengunjung minta supaya dimakamkan. Saya pribadi juga supaya segera dimakamkan saja di sekitar sini. Karena sama penduduk sini dianggap seperti punden,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Koordinator Juru Pelihara BPCB Jatim Marsaid menambahkan, diletakkannya peti tersebut lantaran belum ditentukan pasti latar belakangnya. Apakah kelimanya kerangka di era majapahit ataupun bukan. ’’Informasi yang saya dapat, itu kerangka manusia di masa penjajahan Belanda. Namun karena ditemukan di sekitar situs, oleh warga sekitar dianggap sebagai kerangka leluhur (Majapahit),’’ sebutnya.

Baca Juga :  Ratusan Buruh di Kabupaten Mojokerto Di-PHK, Akibat Pandemi Covid-19

Ditambahkannya, digudangkannya peti tersebut lantaran adanya regulasi yang berlaku. Salah satunya, dilarang adanya kerangka manusia di dalam komplek situs cagar budaya. ’’Tidak bisa di dalam situs. Kalau situs sudah digali dan menemukan kerangka serta dimasukkan ke dalam peti, ditaruh di luar situs. Karena situs bukan tempat pemakaman,’’ tegasnya.

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan sampai kelima peti tersebut digudangkan. Sebab, selain menunggu hasil uji forensik, pihaknya masih menunggu kebijakan pimpinan. ’’Kami masih belum bisa pastikan sampai kapan, kami tunggu kebijakan pimpinan,’’ imbuhnya.

Pemerhati Majapahit sekaligus Ketua Gotrah Wilwatikta Anam Anis menyayangkan digudangkannya kelima peti kerangka manusia tersebut. Menurutnya, BPCB Jatim mesti melihat aspek kemanusiaan dengan segera memakamkan kelimanya. Terlepas dari hasil forensik yang akan menunjukkan kerangka di era kini ataupun Majapahit.

’’Segera dimakamkan saja, harusnya itu dilihat dari kacamata kemanusiaan. Caranya, BPCB Jatim bisa mengumpulkan tokoh agama dan spiritual terkait prosesi pemakaman kelimanya sekaligus ditentukan dimana dimakamkannya. Apakah nanti dikasih batu nisan mapahitan atau seperti apa, itu keputusan bersama,’’ terangnya. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Pilih Fokus Bina Usia Dini

Pasukan Jibom Diterjunkan

Nikmati Keseruan di Lereng Welirang

Artikel Terbaru


/