alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Petugas Puskesmas Uji Swab Masal

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan petugas di Puskesmas Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, menjalani uji swab. Tes usap secara masal itu dilakukan setelah seorang petugas tracing terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengungkapkan, uji swab dilakukan secara bertahap muali Sabtu (12/8) atau sejak penutupan sementara pelayanan di Puskesmas Kedundung. Menurutnya, tes dilakukan kepada semua petugas yang teridentifikasi kontak erat berdasarkan hasil tracing. ’’Semua kontak erat. Sejumlah 42 orang dilakukan swab,’’ terangnya.

Uji swab masal tersebut telah berakhir Senin (14/9). Namun, pembukaan pelayanan masih tergantung dari hasil uji polymerase chain reaction (PCR). Jika terdapat petugas yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka segera dievakuasi ke Rusunawa Cinde untuk menjalani karantina. ’’Tapi jika hasil swab negatif, maka besoknya bisa langsung kerja,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Belasan Honorer RSUD Kota Bakal Dirumahkan

Untuk sementara, penutupan masih dijadwalkan hingga Jumat (18/9). Namun, jika hasil swab keluar lebih cepat, pembukaan dimungkinkan bisa dipercepat. ’’Saat ini swab masih menunggu hasil,’’ imbuhnya.

Seluruh pelayanan kesehatan di puskesmas yang berada di Jalan By Pass Kota Mojokerto itu sementara dialihkan ke Puskesmas Blooto dan rumah sakit terdekat. Meliputi, pelayanan rawat inap, persalinan, hingga kegawatdaruratan.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini menyebutkan, petugas kesehatan (nakes) memang menjadi salah satu kelompok yang berisiko tinggi terpapar Covid-19. Khususnya bagi yang tergabung dalam tim tracing.

Karena itu, para nakes selama ini telah dibekali alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan. Namun, hal itu belum bisa menjadi jaminan. Pasalnya, risiko penularan Covid-19 tidak hanya rentan saat jam tugas, tetapi saat di luar dinas juga berpotensi. ’’Semua sudah ada SOP-nya ketika menjalankan tugsas. Tapi virus kan tidak hanya mengancam saat tugas. Bisa saja kadang di luar tugas,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Diserang Chikungunya, Warga Alami Demam, Meriang, dan Nyeri Persendian

Di sisi lain, imbuh Gaguk, para nakes yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 juga mendapatkan pengawasan khusus. Secara berkala dilakukan skrining untuk memastikan kondisi kesehatannya. ’’Terlebih ketika ada gejala klinis sekecil apa pun, itu langsung disikapi untuk dipreriksa,’’ paparnya.

Sebagaimana diketahui, pemkot terpaksa melakukan penutupan pelayanan sementara di Puskesmas Kedundung selama sepekan. Akibat kasus serupa, sebelumnya, Pustu Gunug Gedangan juga ditutup semetara sejak minggu lalu.

Itu menyusul terdapat salah satu bidan yang terinfeksi virus SARS CoV-2. ’’Penularan Covid-19 mengancam siapa saja. Tidak hanya nakes. Artinya semuanya pun juga harus waspada,’’ pungkas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini. 

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan petugas di Puskesmas Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, menjalani uji swab. Tes usap secara masal itu dilakukan setelah seorang petugas tracing terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengungkapkan, uji swab dilakukan secara bertahap muali Sabtu (12/8) atau sejak penutupan sementara pelayanan di Puskesmas Kedundung. Menurutnya, tes dilakukan kepada semua petugas yang teridentifikasi kontak erat berdasarkan hasil tracing. ’’Semua kontak erat. Sejumlah 42 orang dilakukan swab,’’ terangnya.

Uji swab masal tersebut telah berakhir Senin (14/9). Namun, pembukaan pelayanan masih tergantung dari hasil uji polymerase chain reaction (PCR). Jika terdapat petugas yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka segera dievakuasi ke Rusunawa Cinde untuk menjalani karantina. ’’Tapi jika hasil swab negatif, maka besoknya bisa langsung kerja,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Kartu Pos Siap Diundi

Untuk sementara, penutupan masih dijadwalkan hingga Jumat (18/9). Namun, jika hasil swab keluar lebih cepat, pembukaan dimungkinkan bisa dipercepat. ’’Saat ini swab masih menunggu hasil,’’ imbuhnya.

Seluruh pelayanan kesehatan di puskesmas yang berada di Jalan By Pass Kota Mojokerto itu sementara dialihkan ke Puskesmas Blooto dan rumah sakit terdekat. Meliputi, pelayanan rawat inap, persalinan, hingga kegawatdaruratan.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini menyebutkan, petugas kesehatan (nakes) memang menjadi salah satu kelompok yang berisiko tinggi terpapar Covid-19. Khususnya bagi yang tergabung dalam tim tracing.

- Advertisement -

Karena itu, para nakes selama ini telah dibekali alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan. Namun, hal itu belum bisa menjadi jaminan. Pasalnya, risiko penularan Covid-19 tidak hanya rentan saat jam tugas, tetapi saat di luar dinas juga berpotensi. ’’Semua sudah ada SOP-nya ketika menjalankan tugsas. Tapi virus kan tidak hanya mengancam saat tugas. Bisa saja kadang di luar tugas,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Kodim Silaturahmi dengan Keluarga Besar TNI

Di sisi lain, imbuh Gaguk, para nakes yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 juga mendapatkan pengawasan khusus. Secara berkala dilakukan skrining untuk memastikan kondisi kesehatannya. ’’Terlebih ketika ada gejala klinis sekecil apa pun, itu langsung disikapi untuk dipreriksa,’’ paparnya.

Sebagaimana diketahui, pemkot terpaksa melakukan penutupan pelayanan sementara di Puskesmas Kedundung selama sepekan. Akibat kasus serupa, sebelumnya, Pustu Gunug Gedangan juga ditutup semetara sejak minggu lalu.

Itu menyusul terdapat salah satu bidan yang terinfeksi virus SARS CoV-2. ’’Penularan Covid-19 mengancam siapa saja. Tidak hanya nakes. Artinya semuanya pun juga harus waspada,’’ pungkas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/