alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Penutupan Jalan Mulai Jam 6 Sore

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaksanaan PPKM Darurat di Kabupaten Mojokerto mengalami sejumlah perubahan. Di antaranya terkait penyekatan dan penutupan jalan. Kini, penutupan jalan pada sejumlah kawasan physical distancing dimajukan dua jam lebih awal. Bahkan, di sepanjang jalan Gajah Mada Mojosari ditutup total.

Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Randy Asdar mengatakan, waktu penutupan jalan di sejumlah kawasan lebih cepat dua jam. Dari yang semula pukul 20.00, kini akan dilakukan penutupan mulai pukul 18.00. Bahkan, satu jalan protokol Kabupaten Mojokerto, yakni Jalan Gajah Mada Mojosari, ditutup total.

Dengan penutupan ini, pengguna jalan harus memutar melintasi Jalan S Parman Modopuro ataupun Jalan A. Yani Pekukuhan. ”Perubahan itu mulai berlaku sejak Selasa (13/7) kemarin dan ini berdasarkan hasil evaluasi Forkopimda,” ujarnya kemarin.

Baca Juga :  Tak Nyalakan Sein, Pemotor Disambar dari Belakang

Ditutupnya jalur protokol tersebut bukan tanpa alasan. Randy menilai, aktivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah Mojosari masih sangat tinggi. ”Jadi kebijakan itu diambil juga karena menyesuaikan petunjuk dari pemerintah pusat. Tingginya persebaran Covid-19 bisa dipengaruhi dari tingginya mobilitas masyarakat. Jadi kami berupaya menurunkan mobilitas masyarakat untuk menekan persebaran Covid-19,” ungkapnya.

Pemberlakukan PPKM darurat makin kian diperketat. Lantaran pemerintah tak ingin mengambil risiko agar PKKM kali ini memberikan hasil dan dampak yang signifikan bagi warga Kabupaten Mojokerto.

Randy menjelaskan, selain jalan Gajah Mada, potensi menutup jalur secara total masih terbuka. Hal ini mengacu tingkat sebaran dan penularan virus SARS-CoV-2 di Bumi Majapahit selama beberapa hari ke depan. ”Setiap hari kami lakukan analisa dan evaluasi bersama Dishub dan Satpol PP. Artinya kami terus berupaya mencari formula agar bisa menekan mobilitas masyarakat. Mudah-mudahan kasusnya menurun dan kita bisa menormalkan kembali,” tutup mantan Kasat Lantas Polres Trenggalek itu.

Baca Juga :  Hari Pertama Sekolah, SD-SMP Negeri Kekurangan Siswa

Sejumlah jalur yang dilakukan penutupan sejak pukul 18.00-03.00 itu di antaranya simpang empat Kenanten, Puri, simpang empat Sooko, PPST Trowulan, hingga perbatasan Trawas-Pasuruan. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaksanaan PPKM Darurat di Kabupaten Mojokerto mengalami sejumlah perubahan. Di antaranya terkait penyekatan dan penutupan jalan. Kini, penutupan jalan pada sejumlah kawasan physical distancing dimajukan dua jam lebih awal. Bahkan, di sepanjang jalan Gajah Mada Mojosari ditutup total.

Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Randy Asdar mengatakan, waktu penutupan jalan di sejumlah kawasan lebih cepat dua jam. Dari yang semula pukul 20.00, kini akan dilakukan penutupan mulai pukul 18.00. Bahkan, satu jalan protokol Kabupaten Mojokerto, yakni Jalan Gajah Mada Mojosari, ditutup total.

Dengan penutupan ini, pengguna jalan harus memutar melintasi Jalan S Parman Modopuro ataupun Jalan A. Yani Pekukuhan. ”Perubahan itu mulai berlaku sejak Selasa (13/7) kemarin dan ini berdasarkan hasil evaluasi Forkopimda,” ujarnya kemarin.

Baca Juga :  Cegah Pelanggaran Lalin, Dandim Cek Kelengkapan Kendaraan Prajurit

Ditutupnya jalur protokol tersebut bukan tanpa alasan. Randy menilai, aktivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah Mojosari masih sangat tinggi. ”Jadi kebijakan itu diambil juga karena menyesuaikan petunjuk dari pemerintah pusat. Tingginya persebaran Covid-19 bisa dipengaruhi dari tingginya mobilitas masyarakat. Jadi kami berupaya menurunkan mobilitas masyarakat untuk menekan persebaran Covid-19,” ungkapnya.

Pemberlakukan PPKM darurat makin kian diperketat. Lantaran pemerintah tak ingin mengambil risiko agar PKKM kali ini memberikan hasil dan dampak yang signifikan bagi warga Kabupaten Mojokerto.

Randy menjelaskan, selain jalan Gajah Mada, potensi menutup jalur secara total masih terbuka. Hal ini mengacu tingkat sebaran dan penularan virus SARS-CoV-2 di Bumi Majapahit selama beberapa hari ke depan. ”Setiap hari kami lakukan analisa dan evaluasi bersama Dishub dan Satpol PP. Artinya kami terus berupaya mencari formula agar bisa menekan mobilitas masyarakat. Mudah-mudahan kasusnya menurun dan kita bisa menormalkan kembali,” tutup mantan Kasat Lantas Polres Trenggalek itu.

Baca Juga :  Tak Nyalakan Sein, Pemotor Disambar dari Belakang
- Advertisement -

Sejumlah jalur yang dilakukan penutupan sejak pukul 18.00-03.00 itu di antaranya simpang empat Kenanten, Puri, simpang empat Sooko, PPST Trowulan, hingga perbatasan Trawas-Pasuruan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/