alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

Megaproyek Empunala Dikaji Ulang

Jembatan Warga Mulai Dilakukan Pembongkaran
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Megaproyek peningkatan Jalan Empunala harus dikebut untuk bisa tuntas di akhir tahun 2022. Saat ini, proyek konstruksi dengan nilai kontrak mencapai Rp 101 miliar itu, dikaji ulang untuk percepatan pekerjaan di sisa waktu 6 bulan ke depan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani megatakan, kaji ulang harus dilakukan menyusul ditemukan beberapa perbedaan antara perencanaan dan kondisi di lapangan.

Perbedaan itu, kata dia, meliputi beberapa titik saluran yang memiliki lebar tidak sama dan kedalaman fondasi yang juga tidak sama. ”Karena ada beberapa kondisi lapangan yang tidak sama dengan perencanaan itu, maka harus dikaji ulang,” tandasnya.

Baca Juga :  Lubang Trotoar Menganga Berbulan-bulan

Memasuki pekan kedua Juni ini, kaji ulang masih dalam tahap proses oleh tim ahli dari salah satu perguruan tinggi. Dikatakan Endah, reviu dilakukan hampir menyeluruh terkait material, metode pelaksanaan, hingga waktu pekerjaan.

Mengingat, proyek yang dikerjakan PT PP Presisi ini di-deadline merampungkan pekerjaan peningkatan saluran hingga pelebaran jalan hingga Desember nanti. ”Semuanya akan dikaji oleh tenaga ahli. Kalau selesai, kan kita jadikan sebagai dasar untuk melakukan adendum kontrak,” bebernya.

Kendati demikian, Endah mengaku proses kaji ulang tersebut tidak mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. Menurutnya, di Jalan Empunala saat ini masih terdapat sejumlah alat berat dan pekerja.

Demikian dengan proses produksi box culvert yang disebut masih tetap berjalan. Karena material berbahan beton precast tersebut sebelumnya telah melalui uji kekuatan gandar dengan beban 20 ton. ”Jadi, secara teknis dan admistrasi semua masih tetap jalan,” sebutnya.

Baca Juga :  Pemerintah-Pers Harus Tegakkan Prinsip Pagar Api

Hanya saja, proses distribusi yang masih membutuhkan waktu. Selain faktor produksi, pengiriman box culvert berukuran lebar 5-6 meter dan tinggi 2 meter itu juga harus dilakukan secara berkala. ”Sekarang produksinya terus, kemudian distribusinya nanti akan menyesuaikan,” imbuhnya.

Saat ini, sejumlah titik jembatan sudah mulai dibongkar dari atas saluran. Namun, beberapa akses utama yang masih tetap dibiarkan. Endah menambahkan, pembongkaran dilakukan bertahap karena ada beberapa jembatan yang dimanfaatkan warga sebagai akses umum yang menghubungkan ke lingkungan maupun kantor pelayanan publik. ”Kalau jembatan masih difungsikan, nanti menyesuaikan jadwal pembongkarannya,” pungkas Endah. (ram/ron)

Jembatan Warga Mulai Dilakukan Pembongkaran
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Megaproyek peningkatan Jalan Empunala harus dikebut untuk bisa tuntas di akhir tahun 2022. Saat ini, proyek konstruksi dengan nilai kontrak mencapai Rp 101 miliar itu, dikaji ulang untuk percepatan pekerjaan di sisa waktu 6 bulan ke depan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani megatakan, kaji ulang harus dilakukan menyusul ditemukan beberapa perbedaan antara perencanaan dan kondisi di lapangan.

Perbedaan itu, kata dia, meliputi beberapa titik saluran yang memiliki lebar tidak sama dan kedalaman fondasi yang juga tidak sama. ”Karena ada beberapa kondisi lapangan yang tidak sama dengan perencanaan itu, maka harus dikaji ulang,” tandasnya.

Baca Juga :  Sempat Tertunda Pandemi, Lima Proyek Jalan Digarap

Memasuki pekan kedua Juni ini, kaji ulang masih dalam tahap proses oleh tim ahli dari salah satu perguruan tinggi. Dikatakan Endah, reviu dilakukan hampir menyeluruh terkait material, metode pelaksanaan, hingga waktu pekerjaan.

Mengingat, proyek yang dikerjakan PT PP Presisi ini di-deadline merampungkan pekerjaan peningkatan saluran hingga pelebaran jalan hingga Desember nanti. ”Semuanya akan dikaji oleh tenaga ahli. Kalau selesai, kan kita jadikan sebagai dasar untuk melakukan adendum kontrak,” bebernya.

Kendati demikian, Endah mengaku proses kaji ulang tersebut tidak mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. Menurutnya, di Jalan Empunala saat ini masih terdapat sejumlah alat berat dan pekerja.

- Advertisement -

Demikian dengan proses produksi box culvert yang disebut masih tetap berjalan. Karena material berbahan beton precast tersebut sebelumnya telah melalui uji kekuatan gandar dengan beban 20 ton. ”Jadi, secara teknis dan admistrasi semua masih tetap jalan,” sebutnya.

Baca Juga :  Puluhan Jembatan Akan Dibongkar

Hanya saja, proses distribusi yang masih membutuhkan waktu. Selain faktor produksi, pengiriman box culvert berukuran lebar 5-6 meter dan tinggi 2 meter itu juga harus dilakukan secara berkala. ”Sekarang produksinya terus, kemudian distribusinya nanti akan menyesuaikan,” imbuhnya.

Saat ini, sejumlah titik jembatan sudah mulai dibongkar dari atas saluran. Namun, beberapa akses utama yang masih tetap dibiarkan. Endah menambahkan, pembongkaran dilakukan bertahap karena ada beberapa jembatan yang dimanfaatkan warga sebagai akses umum yang menghubungkan ke lingkungan maupun kantor pelayanan publik. ”Kalau jembatan masih difungsikan, nanti menyesuaikan jadwal pembongkarannya,” pungkas Endah. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Persaingan Nilai Akademik Ketat

Terkesan Simpel nan Elegan

Disukai Cewek karena Glamor


/