alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Tanggul Jebol, 104 Rumah Teredam

DAWARBLANDONG, Jawa Pos  Radar Mojokerto – Banjir luapan Sungai Lamong merendam 104 rumah warga di empat desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/12). Curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun selama dua hari terakhir mengakibatkan air sungai meluap. Hingga petang, genangan air masih merendam sejumlah titik lokasi banjir.

Pantauan  Jawa Pos Radar Mojokerto di sejumlah lokasi tersebut menunjukkan luapan air sungai melanda rumah-rumah warga di tujuh dusun yang tersebar di empat desa. Meliputi, 35 rumah di Dusun Balong, Desa Banyulegi. 15 rumah di Dusun Ngarus, Desa Banyulegi. Kemudian, 20 rumah di Dusun Klanting, Desa Pulorejo. 8 rumah di Dusun Pulo, Desa Pulorejo. 3 rumah di Dusun Beru, Desa Pulorejo. 20 rumah di Dusun Talun Brak, Desa Talunblandong. Serta 3 rumah di Dusun Talun Sudo, Desa Gunungan.

Sementara itu, banjir luapan juga menerjang sekitar 91 hektare lahan pertanian yang tersebar di empat desa tersebut. sebagian besar lahan itu digarap warga sebagai area persawahan tanaman padi serta perkebunan tebu. Kini, akibat banjir luapan ini, tanaman milik warga rusak.

Baca Juga :  Banjir Sooko Tak Kunjung Surut

Ketinggian banjir bervariasi. Namun, pada ketinggian maksimal rata-rata mencapai 1,5 meter. Aliran Sungai Lamong yang melintasi desa-desa tersebut tidak mampu menampung debit air akibat hujan deras yang turun sejak Sabtu malam (12/12) hingga Minggu pagi (13/12).

Hal itu lantaran derasnya aliran membuat tanggul sungai di Dusun Balong, Desa Banyulegi, jebol Minggu dini hari sekitar pukul 02.30. Akibatnya air meluap ke permukiman serta lahan persawahan dan perkebunan warga. ’’Ada 35 rumah warga yang tergenang. Tapi penduduknya 120 jiwa yang terdampak,’’ ungkap Kepala Dusun Balong Jari.

Menurutnya, kodisi genangan terparah mencapai 1,5 meter. Warga yang terdampak untuk sementara ini diungsikan ke rumah kerabat, rumah warga yang aman, maupun tempat fasilitas umum. Namun hingga Minggu (13/12) petang, ketinggian genangan sudah mengalami penurunan di angka 60 sentimeter.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini mengatakan, jumlah titik banjir luapan sudah mulai berkurang. Air yang menggenangi permukiman dan lahan pertanian warga perlahan berangsur surut. Menurutnya, penyusutan itu rata-rata berada di angka 30 sentimeter.

Baca Juga :  Korban Banjir Mulai Terserang Penyakit

Tinggal genangan banjir luapan di Dusun Balong, Desa Banyulegi, yang masih bertahan. Meskipun mengalami penurunan, pihaknya memprediksi banjir baru benar-benar surut dalam waktu beberapa hari ke depan. Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan persediaan logistik untuk persediaan selama tiga hari ke depan. ’’Sudah kita drop (logistik) secukupnya untuk kebutuhan masak. Baik untuk masak sendiri maupun dapur umum untuk estimasi tiga hari. Kalau bisa ya kurang lah,’’ terangnya.

Camat Dawarblandong Norman Handinto mengatakan, peristiwa banjir kali ini berbeda dengan banjir yang terjadi sebelum-sebelumnya. Hujan lebat yang turun di kawasan hulu Sungai Lamong, menurutnya, mengakibatkan banjir di sejumlah desa hingga tanggul jebol seluas sekitar lima meter.

Selepas banjir ini surut, pihaknya akan segera mengambil langkah penanggulangan dengan membangun kembali tanggul yang jebol. ’’Kalau (solusi) jangka pendek kita akan membenahi tanggul setelah airnya surut. Cuma kalau jangka panjangnya ini bukan konteks kabupaten, karena ini BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo,’’ terangnya. (adi)

DAWARBLANDONG, Jawa Pos  Radar Mojokerto – Banjir luapan Sungai Lamong merendam 104 rumah warga di empat desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/12). Curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun selama dua hari terakhir mengakibatkan air sungai meluap. Hingga petang, genangan air masih merendam sejumlah titik lokasi banjir.

Pantauan  Jawa Pos Radar Mojokerto di sejumlah lokasi tersebut menunjukkan luapan air sungai melanda rumah-rumah warga di tujuh dusun yang tersebar di empat desa. Meliputi, 35 rumah di Dusun Balong, Desa Banyulegi. 15 rumah di Dusun Ngarus, Desa Banyulegi. Kemudian, 20 rumah di Dusun Klanting, Desa Pulorejo. 8 rumah di Dusun Pulo, Desa Pulorejo. 3 rumah di Dusun Beru, Desa Pulorejo. 20 rumah di Dusun Talun Brak, Desa Talunblandong. Serta 3 rumah di Dusun Talun Sudo, Desa Gunungan.

Sementara itu, banjir luapan juga menerjang sekitar 91 hektare lahan pertanian yang tersebar di empat desa tersebut. sebagian besar lahan itu digarap warga sebagai area persawahan tanaman padi serta perkebunan tebu. Kini, akibat banjir luapan ini, tanaman milik warga rusak.

Baca Juga :  90 Hektare Padi Terendam Banjir

Ketinggian banjir bervariasi. Namun, pada ketinggian maksimal rata-rata mencapai 1,5 meter. Aliran Sungai Lamong yang melintasi desa-desa tersebut tidak mampu menampung debit air akibat hujan deras yang turun sejak Sabtu malam (12/12) hingga Minggu pagi (13/12).

Hal itu lantaran derasnya aliran membuat tanggul sungai di Dusun Balong, Desa Banyulegi, jebol Minggu dini hari sekitar pukul 02.30. Akibatnya air meluap ke permukiman serta lahan persawahan dan perkebunan warga. ’’Ada 35 rumah warga yang tergenang. Tapi penduduknya 120 jiwa yang terdampak,’’ ungkap Kepala Dusun Balong Jari.

Menurutnya, kodisi genangan terparah mencapai 1,5 meter. Warga yang terdampak untuk sementara ini diungsikan ke rumah kerabat, rumah warga yang aman, maupun tempat fasilitas umum. Namun hingga Minggu (13/12) petang, ketinggian genangan sudah mengalami penurunan di angka 60 sentimeter.

- Advertisement -

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini mengatakan, jumlah titik banjir luapan sudah mulai berkurang. Air yang menggenangi permukiman dan lahan pertanian warga perlahan berangsur surut. Menurutnya, penyusutan itu rata-rata berada di angka 30 sentimeter.

Baca Juga :  Alat Rapid Test Jelang Kedaluwarsa, Dinkes Panggil Rekanan

Tinggal genangan banjir luapan di Dusun Balong, Desa Banyulegi, yang masih bertahan. Meskipun mengalami penurunan, pihaknya memprediksi banjir baru benar-benar surut dalam waktu beberapa hari ke depan. Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan persediaan logistik untuk persediaan selama tiga hari ke depan. ’’Sudah kita drop (logistik) secukupnya untuk kebutuhan masak. Baik untuk masak sendiri maupun dapur umum untuk estimasi tiga hari. Kalau bisa ya kurang lah,’’ terangnya.

Camat Dawarblandong Norman Handinto mengatakan, peristiwa banjir kali ini berbeda dengan banjir yang terjadi sebelum-sebelumnya. Hujan lebat yang turun di kawasan hulu Sungai Lamong, menurutnya, mengakibatkan banjir di sejumlah desa hingga tanggul jebol seluas sekitar lima meter.

Selepas banjir ini surut, pihaknya akan segera mengambil langkah penanggulangan dengan membangun kembali tanggul yang jebol. ’’Kalau (solusi) jangka pendek kita akan membenahi tanggul setelah airnya surut. Cuma kalau jangka panjangnya ini bukan konteks kabupaten, karena ini BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo,’’ terangnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/