alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

CJH Gagal ke Tanah Suci Tahun Ini, Prioritas Keberangkatan 2021

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenag akan memprioristaskan bagi calon jamaah haji (CJH) 2020 yang gagal berangkat untuk pelaksanaan haji tahun 2021.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali mengatakan, pelaksanaan ibadah haji 2021 tetap memprioritaskan yang tertunda 2020. Sehingga CJH yang tahun ini gagal berangkat ke Tanah Suci tidak perlu khawatir.

Nama-nama CJH bakal menjadi prioritas diberangkatkan tahun depan. ”Pemerintah akan prioritaskan CJH yang tertunda, dan akan mendapat hak pada 2021. Serta CJH yang sudah lunas biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) 2020, otomatis pasti berangkat tahun depan. Jadi kuotanya tidak akan hilang,” ujarnya

Pembatalan haji tertuang dalam Peraturan Menteri Aagama(PMA) Nomor 494 Tahun 2020  ini, lanjut Mukti Ali, memundurkan masa antrean CJH dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Di mana, yang seharusnya berangkat 2021, mundur menjadi 2022, dan seterusnya.

Namun, imbuh dia, CJH berhak lunas akan tetap memiliki nomor porsi untuk diberangkatkan tahun depan, sepanjang hanya menarik setoran pelunasan. ”Uang pelunasan disimpan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji Indonesia (BPKIH) dan nilai manfaatnya akan dikembalikan kepada CJH sebelum keberangkatan haji 2021,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Jaminan Kecelakaan dan Kematian Pegawai Non-ASN Pemkot Dicover

Dia menjelaskan, dengan adanya pembatalan keberangkatan haji tahun ini, pemerintah memberikan dua opsi. Pertama, CJH tidak menarik kembali BPIH yang telah disetorkan. Kedua, CJH dapat menarik setoran pelunasan BPIH.

”Bagi jamaah yang menarik setoran pelunasan, mereka harus kembali melunasi BPIH yang ditetapkan tahun depan. Kalau tidak melunasi, dianggap membatalkan keberangkatan hajinya di tahun depan,” ujarnya.

Sebaliknya, bila CJH menarik seluruh setoran hajinya (setoran awal dan pelunasan), otomatis yang bersangkutan membatalkan porsi hajinya. Menurut Mukti Ali sosialisasi kebijakan tersebut akan dilakukan oleh jajaran Kemenag dari pusat hingga daerah. Dengan melibatkan kantor urusan agama (KUA) dan mitra kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) dan umrah.

CJH boleh mengambil kembali uang pelunasan jika membutuhkan. Dengan catatan yang diambil hanya uang pelunasan saja, bukan termasuk setoran awal. Dan saat pelunasan nanti, mengikuti proses pelunasan kembali, serta kalau ini diambil semuanya porsinya hilang dan tidak bisa berangkat pada  2021

Seperti diketahui, pelaksanaan musim haji haji tahun ini tertunda karena pandemi Covid-19.Menyusul pemerintah telah mempersiapkan beberapa opsi terkait pelaksanaan haji 2021.Pertama, berangkat 100 persen bila Covid-19 sudah hilang.

Baca Juga :  Empat Kelas SDN Rusak, Wali Murid Waswas Keamanan Siswa

Opsi kedua, berangkat dengan pengurangan kuota jika masih diberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Sementara opsi ketiga, batal berangkat lagi jika masih dalam kondisi darurat Covid-19. ”Opsi-opsi ini dipilih saat pelaksanaan ibadah haji karena meningkatnya kasus Covid-19,” tandas Mukti.

Menurut dia tertundanya pemberangkatan CJH Indonesia tahun 2020 merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh JCH untuk pemantapan manasik haji. Sebagaimana tujuan penyelenggaraan haji termaktub dalam pasal 3 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, untuk peningkatan pembinaan, layanan, dan perlindungan jamaah, serta kemandirian dan ketahanan jamaah.

’’Terkait dengan pelaksanaan ibadah haji 2021 tersebut, kami akan senantiasa memberikan imbauan kepada calon jamaah untuk ikut pelatihan manasik haji.Baik secara pribadi maupun virtual.Agar saat pelaksanaan nanti CJH sudah siap, bukan hanya dari segi fisiknya.Semoga pelaksanaan ibadah haji 2021 dapat terlaksana lancar dan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (bas)

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenag akan memprioristaskan bagi calon jamaah haji (CJH) 2020 yang gagal berangkat untuk pelaksanaan haji tahun 2021.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali mengatakan, pelaksanaan ibadah haji 2021 tetap memprioritaskan yang tertunda 2020. Sehingga CJH yang tahun ini gagal berangkat ke Tanah Suci tidak perlu khawatir.

Nama-nama CJH bakal menjadi prioritas diberangkatkan tahun depan. ”Pemerintah akan prioritaskan CJH yang tertunda, dan akan mendapat hak pada 2021. Serta CJH yang sudah lunas biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) 2020, otomatis pasti berangkat tahun depan. Jadi kuotanya tidak akan hilang,” ujarnya

Pembatalan haji tertuang dalam Peraturan Menteri Aagama(PMA) Nomor 494 Tahun 2020  ini, lanjut Mukti Ali, memundurkan masa antrean CJH dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Di mana, yang seharusnya berangkat 2021, mundur menjadi 2022, dan seterusnya.

Namun, imbuh dia, CJH berhak lunas akan tetap memiliki nomor porsi untuk diberangkatkan tahun depan, sepanjang hanya menarik setoran pelunasan. ”Uang pelunasan disimpan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji Indonesia (BPKIH) dan nilai manfaatnya akan dikembalikan kepada CJH sebelum keberangkatan haji 2021,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Jaminan Kecelakaan dan Kematian Pegawai Non-ASN Pemkot Dicover

Dia menjelaskan, dengan adanya pembatalan keberangkatan haji tahun ini, pemerintah memberikan dua opsi. Pertama, CJH tidak menarik kembali BPIH yang telah disetorkan. Kedua, CJH dapat menarik setoran pelunasan BPIH.

- Advertisement -

”Bagi jamaah yang menarik setoran pelunasan, mereka harus kembali melunasi BPIH yang ditetapkan tahun depan. Kalau tidak melunasi, dianggap membatalkan keberangkatan hajinya di tahun depan,” ujarnya.

Sebaliknya, bila CJH menarik seluruh setoran hajinya (setoran awal dan pelunasan), otomatis yang bersangkutan membatalkan porsi hajinya. Menurut Mukti Ali sosialisasi kebijakan tersebut akan dilakukan oleh jajaran Kemenag dari pusat hingga daerah. Dengan melibatkan kantor urusan agama (KUA) dan mitra kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) dan umrah.

CJH boleh mengambil kembali uang pelunasan jika membutuhkan. Dengan catatan yang diambil hanya uang pelunasan saja, bukan termasuk setoran awal. Dan saat pelunasan nanti, mengikuti proses pelunasan kembali, serta kalau ini diambil semuanya porsinya hilang dan tidak bisa berangkat pada  2021

Seperti diketahui, pelaksanaan musim haji haji tahun ini tertunda karena pandemi Covid-19.Menyusul pemerintah telah mempersiapkan beberapa opsi terkait pelaksanaan haji 2021.Pertama, berangkat 100 persen bila Covid-19 sudah hilang.

Baca Juga :  Restorasi Kolam Legendaris Sekarsari Telan Rp 24 Miliar

Opsi kedua, berangkat dengan pengurangan kuota jika masih diberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Sementara opsi ketiga, batal berangkat lagi jika masih dalam kondisi darurat Covid-19. ”Opsi-opsi ini dipilih saat pelaksanaan ibadah haji karena meningkatnya kasus Covid-19,” tandas Mukti.

Menurut dia tertundanya pemberangkatan CJH Indonesia tahun 2020 merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh JCH untuk pemantapan manasik haji. Sebagaimana tujuan penyelenggaraan haji termaktub dalam pasal 3 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, untuk peningkatan pembinaan, layanan, dan perlindungan jamaah, serta kemandirian dan ketahanan jamaah.

’’Terkait dengan pelaksanaan ibadah haji 2021 tersebut, kami akan senantiasa memberikan imbauan kepada calon jamaah untuk ikut pelatihan manasik haji.Baik secara pribadi maupun virtual.Agar saat pelaksanaan nanti CJH sudah siap, bukan hanya dari segi fisiknya.Semoga pelaksanaan ibadah haji 2021 dapat terlaksana lancar dan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (bas)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/