alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Curi Motor di Kos-Kosan, Terekam CCTV

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi komplotan maling yang menyatroni rumah kos terekam Closed Circuit Television (CCTV), Minggu (13/12) pagi. Dua pelaku berhasil menggondol motor milik salah satu penghuni kos di Gang Mawar RT/RW 2 Dusun/Desa Sedati, Kecamatan Ngoro. 

Aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 04.50 dan terekam CCTV toko alat tulis kantor (ATK) yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Kedua pelaku berhasil menggondol Honda Beat nopol AG 4528 EW milik Dinta Dianatur Nur, 24, warga Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.

Awalnya, kedua pelaku berboncengan dari timur dan menyasar kos milik Bu Luluk, yang ada di seberang TKP. Tak mendapat mangsa di sana, komplotan itu mengalihkan perhatian ke rumah kos milik Hanafi.

Baca Juga :  Bupati Pungkasiadi: Data Adalah Kunci

Salah satu pelaku masuk ke kos dan satu lagi menunggu di luar, duduk di atas motor. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil membawa keluar motor matic warna merah milik Dinta. Entah mengapa, motor hasil curian tersebut tak bisa menyala. Sehingga harus didorong salah satu pelaku lain beriringan dari belakang. 

’’Sekitar pukul 04.30 itu sudah ada anak kos yang keluar. Tapi motornya itu dikunci setir sama Mbaknya (Dinta),’’  ujar Lina, 30, pemilik toko ATK.

Dia mengecek rekaman CCTV yang berada di samping toko itu setelah korban menyadari motornya sudah raib. ’’Sekitar pukul 09.00 kita cek rekaman CCTV,’’ terangnya.

Lina menyebutkan, daerah sekitar TKP yang mayoritas adalah rumah kos itu sudah menjadi langganan tindak curanmor. Sayangnya, hingga kini aksi kriminal tersebut masih terjadi dan meresahkan warga. ’’Beberapa bulan lalu sering yang kecurian motor,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Lima Orang Bunuh Diri Selama Pandemi

Dari kejadian tersebut kerugian material ditaksir sekitar Rp 9,5 juta. Kedua pelaku pencurian dengan pemberatan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan hukuman pidana maksimal lima tahun penjara.

Sementara itu, Kapolsek Ngoro AKP Jingga Novriyanto mengaku belum tahu persis peristiwa tersebut lantaran tengah ada kegiatan luar. ’’Coba saya cek ke petugas dulu ya, ada laporan masuk atau tidak. Ini tadi saya ada giat di luar,’’ ujarnya. (vad)

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi komplotan maling yang menyatroni rumah kos terekam Closed Circuit Television (CCTV), Minggu (13/12) pagi. Dua pelaku berhasil menggondol motor milik salah satu penghuni kos di Gang Mawar RT/RW 2 Dusun/Desa Sedati, Kecamatan Ngoro. 

Aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 04.50 dan terekam CCTV toko alat tulis kantor (ATK) yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Kedua pelaku berhasil menggondol Honda Beat nopol AG 4528 EW milik Dinta Dianatur Nur, 24, warga Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.

Awalnya, kedua pelaku berboncengan dari timur dan menyasar kos milik Bu Luluk, yang ada di seberang TKP. Tak mendapat mangsa di sana, komplotan itu mengalihkan perhatian ke rumah kos milik Hanafi.

Baca Juga :  DPD Muhammadiyah: Baiknya Lebih Memperbanyak Amal, Bukan Malah Pergi

Salah satu pelaku masuk ke kos dan satu lagi menunggu di luar, duduk di atas motor. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil membawa keluar motor matic warna merah milik Dinta. Entah mengapa, motor hasil curian tersebut tak bisa menyala. Sehingga harus didorong salah satu pelaku lain beriringan dari belakang. 

’’Sekitar pukul 04.30 itu sudah ada anak kos yang keluar. Tapi motornya itu dikunci setir sama Mbaknya (Dinta),’’  ujar Lina, 30, pemilik toko ATK.

Dia mengecek rekaman CCTV yang berada di samping toko itu setelah korban menyadari motornya sudah raib. ’’Sekitar pukul 09.00 kita cek rekaman CCTV,’’ terangnya.

- Advertisement -

Lina menyebutkan, daerah sekitar TKP yang mayoritas adalah rumah kos itu sudah menjadi langganan tindak curanmor. Sayangnya, hingga kini aksi kriminal tersebut masih terjadi dan meresahkan warga. ’’Beberapa bulan lalu sering yang kecurian motor,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Lima Orang Bunuh Diri Selama Pandemi

Dari kejadian tersebut kerugian material ditaksir sekitar Rp 9,5 juta. Kedua pelaku pencurian dengan pemberatan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan hukuman pidana maksimal lima tahun penjara.

Sementara itu, Kapolsek Ngoro AKP Jingga Novriyanto mengaku belum tahu persis peristiwa tersebut lantaran tengah ada kegiatan luar. ’’Coba saya cek ke petugas dulu ya, ada laporan masuk atau tidak. Ini tadi saya ada giat di luar,’’ ujarnya. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/