alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ning Ita Jadi Pembicara di Forum APEKSI 2021

JOGJAKARTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kian menunjukkan taringnya di kancah nasional. Petinggi Pemkot ini didapuk sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Teknis (RAKERNIS) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2021 yang dipusatkan di The Rich Jogja Hotel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (14/10).

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini dipercaya memaparkan materi Smart City, terkait dengan Ekonomi dan UMKM pada hari kedua Forum APEKSI. Di hadapan peserta, Ning Ita dengan cakap menjelaskan secara gamblang tentang bagaimana strategi Pemerintah Kota Mojokerto dalam rangka penguatan ekonomi dan UMKM pada masa pandemi Covid-19 melalui transformasi digital.

’’Jumlah UMKM di Kota Mojokerto ini lebih dari 32 ribu, maka mereka kami berikan fasilitasi promosi, kemudian kami siapkan aplikasi belanja online, dan juga marketplace. Kebetulan UMKM di tempat kami sudah melek digital, tinggal bagaimana kami memastikan kegiatan marketing mereka di saat pandemi, seratus persen melalui digital marketing,’’ kata Ning Ita.

Baca Juga :  Proyek Alun-Alun Tetap Berlanjut

Lebih lanjut, posisi Kota Mojokerto sebagai kota penyangga dari Ibu Kota Provinsi Jawa Timur dan memiliki ribuan UMKM yang mendominasi, membuat Pemkot Mojokerto mendorong sektor UMKM melalui pemberdayaan masyarakat dalam padat karya. Di antaranya melalui inkubasi kemandirian pangan, serta inkubasi wirausaha.

’’Untuk mendukung pengembangan UMKM, kami juga melakukan fasilitasi terhadap pemberian merek, uji nutrisi, halal, dan layak izin kepada produk-produk UMKM kami, karena sebagian besar produk UMKM Kota Mojokerto yang terkenal adalah kulinernya,’’ ungkapnya

Diketahui, selain memberikan fasilitasi kepada UMKM, Pemkot Mojokerto juga turut memberikan fasilitasi untuk koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional. Sekitar 190 koperasi telah diberikan pendampingan agar bagaimana koperasi dapat berkembang tidak hanya bisnis simpan pinjam.

Baca Juga :  Transfer Bagi Hasil Tiket Wisata Belum Jelas

’’Melalui beberapa upaya tersebut maka bisa dilihat hasilnya pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto bisa naik kembali di era pandemi Covid-19 yang sempat menurun,’’ jelas Ning Ita.

Menutup paparannya, Ning Ita menyambut baik atas adanya Forum APEKSI yang bisa menjadi ajang sharing antardaerah atas potensi yang bisa digali dari masing-masing daerah.

’’Fungsi sharing seperti ini tentu bisa saling berbagi dan bersinergi, menginspirasi antara satu daerah dengan daerah lain, yang tujuanya kedepan adalah kota-kota di indonesia menjadi kota -kota yang cerdas,’’ pungkasnya.

Selain Ning Ita, turut pula menjadi Narasumber dalam forum ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, serta Wali Kota Sawahlunto Deri Asta. (dit/adv)

 

JOGJAKARTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kian menunjukkan taringnya di kancah nasional. Petinggi Pemkot ini didapuk sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Teknis (RAKERNIS) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2021 yang dipusatkan di The Rich Jogja Hotel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (14/10).

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini dipercaya memaparkan materi Smart City, terkait dengan Ekonomi dan UMKM pada hari kedua Forum APEKSI. Di hadapan peserta, Ning Ita dengan cakap menjelaskan secara gamblang tentang bagaimana strategi Pemerintah Kota Mojokerto dalam rangka penguatan ekonomi dan UMKM pada masa pandemi Covid-19 melalui transformasi digital.

’’Jumlah UMKM di Kota Mojokerto ini lebih dari 32 ribu, maka mereka kami berikan fasilitasi promosi, kemudian kami siapkan aplikasi belanja online, dan juga marketplace. Kebetulan UMKM di tempat kami sudah melek digital, tinggal bagaimana kami memastikan kegiatan marketing mereka di saat pandemi, seratus persen melalui digital marketing,’’ kata Ning Ita.

Baca Juga :  Molagar, Sensasional Majapahit dalam Pancaran 1001 Lampion

Lebih lanjut, posisi Kota Mojokerto sebagai kota penyangga dari Ibu Kota Provinsi Jawa Timur dan memiliki ribuan UMKM yang mendominasi, membuat Pemkot Mojokerto mendorong sektor UMKM melalui pemberdayaan masyarakat dalam padat karya. Di antaranya melalui inkubasi kemandirian pangan, serta inkubasi wirausaha.

’’Untuk mendukung pengembangan UMKM, kami juga melakukan fasilitasi terhadap pemberian merek, uji nutrisi, halal, dan layak izin kepada produk-produk UMKM kami, karena sebagian besar produk UMKM Kota Mojokerto yang terkenal adalah kulinernya,’’ ungkapnya

Diketahui, selain memberikan fasilitasi kepada UMKM, Pemkot Mojokerto juga turut memberikan fasilitasi untuk koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional. Sekitar 190 koperasi telah diberikan pendampingan agar bagaimana koperasi dapat berkembang tidak hanya bisnis simpan pinjam.

Baca Juga :  Rehab Masjid Agung Al Fattah Kembali Dipoles Anggaran Rp 15 Miliar
- Advertisement -

’’Melalui beberapa upaya tersebut maka bisa dilihat hasilnya pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto bisa naik kembali di era pandemi Covid-19 yang sempat menurun,’’ jelas Ning Ita.

Menutup paparannya, Ning Ita menyambut baik atas adanya Forum APEKSI yang bisa menjadi ajang sharing antardaerah atas potensi yang bisa digali dari masing-masing daerah.

’’Fungsi sharing seperti ini tentu bisa saling berbagi dan bersinergi, menginspirasi antara satu daerah dengan daerah lain, yang tujuanya kedepan adalah kota-kota di indonesia menjadi kota -kota yang cerdas,’’ pungkasnya.

Selain Ning Ita, turut pula menjadi Narasumber dalam forum ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, serta Wali Kota Sawahlunto Deri Asta. (dit/adv)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/