alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Tuesday, July 5, 2022

Sebelum Berangkat, CJH Dibekali Kartu Kesehatan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Calon Jamaah Haji (CJH) bakal dibekali kartu kesehatan selama menunaikan ibadah haji di tanah suci nanti. Itu sebagai syarat sekaligus pengecekan kondisi kesehatan mereka.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, sebanyak 767 CJH yang dibagi menjadi lima kloter keberangkatan akan mendapatkan kartu kesehatan sebelum tiba di tanah suci. Kartu tersebut berisi status kondisi kesehatan masing-masing. Termasuk catatan bagi mereka yang memiliki penyakit risiko tinggi (risti).

’’Mulai dari status vaksinasi Covid, meningitis serta kondisi kesehatan mereka ada komorbid atau tidak, itu sudah ada di dalam kartu kesehatan,’’ ujarnya. Sejauh ini, para CJH yang memiliki penyakit risti seperti hipertensi atau diabetes masih menjalani pemeriksaan secara berkala. Itu agar mengontrol kondisi kesehatan mereka sebelum berangkat haji. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di puskesmas atau RSUD.

Baca Juga :  Keberangkatan CJH Ditentukan Besok Tergantung Hasil Tes PCR Covid-19

’’Kalau yang butuh rujukan, langsung wajib kontrol ke RSUD. Sebab, semua riwayat pemeriksaan juga langsung masuk catatan dalam kartu kesehatan,’’ papar dia. Agus menyebut, total ada 212 CJH tahun ini yang dinyatakan memiliki penyakit risti.

Sebelum menunaikan ibadah haji, ratusan CJH juga diimbau untuk mengurangi mobilitas serta menjaga prokes. Mereka dilarang mengadakan atau mengikuti kegiatan yang bersifat kerumunan. ’’Sebab, H-1 keberangkatan nanti mereka wajib dites PCR. Kalau positif langsung diisolasi dan keberangkatannya ditunda ikut kloter lain,’’ papar dia.

Adapun, CJH kabupaten bakal menjalani tes PCR hari ini nanti. Sebab, kloter pertama keberangkatan dimulai pada 16 Juni besok. ’’Tesnya gratis, dilakukan di Labkesda,’’ tandasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  Diplot Berangkat Tahun Depan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Calon Jamaah Haji (CJH) bakal dibekali kartu kesehatan selama menunaikan ibadah haji di tanah suci nanti. Itu sebagai syarat sekaligus pengecekan kondisi kesehatan mereka.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, sebanyak 767 CJH yang dibagi menjadi lima kloter keberangkatan akan mendapatkan kartu kesehatan sebelum tiba di tanah suci. Kartu tersebut berisi status kondisi kesehatan masing-masing. Termasuk catatan bagi mereka yang memiliki penyakit risiko tinggi (risti).

’’Mulai dari status vaksinasi Covid, meningitis serta kondisi kesehatan mereka ada komorbid atau tidak, itu sudah ada di dalam kartu kesehatan,’’ ujarnya. Sejauh ini, para CJH yang memiliki penyakit risti seperti hipertensi atau diabetes masih menjalani pemeriksaan secara berkala. Itu agar mengontrol kondisi kesehatan mereka sebelum berangkat haji. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di puskesmas atau RSUD.

Baca Juga :  Manfaatkan Waktu Senggang, Sebulan Produksi Empat Kodi

’’Kalau yang butuh rujukan, langsung wajib kontrol ke RSUD. Sebab, semua riwayat pemeriksaan juga langsung masuk catatan dalam kartu kesehatan,’’ papar dia. Agus menyebut, total ada 212 CJH tahun ini yang dinyatakan memiliki penyakit risti.

Sebelum menunaikan ibadah haji, ratusan CJH juga diimbau untuk mengurangi mobilitas serta menjaga prokes. Mereka dilarang mengadakan atau mengikuti kegiatan yang bersifat kerumunan. ’’Sebab, H-1 keberangkatan nanti mereka wajib dites PCR. Kalau positif langsung diisolasi dan keberangkatannya ditunda ikut kloter lain,’’ papar dia.

Adapun, CJH kabupaten bakal menjalani tes PCR hari ini nanti. Sebab, kloter pertama keberangkatan dimulai pada 16 Juni besok. ’’Tesnya gratis, dilakukan di Labkesda,’’ tandasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  150 Pohon Rawan Tumbang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/