alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Besok, Vaksinasi Anak Dimulai

KOTA-KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wacana vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Mojokerto, bakal digelar dalam waktu dekat. Pasalnya, Senin (13/12) malam, Kemenkes menelurkan juknis terkait pelaksanaan vaksinasi anak usia SD tersebut.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan, hari ini pihaknya menggelar rapat koordinasi untuk lintas sektoral untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut. Sedianya, pelaksanaan vaksinasi bisa dilakukan mulai Kamis (16/12) mendatang. ”Untuk pelaksanaannya diupayakan Kamis besok, namun di beberapa tempat dulu. Intinya harus segera kita lakukan sebelum Nataru,” ucapnya, kemarin.

Lily melanjutkan, Kota Mojokerto mendapatkan alokasi vaksin dari pusat yang diperuntukkan bagi 12.500 sasaran anak usia 6-11 tahun. Padahal, jumlah sasaran di Kota diperkirakan mencapai sekitar 16.000 anak. Sehingga, untuk menutupi kekurangan vaksin itu, pihaknya bakal menggunakan stok yang tersedia di Dinkes. ”Kurang sekitar 4.000-an dari alokasi vaksin pusat. Namun, karena kita masih punya vaksin, sambil nunggu dropping kita pakai stok yang ada dulu. Kita bakal pakai yang jenis Sinovac sesuai juknisnya,” jelas mantan Plt Kepala Puskesmas Mentikan ini.

Baca Juga :  UNBK Digelar Lebih Awal, Siswa Digembleng Simulasi

Pun, sambungnya, pelaksanaan vaksinasi anak usia SD di Kota tak bisa serentak dilakukan. Sebab, anak kelas 1, 2, 3, 5 dan 6 baru selesai melakukan imunisasi BIAS. Sehingga, diperlukan interval untuk pemberian vaksin Covid-19. Kurang lebih satu bulan pasca imunisasi BIAS. ”Kemungkinan yang kelas 4 dulu paling aman untuk mengawali giat vaksinasi ini. Karena mereka satu-satunya kelas yang tidak mendapatkan imunisasi. Nanti, kita adakan di sekolah langsung sebab lebih cepat dan untuk menghindari kerumunan,” papar dia.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kabid P2P Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono. Ia memaparkan, hingga kini, pihaknya masih berkoordinasi dengan lintas sektoral. Termasuk untuk pendataan, pihaknya menunggu rekap data dari Dispendik dan Kemenag. ”Kita masih koordinasi lintas sektor termasuk untuk pendataannya. Rencana besok (hari ini) mau sosialisasi untuk fasyankes terkait kesiapan dan teknisnya,” pungkasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  KPK Segel Ruang Kerja Bupati, Wabup dan Sekdakab Mojokerto

KOTA-KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wacana vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Mojokerto, bakal digelar dalam waktu dekat. Pasalnya, Senin (13/12) malam, Kemenkes menelurkan juknis terkait pelaksanaan vaksinasi anak usia SD tersebut.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan, hari ini pihaknya menggelar rapat koordinasi untuk lintas sektoral untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut. Sedianya, pelaksanaan vaksinasi bisa dilakukan mulai Kamis (16/12) mendatang. ”Untuk pelaksanaannya diupayakan Kamis besok, namun di beberapa tempat dulu. Intinya harus segera kita lakukan sebelum Nataru,” ucapnya, kemarin.

Lily melanjutkan, Kota Mojokerto mendapatkan alokasi vaksin dari pusat yang diperuntukkan bagi 12.500 sasaran anak usia 6-11 tahun. Padahal, jumlah sasaran di Kota diperkirakan mencapai sekitar 16.000 anak. Sehingga, untuk menutupi kekurangan vaksin itu, pihaknya bakal menggunakan stok yang tersedia di Dinkes. ”Kurang sekitar 4.000-an dari alokasi vaksin pusat. Namun, karena kita masih punya vaksin, sambil nunggu dropping kita pakai stok yang ada dulu. Kita bakal pakai yang jenis Sinovac sesuai juknisnya,” jelas mantan Plt Kepala Puskesmas Mentikan ini.

Baca Juga :  UNBK Digelar Lebih Awal, Siswa Digembleng Simulasi

Pun, sambungnya, pelaksanaan vaksinasi anak usia SD di Kota tak bisa serentak dilakukan. Sebab, anak kelas 1, 2, 3, 5 dan 6 baru selesai melakukan imunisasi BIAS. Sehingga, diperlukan interval untuk pemberian vaksin Covid-19. Kurang lebih satu bulan pasca imunisasi BIAS. ”Kemungkinan yang kelas 4 dulu paling aman untuk mengawali giat vaksinasi ini. Karena mereka satu-satunya kelas yang tidak mendapatkan imunisasi. Nanti, kita adakan di sekolah langsung sebab lebih cepat dan untuk menghindari kerumunan,” papar dia.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kabid P2P Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono. Ia memaparkan, hingga kini, pihaknya masih berkoordinasi dengan lintas sektoral. Termasuk untuk pendataan, pihaknya menunggu rekap data dari Dispendik dan Kemenag. ”Kita masih koordinasi lintas sektor termasuk untuk pendataannya. Rencana besok (hari ini) mau sosialisasi untuk fasyankes terkait kesiapan dan teknisnya,” pungkasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Kawal Kebangkitan Petani NU

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/