alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Kali Lamong Urung Dinormalisasi

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kali Lamong yang melintasi sejumlah desa di Kecamatan Dawarblandong urung dinormalisasi. Banjir langganan akibat luapan Kali Lamong bakal ditangani dengan penanggulan. Bahkan, pemkab telah diminta menyiapkan sedikitnya 46,2 hektare lahan untuk pengerjaan tanggul baru.

Camat Dawarblandong Norman Handhito mengungkapkan, permasalahan banjir langganan dampak meluapnya Kali Lamong mulai ditangani serius. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi yang dilakukan sekitar tiga minggu lalu. Rapat konprehensif itu juga melibatkan sejumlah pihak provinsi yang berkaitan dengan penanganan banjir di Kabupaten Mojokerto. BBWS Bengawan Solo, BBWS Brantas, Jasa Tirta, serta Dinas Pengairan Provinsi Jatim.

BBWS Brantas Solo tengah mempersiapkan penanganan menyeluruh di seluruh daerah langganan banjir. Bukan pengerukan sungai sebagaimana rencana beberapa bulan lalu. Melainkan pembuatan tanggul  baru. ”Skema penanganannya adalah ditanggul. Tidak dikeruk,” katanya kemarin. Pembatalan normalisasi ini di luar perkiraan banyak daerah. Sebab, sebelumnya rencana penanganan permanen bakal dilakukan dengan pendalaman sungai.

Baca Juga :  Bupati Peringati Hari Koperasi Nasional Ke-74 dan Hari UMKM Nasional

Bahkan, Kabupaten Gresik pun berharap banjir langganan ini ditangani melalui pengerukan. Namun, hal ini ternyata urung dilakukan. Norman menyebutkan, normalisasi Kali Lamong dibatalkan semata karena tidak masuk dalam anggaran BBWS Bengawan Solo. ”BBWS ternyata menganggarkan untuk penanggulan,” tambahnya. Terkait rencana ini, pihaknya diminta untuk mempersiapkan lahan pembangunan tanggul.

Sekiditnya, 46,2 hektare lahan di Kecamatan Dawarblandong masuk dalam proyeksi BBWS Bengawan Solo dalam penanggulan Kali Lamong. Lahan itu terbagi dalam enam desa. Meliputi, Desa Talunblandong, Desa Cinandang, Desa Gunungsari, Desa Sumberwuluh, Desa Simongagrok, serta Desa Banyulegi.

”Hanya dari daftar yang diberikan kepada kami, ada beberapa desa yang tidak perlu (dibuat tanggul). Sehingga, bisa dialihkan ke desa lain yang benar-benar dilewati Kali Lamong dan terdampak (banjir luapan),” terangnya. Terhadap daftar desa itu pihaknya melakukan pemilahan. Pasalnya, menurut Norman, terdapat tiga desa yang minim terdampak banjir luapan.

Meliputi, Desa Cinandang, Desa Gunungsari, serta Desa Sumberwuluh. ”Cinandang, saya kurang setuju karena tidak terdampak. Terus Gunungsari tidak dilewati Kali Lamong. Dan Sumberwuluh yang selama ini dilewati Kali Lamong namun tidak terlalu berdampak. Sehingga, itu yang perlu dilakukan evaluasi lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Penyakit Jantung Kini Mulai Serang Usia Muda

Menurutnya, penanganan ini bakal dilakukan setelah pemkab telah menyiapkan lahan. Tanggul baru dibangun di atas lahan baru. Pemkab juga telah mengirimkan surat ke BBSW Bengawan Solo terkait hal ini. Terlebih pada Jumat (12/3) malam sejumlah desa di Kecamatan Dawarblandong kembali terdampak banjir luapan Kali Lamong. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bahkan turun langsung ke lokasi banjir pada keesokan harinya.

Didampingi Pj Sekdakab Didik Chusnul Yakin dan Kepala Pelaksana BPBD M. Zaini, bupati meninjau kondisi warga di Desa Pulorejo dan Talunblandong. ”Waktu peninjauan itu Pak (Pj) Sekda sudah bilang kepada kami kalau sudah menyiurati BBWS. Supaya segera dilakukan upaya penanganan terkait hasil koordinasi itu,” pungkasnya. (adi)

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kali Lamong yang melintasi sejumlah desa di Kecamatan Dawarblandong urung dinormalisasi. Banjir langganan akibat luapan Kali Lamong bakal ditangani dengan penanggulan. Bahkan, pemkab telah diminta menyiapkan sedikitnya 46,2 hektare lahan untuk pengerjaan tanggul baru.

Camat Dawarblandong Norman Handhito mengungkapkan, permasalahan banjir langganan dampak meluapnya Kali Lamong mulai ditangani serius. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi yang dilakukan sekitar tiga minggu lalu. Rapat konprehensif itu juga melibatkan sejumlah pihak provinsi yang berkaitan dengan penanganan banjir di Kabupaten Mojokerto. BBWS Bengawan Solo, BBWS Brantas, Jasa Tirta, serta Dinas Pengairan Provinsi Jatim.

BBWS Brantas Solo tengah mempersiapkan penanganan menyeluruh di seluruh daerah langganan banjir. Bukan pengerukan sungai sebagaimana rencana beberapa bulan lalu. Melainkan pembuatan tanggul  baru. ”Skema penanganannya adalah ditanggul. Tidak dikeruk,” katanya kemarin. Pembatalan normalisasi ini di luar perkiraan banyak daerah. Sebab, sebelumnya rencana penanganan permanen bakal dilakukan dengan pendalaman sungai.

Baca Juga :  Bupati Peringati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

Bahkan, Kabupaten Gresik pun berharap banjir langganan ini ditangani melalui pengerukan. Namun, hal ini ternyata urung dilakukan. Norman menyebutkan, normalisasi Kali Lamong dibatalkan semata karena tidak masuk dalam anggaran BBWS Bengawan Solo. ”BBWS ternyata menganggarkan untuk penanggulan,” tambahnya. Terkait rencana ini, pihaknya diminta untuk mempersiapkan lahan pembangunan tanggul.

Sekiditnya, 46,2 hektare lahan di Kecamatan Dawarblandong masuk dalam proyeksi BBWS Bengawan Solo dalam penanggulan Kali Lamong. Lahan itu terbagi dalam enam desa. Meliputi, Desa Talunblandong, Desa Cinandang, Desa Gunungsari, Desa Sumberwuluh, Desa Simongagrok, serta Desa Banyulegi.

”Hanya dari daftar yang diberikan kepada kami, ada beberapa desa yang tidak perlu (dibuat tanggul). Sehingga, bisa dialihkan ke desa lain yang benar-benar dilewati Kali Lamong dan terdampak (banjir luapan),” terangnya. Terhadap daftar desa itu pihaknya melakukan pemilahan. Pasalnya, menurut Norman, terdapat tiga desa yang minim terdampak banjir luapan.

- Advertisement -

Meliputi, Desa Cinandang, Desa Gunungsari, serta Desa Sumberwuluh. ”Cinandang, saya kurang setuju karena tidak terdampak. Terus Gunungsari tidak dilewati Kali Lamong. Dan Sumberwuluh yang selama ini dilewati Kali Lamong namun tidak terlalu berdampak. Sehingga, itu yang perlu dilakukan evaluasi lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Gelontor BST APBD Rp 4 Miliar Lebih

Menurutnya, penanganan ini bakal dilakukan setelah pemkab telah menyiapkan lahan. Tanggul baru dibangun di atas lahan baru. Pemkab juga telah mengirimkan surat ke BBSW Bengawan Solo terkait hal ini. Terlebih pada Jumat (12/3) malam sejumlah desa di Kecamatan Dawarblandong kembali terdampak banjir luapan Kali Lamong. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bahkan turun langsung ke lokasi banjir pada keesokan harinya.

Didampingi Pj Sekdakab Didik Chusnul Yakin dan Kepala Pelaksana BPBD M. Zaini, bupati meninjau kondisi warga di Desa Pulorejo dan Talunblandong. ”Waktu peninjauan itu Pak (Pj) Sekda sudah bilang kepada kami kalau sudah menyiurati BBWS. Supaya segera dilakukan upaya penanganan terkait hasil koordinasi itu,” pungkasnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/