alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Peternak Pakai Empon-Empon hingga Gambar Buto

Upaya Hadapi Wabah PMK

SERANGAN wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak terus menyebar ke sejumlah daerah. Tak terkecuali di Dusun Suru Kidul, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Ada beragam tradisi tersendiri yang dilakukan warga dalam menghadapi pagebluk tersebut.

Seperti yang dilakukan Sudirman alias Sudir. Hampir dua minggu, Joni, sapi kesayangannya terjangkit virus picorna itu. Namun, kondisinya berangsur membaik dalam tiga hari terakhir. Itu setelah ia memberikan jamu tradisionalyang terbuat dari beragam rempah yang dihaluskan. ’’Mulai dari kunyit, temulawak, garam, kecap dijus dengan gula jawa. Rutin saya suapi itu setiap hari sekali. Alhamdulillah membaik,’’ ujarnya.

Pria 41 tahun ini mengaku tak bisa tenang pasca sapi piaraannya yang berumur tiga tahun itu lemas dan sulit makan maupun minum. Mulut Joni sering mengeluarkan busa seperti keracunan serta suhu badannya meninggi. Ditambah lagi, kondisi kukunya luka bernanah sampai berdarah bahkan mengeluarkan bau tidak sedap. ’’Waktu itu suhu tubuhnya bisa sampai 41 Celcius, tapi tiga hari ini sudah turun sekitar 36-an. Ini juga sudah mau makan dan tiap pagi sudah mau jalan-jalan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ratusan Sapi Terserang Virus

Sudir menyebutkan, olahan jamu tradisional khusus sapi ini merupakan resep turun temurun dari nenek moyangnya. Apapun penyakitnya pasti ramuan herbal ini selalu digunakan untuk mengobati sapi. Bahkan, dirinya mengaku saat kondisi sapi sehat, dia tetap memberikan ramuan herbal tersebut ke Joni. ’’Memang dari dulu gitu. Selain untuk menambah nafsu makan juga bagus untuk pertahanan tubuhnya,’’ ucap dia.
Sementara untuk mengatasi kuku sapi yang sakit, Sudir menyemprotkan cairan minyak goreng yang dicampur dengan minyak urut ke kaki sapi jenis Peranakan Ongole (PO) itu. Cairan tersebut, lanjut dia, untuk meredakan bengkak serta mengusir lalat yang mengerubungi luka pada kaki sapi. ’’Baunya minyak urut kan menyengat, jadi biar lalatnya tidak mengerubungi luka itu. Juga biar memberikan rasa hangat di kakinya yang bengkak,’’ papar dia.

Baca Juga :  1.672 Terserang PMK, 437 Sapi Sembuh

Selain menggunakan ramuan tradisional, ada juga peternak yang menggunakan asap belerang. Seperti yang dilakukan oleh Diran, salah satu peternak sapi. Tak hanya memberikan ramuan herbal, pria 65 tahun ini juga menggunakan proses pengasapan belerang untuk mengobati ketiga sapinya yang terjangkit PMK itu. Yakni, dengan cara membakar belerang di daun kelapa kering kemudian didekatkan pada hidung sapi. ’’Biar lendirnya berkurang. Memang ampuh, tapi sapinya bersin-bersin setelah dikasih asap belerang,’’ terangnya.

Tak sampai di situ, cara unik lainnya yang dilakukan Diran agar mempercepat penyembuhan pada hewan ternaknya yakni dengan menempelkan gambar semacam buto di kandang. Gambar tersebut merupakan penolak bala agar hewan ternaknya tak terkena penyakit. ’’Sejak saya kecil dulu, kalau sapi sakit pasti dikasih gambar buto di kandangnya biar sembuh dan terhindar dari bala,’’ tandasnya. (oce/fen)

Upaya Hadapi Wabah PMK

SERANGAN wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak terus menyebar ke sejumlah daerah. Tak terkecuali di Dusun Suru Kidul, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Ada beragam tradisi tersendiri yang dilakukan warga dalam menghadapi pagebluk tersebut.

Seperti yang dilakukan Sudirman alias Sudir. Hampir dua minggu, Joni, sapi kesayangannya terjangkit virus picorna itu. Namun, kondisinya berangsur membaik dalam tiga hari terakhir. Itu setelah ia memberikan jamu tradisionalyang terbuat dari beragam rempah yang dihaluskan. ’’Mulai dari kunyit, temulawak, garam, kecap dijus dengan gula jawa. Rutin saya suapi itu setiap hari sekali. Alhamdulillah membaik,’’ ujarnya.

Pria 41 tahun ini mengaku tak bisa tenang pasca sapi piaraannya yang berumur tiga tahun itu lemas dan sulit makan maupun minum. Mulut Joni sering mengeluarkan busa seperti keracunan serta suhu badannya meninggi. Ditambah lagi, kondisi kukunya luka bernanah sampai berdarah bahkan mengeluarkan bau tidak sedap. ’’Waktu itu suhu tubuhnya bisa sampai 41 Celcius, tapi tiga hari ini sudah turun sekitar 36-an. Ini juga sudah mau makan dan tiap pagi sudah mau jalan-jalan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ning Ita Serahkan Lencana dan Piagam Penghargaan

Sudir menyebutkan, olahan jamu tradisional khusus sapi ini merupakan resep turun temurun dari nenek moyangnya. Apapun penyakitnya pasti ramuan herbal ini selalu digunakan untuk mengobati sapi. Bahkan, dirinya mengaku saat kondisi sapi sehat, dia tetap memberikan ramuan herbal tersebut ke Joni. ’’Memang dari dulu gitu. Selain untuk menambah nafsu makan juga bagus untuk pertahanan tubuhnya,’’ ucap dia.
Sementara untuk mengatasi kuku sapi yang sakit, Sudir menyemprotkan cairan minyak goreng yang dicampur dengan minyak urut ke kaki sapi jenis Peranakan Ongole (PO) itu. Cairan tersebut, lanjut dia, untuk meredakan bengkak serta mengusir lalat yang mengerubungi luka pada kaki sapi. ’’Baunya minyak urut kan menyengat, jadi biar lalatnya tidak mengerubungi luka itu. Juga biar memberikan rasa hangat di kakinya yang bengkak,’’ papar dia.

Baca Juga :  Tambal Sulam Jalur Bypass Dipastikan Molor

Selain menggunakan ramuan tradisional, ada juga peternak yang menggunakan asap belerang. Seperti yang dilakukan oleh Diran, salah satu peternak sapi. Tak hanya memberikan ramuan herbal, pria 65 tahun ini juga menggunakan proses pengasapan belerang untuk mengobati ketiga sapinya yang terjangkit PMK itu. Yakni, dengan cara membakar belerang di daun kelapa kering kemudian didekatkan pada hidung sapi. ’’Biar lendirnya berkurang. Memang ampuh, tapi sapinya bersin-bersin setelah dikasih asap belerang,’’ terangnya.

- Advertisement -

Tak sampai di situ, cara unik lainnya yang dilakukan Diran agar mempercepat penyembuhan pada hewan ternaknya yakni dengan menempelkan gambar semacam buto di kandang. Gambar tersebut merupakan penolak bala agar hewan ternaknya tak terkena penyakit. ’’Sejak saya kecil dulu, kalau sapi sakit pasti dikasih gambar buto di kandangnya biar sembuh dan terhindar dari bala,’’ tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/