alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Sepakat Genjot Percepatan Penurunan Stunting

Bupati Mojokerto Terima Kunjungan Kerja BKKBN Pusat

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra, menerima kunjungan kerja Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Hasto Wardoyo, di rumah Dinas Bupati Mojokerto, Kamis (14/4).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo bersama ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak, mengunjungi Kampung KB Desa Kepuhanyar. Sekaligus, melaksanakan launching Gebyar Pemakaian Pil-KB bagi ibu menyusui dan pelayanan implan se-Kabupaten Mojokerto, yang digelar di Pendopo Balai Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Desa Kepuhanyar yang telah resmi meluncurkan pil KB progestin yang aman bagi ibu menyusui dalam mendukung pemberian ASI eksklusif dan mencegah terjadinya kekerdilan (stunting) pada anak. ’’Dalam pil isinya hanya progesteron. Ini tidak menghambat air susu dan air susunya bahkan jauh lebih baik,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Minta Ungkap dan Tindak Tegas

Menurut Hasto, dengan menyusui, ibu dapat menghasilkan ASI dalam jumlah yang banyak sehingga pemberian nutrisi pada bayi berjalan dengan optimal. Ibu pun harus rajin memberikan ASI pada bayi minimal tiga jam sekali. Karena selama waktu tersebut, perut bayi sudah kosong dan menjaga produksi ASI tetap dalam kondisi baik. ’’Penurunan stunting ini menjadi atensi presiden. Pada tahun ini secara Nasional ditargetkan turun 3 persen. Jika (tahun lalu) Nasional 24,4 persen, tahun ini harus mencapai 21,4 persen,’’ jelasnya.

Upaya kongkritnya, pemerintah membuat sistem yang struktur dari pusat sampai bawah. Contoh, di Mojokerto, saat ini keluarga sudah masuk dalam pendampingan. Tim pendampingnya juga ada bidan, PKK, dan penyuluh yang menjadi kader KB. ’’Di Mojokerto ada 800 tim, berarti total ada 2.400 tim pendamping keluarga. Supaya kalau mau nikah periksa dulu, kalau mau hamil harus sehat, dan seterusnya,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Diskominfo Tingkatkan Daya Saing Digital

Bupati Ikfina Fahmawati menegaskan, selain gencar melakukan percepatan penurunan stunting, pemerintah juga fokus dalam upaya pencegahan. ’’Jangan sampai muncul stunting baru dari para pengantin dan ibu hamil. Dan yang terindikasi menuju stunting kita upayakan supaya bisa tumbuh dalam kondisi baik dan normal,’’ ungkapnya.

Sebelum me-launching Gebyar Pil KB untuk Ibu Menyusui, Kepala BKKBN bersama Bupati Mojokerto mengunjungi dan memberikan bantuan kepada tiga keluarga di Desa Kepuhanyar yang mempunyai anak stunting. Bantuan berupa alat rumah tangga berupa kompor dan makanan seimbang. (ori/fen)

Bupati Mojokerto Terima Kunjungan Kerja BKKBN Pusat

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra, menerima kunjungan kerja Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Hasto Wardoyo, di rumah Dinas Bupati Mojokerto, Kamis (14/4).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo bersama ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak, mengunjungi Kampung KB Desa Kepuhanyar. Sekaligus, melaksanakan launching Gebyar Pemakaian Pil-KB bagi ibu menyusui dan pelayanan implan se-Kabupaten Mojokerto, yang digelar di Pendopo Balai Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Desa Kepuhanyar yang telah resmi meluncurkan pil KB progestin yang aman bagi ibu menyusui dalam mendukung pemberian ASI eksklusif dan mencegah terjadinya kekerdilan (stunting) pada anak. ’’Dalam pil isinya hanya progesteron. Ini tidak menghambat air susu dan air susunya bahkan jauh lebih baik,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dua Minggu Harus Berubah Warna

Menurut Hasto, dengan menyusui, ibu dapat menghasilkan ASI dalam jumlah yang banyak sehingga pemberian nutrisi pada bayi berjalan dengan optimal. Ibu pun harus rajin memberikan ASI pada bayi minimal tiga jam sekali. Karena selama waktu tersebut, perut bayi sudah kosong dan menjaga produksi ASI tetap dalam kondisi baik. ’’Penurunan stunting ini menjadi atensi presiden. Pada tahun ini secara Nasional ditargetkan turun 3 persen. Jika (tahun lalu) Nasional 24,4 persen, tahun ini harus mencapai 21,4 persen,’’ jelasnya.

Upaya kongkritnya, pemerintah membuat sistem yang struktur dari pusat sampai bawah. Contoh, di Mojokerto, saat ini keluarga sudah masuk dalam pendampingan. Tim pendampingnya juga ada bidan, PKK, dan penyuluh yang menjadi kader KB. ’’Di Mojokerto ada 800 tim, berarti total ada 2.400 tim pendamping keluarga. Supaya kalau mau nikah periksa dulu, kalau mau hamil harus sehat, dan seterusnya,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Hadiri Paripurna PAW Anggota DPRD
- Advertisement -

Bupati Ikfina Fahmawati menegaskan, selain gencar melakukan percepatan penurunan stunting, pemerintah juga fokus dalam upaya pencegahan. ’’Jangan sampai muncul stunting baru dari para pengantin dan ibu hamil. Dan yang terindikasi menuju stunting kita upayakan supaya bisa tumbuh dalam kondisi baik dan normal,’’ ungkapnya.

Sebelum me-launching Gebyar Pil KB untuk Ibu Menyusui, Kepala BKKBN bersama Bupati Mojokerto mengunjungi dan memberikan bantuan kepada tiga keluarga di Desa Kepuhanyar yang mempunyai anak stunting. Bantuan berupa alat rumah tangga berupa kompor dan makanan seimbang. (ori/fen)

Artikel Terkait

Most Read

IGD Overload, RSUD Dirikan Tenda

Dana Desa Terserap 72 Persen

Guru SD Jualan Narkoba

Satpol PP Razia PSK Awang-Awang

Artikel Terbaru


/