alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Sengaja Telantarkan Bayi di Masjid karena Takut Orang Tua

MOJOKERTO – Motif penelantaran bayi baru berusia tujuh hari di Masjid Baiturrahman, Dusun Ketangi, Desa Ngembeh,  Kecamatan Dlanggu,  Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/1) akhirnya terbongkar.

Bayi laki-laki anak dari pasangan kekasih Bayu Anggara, 22, dan Beatrice Achnes, 22, seorang mahasiswi kesehatan kampus swasta di Mojokerto, ini ditelantarkan karena alasan malu memiliki keturunan di luar nikah.

Selain itu, takut aibnya terbongkar atau diketahui orang tua. Apalagi, disebut-sebut, orang tua Beatrice tidak merestui hubungan keduanya. “Takut ketahuan orang tua,” kata Bayu Anggara, di Mapolres Mojokerto, Selasa (16/1).

Sebelumnya, pasangan ini ditangkap Satreskrim Polres Mojokerto, pada Senin (15/1) pagi. Keberadaan keduanya terungkap sebagai orang tua kandung sekaligus penelantaran bayi setelah polisi mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti. 

Baca Juga :  Bansos Sembako Dipangkas Separo

Hingga, pelaku penelantaran bayi tak berdosa di mihrab masjid tersebut diketahui. Mereka ditangkap di rumah kos di Perum Jabon Estate, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. ’’Dua pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka,’’ ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata.

Bayu diketahui warga asal Desa/Kecamatan Umbulsari dan Beatrice warga Dusun Pondok Waluh, Desa/Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M. Solikhin Fery menambahkan, pasangan sejoli ini ditangkap berdasarkan keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara.

Sebab, sebelum bayi yang kulitnya masih tampak kemerahan ditemukan muadzin setempat, Karnadi, sebelumnya ada saksi melihat pasangan laki-laki dan perempuan masuk ke dalam masjid. Dari situ, polisi kemudian menelusuri jejak pasangan kekasih tersebut. ’’Senin pagi (kemarin, Red) dua pelaku kami tangkap di rumah kos mereka,’’ jelas Fery.

Baca Juga :  Patih Gajah Mada Simbol Pemersatu Nusantara

 

MOJOKERTO – Motif penelantaran bayi baru berusia tujuh hari di Masjid Baiturrahman, Dusun Ketangi, Desa Ngembeh,  Kecamatan Dlanggu,  Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/1) akhirnya terbongkar.

Bayi laki-laki anak dari pasangan kekasih Bayu Anggara, 22, dan Beatrice Achnes, 22, seorang mahasiswi kesehatan kampus swasta di Mojokerto, ini ditelantarkan karena alasan malu memiliki keturunan di luar nikah.

Selain itu, takut aibnya terbongkar atau diketahui orang tua. Apalagi, disebut-sebut, orang tua Beatrice tidak merestui hubungan keduanya. “Takut ketahuan orang tua,” kata Bayu Anggara, di Mapolres Mojokerto, Selasa (16/1).

Sebelumnya, pasangan ini ditangkap Satreskrim Polres Mojokerto, pada Senin (15/1) pagi. Keberadaan keduanya terungkap sebagai orang tua kandung sekaligus penelantaran bayi setelah polisi mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti. 

Baca Juga :  Plengsengan Kali Sadar yang Ambrol Makin Meluas

Hingga, pelaku penelantaran bayi tak berdosa di mihrab masjid tersebut diketahui. Mereka ditangkap di rumah kos di Perum Jabon Estate, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. ’’Dua pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka,’’ ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata.

Bayu diketahui warga asal Desa/Kecamatan Umbulsari dan Beatrice warga Dusun Pondok Waluh, Desa/Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M. Solikhin Fery menambahkan, pasangan sejoli ini ditangkap berdasarkan keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara.

- Advertisement -

Sebab, sebelum bayi yang kulitnya masih tampak kemerahan ditemukan muadzin setempat, Karnadi, sebelumnya ada saksi melihat pasangan laki-laki dan perempuan masuk ke dalam masjid. Dari situ, polisi kemudian menelusuri jejak pasangan kekasih tersebut. ’’Senin pagi (kemarin, Red) dua pelaku kami tangkap di rumah kos mereka,’’ jelas Fery.

Baca Juga :  GTT Terima Subsidi Honor Rp 700 Ribu per Bulan

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/