alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

BPCB Larang Warga Lakukan Ekskavasi

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Balai Besar Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur meminta agar masyarakat tidak melakukan ekskavasi pada Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Dusun/Desa/Kecamatan Kutorejo. Dikhawatirkan malah merusak temuan struktur bata kuno di tengah lahan jagung itu. 

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Zakaria Kasimin menerangkan, pihaknya mewanti-wanti agar warga setempat tidak gegabah melakukan ekskavasi di ladang jagung tersebut. ”Supaya dijaga saja. Biar nggak ada (pihak) yang merusak. Juga jangan diekskavasi sendiri, khawatirnya akan merusak struktur temuan itu. Kalau sudah kelihatan di permukaan ya jangan digali lebih dalam lagi. Sudah cukup segitu saja, nanti biar kami cek dulu,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat bersabar menunggu petugas melakukan pengecekan ke lokasi. Hal ini untuk memastikan temuan itu benar-benar benda cagar budaya atau justru sebaliknya. ”Dalam waktu dekat ini kami akan cek dulu ke sana. Kita lihat nanti kesiapannya seperti apa. Karena sekarang kita juga sedang sibuk ekskavasi di beberapa daerah lainnya,” bebernya.

Baca Juga :  Nikah New Normal Diterapkan, Calon Pengantin Langsung Serbu KUA

Zakaria mengaku, pihaknya sudah mendapat kabar terkait adanya temuan warga tersebut. Namun, dia tidak menjamin ODCB tersebut bakal diekskavasi tahun ini. Sebab, banyak faktor yang mesti dipertimbangkan terlebih dahulu. ”Kita survey awal dulu, kalau buat ekskavasi masih belum bisa. Karena sudah akhir tahun dan  sudah ndak ada anggarannya,” sebutnya.

Rencana ekskavasi oleh masyarakat tersebut santer terdengar lantaran tingginya antusiasme warga setempat agar asal muasal ODCB tersebut segera terungkap. Rencananya warga bakal mengangkat timbunan tanah di atas stuktur sekaligus memperluas tampak bagian atasnya saja.

Sayangnya, tingginya antusiasme warga itu tak diimbangi dengan respon yang diberikan pihak terkait. ”Rencananya begitu, selama ini kan tampak permukaannya baru keliatan sekitar 2 meter x 4 meter. Entah nanti diperluas dikit jadi 4 meter x4 meter atau bagaimana kita masih lihat nanti. Ini masih nunggu (keputusan) yang punya lahan,” terang Ipin, salah seorang warga setempat.

Baca Juga :  Capaian Vaksin, Kota Mojokerto Masuk 16 Besar di Indonesia

Sebelumnya, warga sempat digegerkan dengan temuan susunan batu bata kuno di tengah lahan singkong milik Tulus. Saat itu, Mislan, warga setempat, yang hendak mencari sisa singkong yang sudah dipanen (ngasak) tak sengaja menemukannya. Bahkan, di antara struktur yang diapit batu alam itu warga menemukan sekitar 20 kepingan artefak berbahan keramik dan gerabah. (vad/ron)

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Balai Besar Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur meminta agar masyarakat tidak melakukan ekskavasi pada Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Dusun/Desa/Kecamatan Kutorejo. Dikhawatirkan malah merusak temuan struktur bata kuno di tengah lahan jagung itu. 

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Zakaria Kasimin menerangkan, pihaknya mewanti-wanti agar warga setempat tidak gegabah melakukan ekskavasi di ladang jagung tersebut. ”Supaya dijaga saja. Biar nggak ada (pihak) yang merusak. Juga jangan diekskavasi sendiri, khawatirnya akan merusak struktur temuan itu. Kalau sudah kelihatan di permukaan ya jangan digali lebih dalam lagi. Sudah cukup segitu saja, nanti biar kami cek dulu,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat bersabar menunggu petugas melakukan pengecekan ke lokasi. Hal ini untuk memastikan temuan itu benar-benar benda cagar budaya atau justru sebaliknya. ”Dalam waktu dekat ini kami akan cek dulu ke sana. Kita lihat nanti kesiapannya seperti apa. Karena sekarang kita juga sedang sibuk ekskavasi di beberapa daerah lainnya,” bebernya.

Baca Juga :  Nikah New Normal Diterapkan, Calon Pengantin Langsung Serbu KUA

Zakaria mengaku, pihaknya sudah mendapat kabar terkait adanya temuan warga tersebut. Namun, dia tidak menjamin ODCB tersebut bakal diekskavasi tahun ini. Sebab, banyak faktor yang mesti dipertimbangkan terlebih dahulu. ”Kita survey awal dulu, kalau buat ekskavasi masih belum bisa. Karena sudah akhir tahun dan  sudah ndak ada anggarannya,” sebutnya.

Rencana ekskavasi oleh masyarakat tersebut santer terdengar lantaran tingginya antusiasme warga setempat agar asal muasal ODCB tersebut segera terungkap. Rencananya warga bakal mengangkat timbunan tanah di atas stuktur sekaligus memperluas tampak bagian atasnya saja.

Sayangnya, tingginya antusiasme warga itu tak diimbangi dengan respon yang diberikan pihak terkait. ”Rencananya begitu, selama ini kan tampak permukaannya baru keliatan sekitar 2 meter x 4 meter. Entah nanti diperluas dikit jadi 4 meter x4 meter atau bagaimana kita masih lihat nanti. Ini masih nunggu (keputusan) yang punya lahan,” terang Ipin, salah seorang warga setempat.

Baca Juga :  Jeep Willys Sapa Pengunjung Mal
- Advertisement -

Sebelumnya, warga sempat digegerkan dengan temuan susunan batu bata kuno di tengah lahan singkong milik Tulus. Saat itu, Mislan, warga setempat, yang hendak mencari sisa singkong yang sudah dipanen (ngasak) tak sengaja menemukannya. Bahkan, di antara struktur yang diapit batu alam itu warga menemukan sekitar 20 kepingan artefak berbahan keramik dan gerabah. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/