alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Mundur demi Organisasi dan Dawuh Kiai

PESERTA Konfercab PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto ke-XVII dikejutkan dengan keputusan M. Syukron Fahmi (Gus Fahmi). Di tengah pembahasan tata tertib (tatib) dan pemeriksaan berkas persyaratan pencalonan, putra pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Mishbar, Dusun Karangnongko, Des Mojoranu, Kecamatan Sooko, KH. M Chusaini Ilyas ini mendadak mundur dari pencalonan.

Padahal, pimpinan sidang telah memutuskan, Gus Fahmi bersama tiga kandidat lainnya dinyatakan memenuhi persyaratan dan sama-sama ditetapkan sebagai calon. Kemunduran salah satu tokoh muda NU ini pun mengundang beragam spekulasi. Terlebih, bagi kalangan kader di tingkat PAC (pengurus anak cabang) dan ranting yang militan dan loyal mendukung.

Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto Gus Fahmi mengaku, keputusan dirinya mundur dari pemilihan didasari beberapa pertimbangan. Pertimbangan keluarga dan aturan dalam pemilihan. ”Aturannya karena calon harus ada di lokasi saat pencalonan. Namun, dalam waktu bersamaan saya harus mendampingi anak saya yang sedang sakit,” terang owner Loodst Coffee Mojokerto ini.

Baca Juga :  Petani Hanya Dapat Ganti Benih Padi

Di samping itu, Gus Fahmi juga keberatan jika pemilihan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara (voting). ”Sebagai kader dan santri, saya harus ngugemi dawuh kiai. Baiknya pilihan dilakukan musyawarah mufakat. Kalau voting khawatirnya justru berpotensi menimbulkan perpecahan (antarkader),” tandasnya. Dari situ, keputusan dirinya meninggalkan arena pencalonan tak lain adalah demi kebersamaan dan kebaikan organisasi.

Disinggung soal suara kader pendukung selama pemilihan, Gus Fahmi mengaku semua diarahkan ke Gus Barraa. Dia menilai, Gus Barraa tidak keberatan jika pemilihan dilakukan secara fair demi nama baik NU dan Ansor.  ”Dengan posisi dan kapasitas Gus Barraa di organisasi hari ini, beliau tetap konsisten, rendah hati, dan menunjukkan akhlak yang baik,” tandasnya.

Baca Juga :  Tunggu Pelunasan, Pasien Dilayani Umum

Rangkaian Konfercab diawali prosesi pembukaan pada Minggu (12/12) pukul 08.00. Hadir dalam pembukaan tersebut adalah Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor Aunullah Habib, Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Mojokerto KH Abdul Adhim Alwy, Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko, perwakilan Polres Mojokerto, Polres Mojokerto Kota, perwakilan Kodim 0815 Mojokerto, serta badan otonom (badom) dan lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

 ”Semoga dengan ketua yang baru (Gus Barraa) ini akan membawa GP Ansor menuju gerakan dan kiprah nyata yang lebih besar lagi bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto,” kata Bupati Mojokerto Ikfina Famawati. (ris/ron)

PESERTA Konfercab PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto ke-XVII dikejutkan dengan keputusan M. Syukron Fahmi (Gus Fahmi). Di tengah pembahasan tata tertib (tatib) dan pemeriksaan berkas persyaratan pencalonan, putra pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Mishbar, Dusun Karangnongko, Des Mojoranu, Kecamatan Sooko, KH. M Chusaini Ilyas ini mendadak mundur dari pencalonan.

Padahal, pimpinan sidang telah memutuskan, Gus Fahmi bersama tiga kandidat lainnya dinyatakan memenuhi persyaratan dan sama-sama ditetapkan sebagai calon. Kemunduran salah satu tokoh muda NU ini pun mengundang beragam spekulasi. Terlebih, bagi kalangan kader di tingkat PAC (pengurus anak cabang) dan ranting yang militan dan loyal mendukung.

Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto Gus Fahmi mengaku, keputusan dirinya mundur dari pemilihan didasari beberapa pertimbangan. Pertimbangan keluarga dan aturan dalam pemilihan. ”Aturannya karena calon harus ada di lokasi saat pencalonan. Namun, dalam waktu bersamaan saya harus mendampingi anak saya yang sedang sakit,” terang owner Loodst Coffee Mojokerto ini.

Baca Juga :  Ajak Milenial Terjun ke Sektor Pertanian

Di samping itu, Gus Fahmi juga keberatan jika pemilihan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara (voting). ”Sebagai kader dan santri, saya harus ngugemi dawuh kiai. Baiknya pilihan dilakukan musyawarah mufakat. Kalau voting khawatirnya justru berpotensi menimbulkan perpecahan (antarkader),” tandasnya. Dari situ, keputusan dirinya meninggalkan arena pencalonan tak lain adalah demi kebersamaan dan kebaikan organisasi.

Disinggung soal suara kader pendukung selama pemilihan, Gus Fahmi mengaku semua diarahkan ke Gus Barraa. Dia menilai, Gus Barraa tidak keberatan jika pemilihan dilakukan secara fair demi nama baik NU dan Ansor.  ”Dengan posisi dan kapasitas Gus Barraa di organisasi hari ini, beliau tetap konsisten, rendah hati, dan menunjukkan akhlak yang baik,” tandasnya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Pemkab Gelar Operasi Pasar

Rangkaian Konfercab diawali prosesi pembukaan pada Minggu (12/12) pukul 08.00. Hadir dalam pembukaan tersebut adalah Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor Aunullah Habib, Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Mojokerto KH Abdul Adhim Alwy, Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko, perwakilan Polres Mojokerto, Polres Mojokerto Kota, perwakilan Kodim 0815 Mojokerto, serta badan otonom (badom) dan lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

- Advertisement -

 ”Semoga dengan ketua yang baru (Gus Barraa) ini akan membawa GP Ansor menuju gerakan dan kiprah nyata yang lebih besar lagi bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto,” kata Bupati Mojokerto Ikfina Famawati. (ris/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/