alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Sulap Sampah Jadi Rupiah

SELAIN memaksimalkan sentra kerajinan usaha alas-Kaki, pemdes Medali juga memanfaatkan lingkungan dalam mendukung perekonomian warga. Yakni dengan memaksimalkan tempat pembuangan sampah (TPS) sebagai bank Sampah.

Konsep yang dipakai adalah 3R (reduce, reuse, recylcle) atau sistem pengelolaan dan pengolahan sampah terpadu sebagai solusi mengatasi permasalahan sampah. Yakni dengan mendaur ulang dan memanfaatkan kembali sampah hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Dengan konsep tersebut, maka warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari pemilahan sampah, terutama sampah kering yang sudah tidak terpakai. Saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 120 nasabah yang sudah bisa mencicipi hasil dari bank sampah. Meski bersifat tambahan, namun perputaran uang dari pengelolaan bank sampah diklaim bisa membantu perekonomian rumah tangga nasabah.

Baca Juga :  Jalur di Pacet Ambrol, Truk Bermuatan Dilarang Melintas

Di mana, setoran sampah rumah tangga yang sudah dipilah dan didaur ulang, setiap warga atau nasabah bisa mendapatkan untung Rp 200 ribu tiap bulan. Jika ditotal dari 120 nasabah, maka untung yang bisa didapat secara kolektif bisa mencapai Rp 24 juta per bulan. ’’Selain bersih dan asri, sampah bisa menghasilkan untung untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga warga,’’ terang Kades Medali, Miftahuddin.

Bank sampah sendiri memaksai sistem tabungan atau simpanan yang bisa digunakan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), listrik maupun pulsa. Nah, keuntungannya dari unit usaha tersebut, juga akan dikembalikan ke warga. Sehingga, selain lingkungan menjadi bersih dan sehat, nasabah juga mendapat penghasilan tambahan.

Baca Juga :  Kejari Pelototi Penggunaan Dana Bencana

’’Harga yang ditetapkan mengikuti acuan harga Bank Sampah Kabupaten Mojokerto. Pengelolaannya juga menjadi unit usaha BUMDes Medali Beraksi,’’ pungkasnya. (far/ron)

SELAIN memaksimalkan sentra kerajinan usaha alas-Kaki, pemdes Medali juga memanfaatkan lingkungan dalam mendukung perekonomian warga. Yakni dengan memaksimalkan tempat pembuangan sampah (TPS) sebagai bank Sampah.

Konsep yang dipakai adalah 3R (reduce, reuse, recylcle) atau sistem pengelolaan dan pengolahan sampah terpadu sebagai solusi mengatasi permasalahan sampah. Yakni dengan mendaur ulang dan memanfaatkan kembali sampah hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Dengan konsep tersebut, maka warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari pemilahan sampah, terutama sampah kering yang sudah tidak terpakai. Saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 120 nasabah yang sudah bisa mencicipi hasil dari bank sampah. Meski bersifat tambahan, namun perputaran uang dari pengelolaan bank sampah diklaim bisa membantu perekonomian rumah tangga nasabah.

Baca Juga :  Puluhan Peserta Tes CPNS Gugur sebelum Pengumuman

Di mana, setoran sampah rumah tangga yang sudah dipilah dan didaur ulang, setiap warga atau nasabah bisa mendapatkan untung Rp 200 ribu tiap bulan. Jika ditotal dari 120 nasabah, maka untung yang bisa didapat secara kolektif bisa mencapai Rp 24 juta per bulan. ’’Selain bersih dan asri, sampah bisa menghasilkan untung untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga warga,’’ terang Kades Medali, Miftahuddin.

Bank sampah sendiri memaksai sistem tabungan atau simpanan yang bisa digunakan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), listrik maupun pulsa. Nah, keuntungannya dari unit usaha tersebut, juga akan dikembalikan ke warga. Sehingga, selain lingkungan menjadi bersih dan sehat, nasabah juga mendapat penghasilan tambahan.

Baca Juga :  Norman Handhito Dilantik Kadisbudporapar, Tiga PR Besar Menanti

’’Harga yang ditetapkan mengikuti acuan harga Bank Sampah Kabupaten Mojokerto. Pengelolaannya juga menjadi unit usaha BUMDes Medali Beraksi,’’ pungkasnya. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/