alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Teatrikal Yesus Disalib Awali Paskah 2022

Ibadah Kamis Putih Digelar Tatap Muka dan Kapasitas Penuh

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menjelang perayaan Paskah, kemarin (14/4) umat Nasrani di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojokerto Pepanthan Gunung Gedangan menggelar ibadah Kamis Putih secara khidmat. Ibadah tersebut digelar secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Pendeta Pelayan GKJW Pepanthan Gunung Gedangan Indro Sujarwo mengatakan, ibadah Kamis Putih merupakan malam yang dihayati kaum Nasrani. Sebab, pada ibadah ini, para jemaat beribadah untuk mengenang sekaligus mengingat momen Yesus mati disalib. ’’Ibadah Kamis Putih ini untuk mengenang sekaligus mengingat malam yang dihayati kaum Nasrani sebagai perjamuan kasih sebelum Tuhan Yesus mati disalib,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Setia dalam Mengasihi

Pendeta Indro menerangkan dalam rangkaian perjamuan kasih ini, terdapat pula tradisi membasuh kaki yang dilakukan imam kepada 12 muridnya. Prosesi ini merupakan wujud kerendahan hati dalam melayani, menghargai serta menghormati sesama. ’’Karena dulu identik membasuh kaki dilakukan budak kepada majikan. Namun, ini dilakukan Yesus sang pemimpin dengan tujuan mengajarkan para murid untuk menjadi pribadi yang tulus dalam melayani dengan cara membasuh kaki,’’ ulasnya.

Adapun, prosesi ibadah Kamis Putih ini berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Kemudian dilanjutkan dengan teatrikal penyaliban Yesus. Teatrikal ini juga diikuti oleh segenap anggota dari Gusdurian Mojokerto untuk menjalin toleransi keberagaman. ’’Ini juga kita apresiasi dari teman-teman Gusdurian karena sebagai bentuk toleransi mereka ikut terjun dalam proses peribadatan ini. Karena kerukunan beragama itu sangat dibutuhkan di masa sekarang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Etnis Tionghoa Mojokerto di Masa Peralihan Kekuasaan

Masih kata Pendeta Indro, setelah perayaan Kamis Putih, digelar perayaan Paskah yang kemudian dilanjutkan ibadah Jumat Agung. Perayaan tersebut dilaksanakan mulai pukul 07.00. Adapun, tema perayaan Paskah tahun ini ’’Tak Terpisahkan dari Kasih Allah. Roma 8:38-39’’. ’’Kapasitas jemaatnya seratus persen mulai dari malam ini. Karena memang sudah diperbolehkan, namun kita tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes),’’ bebernya. (oce/fen)

Ibadah Kamis Putih Digelar Tatap Muka dan Kapasitas Penuh

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menjelang perayaan Paskah, kemarin (14/4) umat Nasrani di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojokerto Pepanthan Gunung Gedangan menggelar ibadah Kamis Putih secara khidmat. Ibadah tersebut digelar secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Pendeta Pelayan GKJW Pepanthan Gunung Gedangan Indro Sujarwo mengatakan, ibadah Kamis Putih merupakan malam yang dihayati kaum Nasrani. Sebab, pada ibadah ini, para jemaat beribadah untuk mengenang sekaligus mengingat momen Yesus mati disalib. ’’Ibadah Kamis Putih ini untuk mengenang sekaligus mengingat malam yang dihayati kaum Nasrani sebagai perjamuan kasih sebelum Tuhan Yesus mati disalib,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Siswa SD Belajar di Bawah Ancaman Gedung Sekolah Rusak

Pendeta Indro menerangkan dalam rangkaian perjamuan kasih ini, terdapat pula tradisi membasuh kaki yang dilakukan imam kepada 12 muridnya. Prosesi ini merupakan wujud kerendahan hati dalam melayani, menghargai serta menghormati sesama. ’’Karena dulu identik membasuh kaki dilakukan budak kepada majikan. Namun, ini dilakukan Yesus sang pemimpin dengan tujuan mengajarkan para murid untuk menjadi pribadi yang tulus dalam melayani dengan cara membasuh kaki,’’ ulasnya.

Adapun, prosesi ibadah Kamis Putih ini berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Kemudian dilanjutkan dengan teatrikal penyaliban Yesus. Teatrikal ini juga diikuti oleh segenap anggota dari Gusdurian Mojokerto untuk menjalin toleransi keberagaman. ’’Ini juga kita apresiasi dari teman-teman Gusdurian karena sebagai bentuk toleransi mereka ikut terjun dalam proses peribadatan ini. Karena kerukunan beragama itu sangat dibutuhkan di masa sekarang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Cegah Klaster Baru, Intensifkan Operasi Yustisi

Masih kata Pendeta Indro, setelah perayaan Kamis Putih, digelar perayaan Paskah yang kemudian dilanjutkan ibadah Jumat Agung. Perayaan tersebut dilaksanakan mulai pukul 07.00. Adapun, tema perayaan Paskah tahun ini ’’Tak Terpisahkan dari Kasih Allah. Roma 8:38-39’’. ’’Kapasitas jemaatnya seratus persen mulai dari malam ini. Karena memang sudah diperbolehkan, namun kita tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes),’’ bebernya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/