alexametrics
24.2 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Ibu Asal Prajurit Kulon Positif Covid-19, Dikarantina Bersama Anak

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang warga Kota Mojokerto dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (14/7). Tambahan kali ini berasal dari Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon yang diduga terpapar di tempat kerjanya di salah satu perusahann swata di Surabaya.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, mengungkapkan, warga yang tercatat sebagai terkonfirmasi positif 04 itu merupakan seorang perempuan berusia 36 tahun.

Sehari-hari, warga asal Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon tersebut bekerja sebagai karyawati perusahaan swasta di Surabaya. ’’Awalnya statusnya hanya ODR (orang dengan risiko) saja, karena tiap hari bekerja ke wilayah zona merah,’’ terangnya.

Namun, jelas dia, terungkapnya kasus positif Covid-19 keempat itu bermula ketika perempuan berinisial S ini menjalani rapid test di perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi. Metode uji cepat tersebut ternyata menunjukkan hasil reaktif.

Sehingga, ibu dua anak tersebut melaporkan diri ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Mojokerto dan dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk menjalani uji swab. ’’Dan swab-nya keluar hari ini (kemarin), hasilnya dinyatakan positif,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Herbal Kini Dijadikan Sebagai Obat Pendamping Pasien Covid-19

Gaguk memaparkan, kondisi kesehatan S tidak mengalami gejala klinis apa pun. Sehingga, disarankan untuk menjalani isolasi mandiri. Namun, karena tempat tinggalnya tidak mendukung, maka positif 04 tersebut menjalani karantina di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde Kota Mojokerto.

’’Saat ini menjalani karantina bersama anaknya di rusunawa selama 14 hari dengan pengawasan tim medis,’’ urainya. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini menyebutkan, sejauh ini tim tracing telah melakukan penelusuran terhadap 7 orang orang yang terindikasi memiliki kontak erat dengan positif 04.

Masing-masing adalah kedua anaknya, orang tua, serta 4 orang lainnya. Recananya, hari ini tim kesehatan akan menindaklanjuti untuk dilakukan pemeriksaan kepada 7 orang tersebut. Seluruhnya juga diharuskan menjalani rapid test. ’’Kalau hasilnya reaktif, tentu akan ditindaklanjuti dengan uji swab,’’ imbuhnya.

Di sisi lain, kabar baik juga datang dari pasien terkonfirmasi positif 01. Pasalnya, seorang dokter muda asal Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto itu telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan selama tiga pekan sejak ditetapkan positif Covid-19, Rabu (29/5) lalu.

Baca Juga :  Situs Sumur Upas Dipercantik, Telan Anggaran Hampir Rp 1 Miliar

Gaguk menyebutkan, hal itu menyusul keluarnya hasil uji swab ulang dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya yang menyatakan hasilnya negatif. ’’Sudah tiga kali swab. Yang pertama positif, setelah itu negatif, dan sekarang hasil swab dari RSUD dr Wahidin juga negatif,’’ paparnya.

 Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menambahkan, selain hasil swab dari warga positif 01, tiga spesimen uji swab dari tiga orang yang memiliki kontak erat dengan dokter 32 tahun juga itu seluruhnya dinyatakan negatif.

Dengan demikian, jumlah kumulatif warga Kota Mojokerto yang terkonfirmasi postif ada 4 orang. Satu di antaranya dinyatakan sembuh dan tiga orang lainnya masih dalam perawatan.

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sejumlah 9 orang. Sebanyak 5 orang di antaranya telah selesai menjalani masa pengawasan, 3 orang meninggal dunia, dan 1 orang masih menjalani perawatan. (ram/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang warga Kota Mojokerto dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (14/7). Tambahan kali ini berasal dari Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon yang diduga terpapar di tempat kerjanya di salah satu perusahann swata di Surabaya.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, mengungkapkan, warga yang tercatat sebagai terkonfirmasi positif 04 itu merupakan seorang perempuan berusia 36 tahun.

Sehari-hari, warga asal Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon tersebut bekerja sebagai karyawati perusahaan swasta di Surabaya. ’’Awalnya statusnya hanya ODR (orang dengan risiko) saja, karena tiap hari bekerja ke wilayah zona merah,’’ terangnya.

Namun, jelas dia, terungkapnya kasus positif Covid-19 keempat itu bermula ketika perempuan berinisial S ini menjalani rapid test di perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi. Metode uji cepat tersebut ternyata menunjukkan hasil reaktif.

Sehingga, ibu dua anak tersebut melaporkan diri ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Mojokerto dan dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk menjalani uji swab. ’’Dan swab-nya keluar hari ini (kemarin), hasilnya dinyatakan positif,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Uang Hasil Pajak Motor Menumpuk

Gaguk memaparkan, kondisi kesehatan S tidak mengalami gejala klinis apa pun. Sehingga, disarankan untuk menjalani isolasi mandiri. Namun, karena tempat tinggalnya tidak mendukung, maka positif 04 tersebut menjalani karantina di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde Kota Mojokerto.

- Advertisement -

’’Saat ini menjalani karantina bersama anaknya di rusunawa selama 14 hari dengan pengawasan tim medis,’’ urainya. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini menyebutkan, sejauh ini tim tracing telah melakukan penelusuran terhadap 7 orang orang yang terindikasi memiliki kontak erat dengan positif 04.

Masing-masing adalah kedua anaknya, orang tua, serta 4 orang lainnya. Recananya, hari ini tim kesehatan akan menindaklanjuti untuk dilakukan pemeriksaan kepada 7 orang tersebut. Seluruhnya juga diharuskan menjalani rapid test. ’’Kalau hasilnya reaktif, tentu akan ditindaklanjuti dengan uji swab,’’ imbuhnya.

Di sisi lain, kabar baik juga datang dari pasien terkonfirmasi positif 01. Pasalnya, seorang dokter muda asal Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto itu telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan selama tiga pekan sejak ditetapkan positif Covid-19, Rabu (29/5) lalu.

Baca Juga :  Dewan Desak Pemkot Bentuk Tim Koordinasi Pelayanan Kesehatan

Gaguk menyebutkan, hal itu menyusul keluarnya hasil uji swab ulang dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya yang menyatakan hasilnya negatif. ’’Sudah tiga kali swab. Yang pertama positif, setelah itu negatif, dan sekarang hasil swab dari RSUD dr Wahidin juga negatif,’’ paparnya.

 Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menambahkan, selain hasil swab dari warga positif 01, tiga spesimen uji swab dari tiga orang yang memiliki kontak erat dengan dokter 32 tahun juga itu seluruhnya dinyatakan negatif.

Dengan demikian, jumlah kumulatif warga Kota Mojokerto yang terkonfirmasi postif ada 4 orang. Satu di antaranya dinyatakan sembuh dan tiga orang lainnya masih dalam perawatan.

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sejumlah 9 orang. Sebanyak 5 orang di antaranya telah selesai menjalani masa pengawasan, 3 orang meninggal dunia, dan 1 orang masih menjalani perawatan. (ram/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/