alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Empat Tahun Tanggul Sungai Ambrol, Belum Diperbaiki, Ancam Gedung TPQ

MOJOKERTO – Tanggul anak Sungai Sadar di Dusun Mojogeneng, Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, kondisinya kian memprihantikan. Meski ambrol dan amblas sejak empat tahun terakhir,namun belum pernah tersentuh perbaikan.

Kondisi itu juga cukup mengkhawatirkan. Sebab, ambrolnya tanggul sepanjang 20 meter berada tepat di belakang gedung TPQ Nurul Huda. Radius hanya sekitar 1 meter. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sadartengah, Rudiyanto, mengatakan, rusaknya tanggul Sungai Sadar itu sudah terjadi sejak lama. ’’Ambrolnya ini sudah empat tahun lalu,’’ katanya.

Namun, belum pernah ada ada penanganan serius dari pihak-pihak terkait. ’’Jangankan untuk memperbaiki, membuat tanggul secara darurat saja tidak ada,’’ sesalnya. Terakhir, longsoran tanggul terjadi dua bulan lalu. Tanggul diduga tidak kuat menahan derasnya air sungai akibat banjir kiriman dari hulu di sungai kawasan Pacet.

Air bah yang tiba-tiba datang menggerus tembok batu yang berada persis berada di gedung TPQ. ’’Kondisi itu membuat tanggul juga amblas sedalam dua meter,’’ tegasnya. Tigginya debit air yang mengalir deras membuat kerusakan makin lebar. Jika sebelumnya longsoran tanggul terjadi pada satu sisi, sekarang melebar ke dua sisi.

Baca Juga :  Kader Muda NU Asah Ilmu Karya Tulis dan Jurnalistik Berbasis Aswaja

Panjang longsoran juga semakin parah. Mencapai 20 meter dari sebelumnya 8 meter. ’’Sekarang kalau sekitar 20 meter saja ada. Kondisi itu juga berpotensi melebar,’’ imbuhnya menegaskan. Bahkan, pagar pembatas yang mengelilingi TPQ juga ikutan jebol.

Akibatnya, tidak ada lagi yang membatasi antara bangunan TPQ dan longsoran tanggul. ’’Radiusnya hanya sekitar 1 meter dengan TPQ,’’ tegasnya. Kondisi itu cukup mengkhawatirkan. Sebab, setiap hari empat kelas TPQ dimanfaatkan belajar mengajar 150 anak dari empat dusun.

Di antaranya, Dusun Damarsih, Desa Kepuhanyar, Dusun/Desa Ngarjo, Dusun Sadar, dan Dusun Sadar, Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar. ’’Kalau dibiarkan mengancam keselamatan anak-anak juga. Apalagi, sewaktu-waktu, longsoran ini juga merambat ke gedung TPQ. Harusnya pemerintah segera bertindak,’’ bebernya. Tanggul ambrol itu juga tak jauh dari permukiman warga dan dam sungai.

Baca Juga :  Minimalisir Pergerakan, Bisa Pilih Lokasi Terdekat

Di sisi lain, dam sungai juga menjadi akses satu-satunya warga antardusun dan desa. Sehingga, setiap hujan deras terjadi di kawasan Pacet, selalu membuat waswas. ’’Warga khawatir kalau ada banjir. Retakan tanah penahan kali sadar juga longsor kurang lebih dua meter dan sangat bahaya,’’ jelasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini, menyatakan, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan kondisi tanggul anak Sungai Sadar tersebut. Baik kepada dinas PUPR maupun BBWS. ’’Kedaunya hanya janji-janji saja. Tetapi realisasinya nihil,’’ katanya.

Namun, melalui rapat kooordinasi yang dipimpin Wabup Pungkasiadi dan dihadiri semua OPD, termasuk PUPR, BBWS dan Jasa Tirta, tanggul tersebut sedianya baru bisa ditangani tahun anggaran 2020 mendatang. ’’Sudah ada komitmen akan ditangani tahun depan,’’ tandasnya.

MOJOKERTO – Tanggul anak Sungai Sadar di Dusun Mojogeneng, Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, kondisinya kian memprihantikan. Meski ambrol dan amblas sejak empat tahun terakhir,namun belum pernah tersentuh perbaikan.

Kondisi itu juga cukup mengkhawatirkan. Sebab, ambrolnya tanggul sepanjang 20 meter berada tepat di belakang gedung TPQ Nurul Huda. Radius hanya sekitar 1 meter. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sadartengah, Rudiyanto, mengatakan, rusaknya tanggul Sungai Sadar itu sudah terjadi sejak lama. ’’Ambrolnya ini sudah empat tahun lalu,’’ katanya.

Namun, belum pernah ada ada penanganan serius dari pihak-pihak terkait. ’’Jangankan untuk memperbaiki, membuat tanggul secara darurat saja tidak ada,’’ sesalnya. Terakhir, longsoran tanggul terjadi dua bulan lalu. Tanggul diduga tidak kuat menahan derasnya air sungai akibat banjir kiriman dari hulu di sungai kawasan Pacet.

Air bah yang tiba-tiba datang menggerus tembok batu yang berada persis berada di gedung TPQ. ’’Kondisi itu membuat tanggul juga amblas sedalam dua meter,’’ tegasnya. Tigginya debit air yang mengalir deras membuat kerusakan makin lebar. Jika sebelumnya longsoran tanggul terjadi pada satu sisi, sekarang melebar ke dua sisi.

Baca Juga :  Ning Ita: Dengan Kebahagiaan, Kesejahteraan Mudah Diraih

Panjang longsoran juga semakin parah. Mencapai 20 meter dari sebelumnya 8 meter. ’’Sekarang kalau sekitar 20 meter saja ada. Kondisi itu juga berpotensi melebar,’’ imbuhnya menegaskan. Bahkan, pagar pembatas yang mengelilingi TPQ juga ikutan jebol.

Akibatnya, tidak ada lagi yang membatasi antara bangunan TPQ dan longsoran tanggul. ’’Radiusnya hanya sekitar 1 meter dengan TPQ,’’ tegasnya. Kondisi itu cukup mengkhawatirkan. Sebab, setiap hari empat kelas TPQ dimanfaatkan belajar mengajar 150 anak dari empat dusun.

- Advertisement -

Di antaranya, Dusun Damarsih, Desa Kepuhanyar, Dusun/Desa Ngarjo, Dusun Sadar, dan Dusun Sadar, Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar. ’’Kalau dibiarkan mengancam keselamatan anak-anak juga. Apalagi, sewaktu-waktu, longsoran ini juga merambat ke gedung TPQ. Harusnya pemerintah segera bertindak,’’ bebernya. Tanggul ambrol itu juga tak jauh dari permukiman warga dan dam sungai.

Baca Juga :  Okupansi Hotel Pacet dan Trawas Lesu

Di sisi lain, dam sungai juga menjadi akses satu-satunya warga antardusun dan desa. Sehingga, setiap hujan deras terjadi di kawasan Pacet, selalu membuat waswas. ’’Warga khawatir kalau ada banjir. Retakan tanah penahan kali sadar juga longsor kurang lebih dua meter dan sangat bahaya,’’ jelasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini, menyatakan, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan kondisi tanggul anak Sungai Sadar tersebut. Baik kepada dinas PUPR maupun BBWS. ’’Kedaunya hanya janji-janji saja. Tetapi realisasinya nihil,’’ katanya.

Namun, melalui rapat kooordinasi yang dipimpin Wabup Pungkasiadi dan dihadiri semua OPD, termasuk PUPR, BBWS dan Jasa Tirta, tanggul tersebut sedianya baru bisa ditangani tahun anggaran 2020 mendatang. ’’Sudah ada komitmen akan ditangani tahun depan,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/