alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Sungai Brantas Zona Kuning, Jembatan Rolak Songo Ditutup

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peningkatan debit air Sungai Brantas berstatus zona kuning Senin (15/2). Lonjakan debit air membuat Jembatan Rolak Songo, di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, ditutup selama sekitar empat jam. Larangan melintas khusus roda empat ini untuk mengurangi getaran di tengah derasnya arus sungai.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, seluruh pintu Dam Rolak Songo dibuka. Elevasi muka air terpantau mencapai 17,8 meter. Selain itu, di kedua ujung jembatan tampak terpasang portal larangan masuk untuk roda empat. Portal arangan melintas ini mulai dipasang sekitar pukul 09.45. Sejumlah mobil pribadi, baik dari arah Mojokerto maupun Sidoarjo yang hendak melewati jembatan terpaksa mencari jalan alternatif. ”Selama musim hujan, setahu saya, baru kali ini (jembatan) ditutup,” ungkap Imam Wahyudi, warga setempat di lokasi.

Baca Juga :  Banyak Tanggul Kali Sadar dalam Posisi Menggantung

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto M. Zaini mengatakan, hujan lebat dengan intensitas tinggi memengaruhi peningkatan debit air Sungai Brantas. Akibatnya, di Dam Rolak Songo, elevasi muka air mencapai 17,8 meter. Sementara itu, debit air mengalami lonjakan hingga 1332,61 meter kubik per detik.

Menurut Zaini, lonjakan debit air membuat status Sungai Brantas menjadi siaga kuning. Sehingga, sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) jembatan harus ditutup. ”Kalau (status debit air) sampai siaga kuning memang harus ditutup untuk roda empat,” ungkapnya.

Penutupan dilakukan guna mengantisipasi getaran akibat kendaraan roda empat yang melintas. Penutupan ini berlangsung selama kurang lebih empat jam. Mulai sekitar pukul 10.00 dan dibuka lagi sekitar pukul 14.00. ”Jembatan dibuka lagi kalau status debit air sudah turun ke zona hijau atau maksimal 1200 meter kubik per debit,” tambahnya.

Baca Juga :  Peduli Pendidikan, Kodim 0815/Mojokerto Rehab SDN Duyung

Kendati telah mengalami penutunan, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap debit Sungai Brantas. Langkah ini dilakukan agar pihaknya bersama Perum Jasa Tirta I sebagai pengelola Sungai Brantas bisa melakukan tindakan sesuai dengan tinggat elevasi sungai. Apalagi, hujan deras dengan intensitas tinggi diprediksi masih terjadi hingga beberapa pekan ke depan. (adi)

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peningkatan debit air Sungai Brantas berstatus zona kuning Senin (15/2). Lonjakan debit air membuat Jembatan Rolak Songo, di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, ditutup selama sekitar empat jam. Larangan melintas khusus roda empat ini untuk mengurangi getaran di tengah derasnya arus sungai.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, seluruh pintu Dam Rolak Songo dibuka. Elevasi muka air terpantau mencapai 17,8 meter. Selain itu, di kedua ujung jembatan tampak terpasang portal larangan masuk untuk roda empat. Portal arangan melintas ini mulai dipasang sekitar pukul 09.45. Sejumlah mobil pribadi, baik dari arah Mojokerto maupun Sidoarjo yang hendak melewati jembatan terpaksa mencari jalan alternatif. ”Selama musim hujan, setahu saya, baru kali ini (jembatan) ditutup,” ungkap Imam Wahyudi, warga setempat di lokasi.

Baca Juga :  Banyak Tanggul Kali Sadar dalam Posisi Menggantung

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto M. Zaini mengatakan, hujan lebat dengan intensitas tinggi memengaruhi peningkatan debit air Sungai Brantas. Akibatnya, di Dam Rolak Songo, elevasi muka air mencapai 17,8 meter. Sementara itu, debit air mengalami lonjakan hingga 1332,61 meter kubik per detik.

Menurut Zaini, lonjakan debit air membuat status Sungai Brantas menjadi siaga kuning. Sehingga, sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) jembatan harus ditutup. ”Kalau (status debit air) sampai siaga kuning memang harus ditutup untuk roda empat,” ungkapnya.

Penutupan dilakukan guna mengantisipasi getaran akibat kendaraan roda empat yang melintas. Penutupan ini berlangsung selama kurang lebih empat jam. Mulai sekitar pukul 10.00 dan dibuka lagi sekitar pukul 14.00. ”Jembatan dibuka lagi kalau status debit air sudah turun ke zona hijau atau maksimal 1200 meter kubik per debit,” tambahnya.

Baca Juga :  Sling Crane Putus, Karyawan Tewas Tertimpa Tangki

Kendati telah mengalami penutunan, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap debit Sungai Brantas. Langkah ini dilakukan agar pihaknya bersama Perum Jasa Tirta I sebagai pengelola Sungai Brantas bisa melakukan tindakan sesuai dengan tinggat elevasi sungai. Apalagi, hujan deras dengan intensitas tinggi diprediksi masih terjadi hingga beberapa pekan ke depan. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Roaster Wajib Teliti Agar Taste Seimbang

Otak-Atik Komposisi Sampai Mei

Warga Berharap Ikfina Jadi Penengah

Artikel Terbaru


/