alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

PTM Distop Sementara

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenag Kabupaten Mojokerto menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di MTs Darul Ulum Ngabar, Kecamatan Jetis, kemarin. Itu setelah adanya kegiatan tracing langsung di madrasah karena satu siswa dinyatakan terpapar Covid-19.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam mengatakan pembelajaran di MTs Darul Ulum dihentikan selama tiga hari. Siswa kembali melakukan pembelajaran secara daring untuk sampai Senin (15/11) mendatang. Itu sebagai antisipasi agar lingkungan madrasah tak menjadi klaster pembelajaran. ’’Kita putuskan agar kawasan madrasah tersebut disterilkan selama tiga hari. Anak-anak belajar secara daring lagi baru boleh masuk lagi senin nanti,’’ ujarnya, kemarin (13/11).

Baca Juga :  Gencarkan Serbuan Vaksinasi Pondok Pesantren

Meski hasil dari tracing semua siswa dan guru dinyatakan negatif, namun Tamam menyebutkan potensi penularan Covid-19 rentan terjadi. Terlebih, sesuai regulasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah, PTM bakal dihentikan sementara jika ada siswa yang terpapar. ’’Jadi, tidak boleh masuk namun pembelajaran kembali daring untuk sementara,’’ sebut dia.

Dikatakannya, pasca ada kejadian siswa yang positif ini, dia bakal berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberlakukan adanya tes acak pada siswa maupun guru. Sehingga, penularan kasus Covid-19 bisa ditekan melalui testing berkala. ’’Kita bakal ajukan dulu ke Satgas Covid-19, semoga ada testing secara berkala untuk siswa maupun guru. Tergantung nanti instansi terkait apa bersedia untuk menyiapkan hal tersebut. Kita harap juga agar madrasah segera melapor jika mendapatkan kasus semacam ini lagi,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Angka Covid Turun, Pemkot Segera Cabut PPKM

Diketahui sebelumnya, sejumlah siswa MTs Darul Ulum, Ngabar, Kecamatan Jetis menjalani tes rapid antigen. Menyusul, terdapat salah satu siswa kelas VIII dinyatakan positif terpapar korona. (oce/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenag Kabupaten Mojokerto menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di MTs Darul Ulum Ngabar, Kecamatan Jetis, kemarin. Itu setelah adanya kegiatan tracing langsung di madrasah karena satu siswa dinyatakan terpapar Covid-19.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam mengatakan pembelajaran di MTs Darul Ulum dihentikan selama tiga hari. Siswa kembali melakukan pembelajaran secara daring untuk sampai Senin (15/11) mendatang. Itu sebagai antisipasi agar lingkungan madrasah tak menjadi klaster pembelajaran. ’’Kita putuskan agar kawasan madrasah tersebut disterilkan selama tiga hari. Anak-anak belajar secara daring lagi baru boleh masuk lagi senin nanti,’’ ujarnya, kemarin (13/11).

Baca Juga :  Satu Siswa Terpapar Covid-19

Meski hasil dari tracing semua siswa dan guru dinyatakan negatif, namun Tamam menyebutkan potensi penularan Covid-19 rentan terjadi. Terlebih, sesuai regulasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah, PTM bakal dihentikan sementara jika ada siswa yang terpapar. ’’Jadi, tidak boleh masuk namun pembelajaran kembali daring untuk sementara,’’ sebut dia.

Dikatakannya, pasca ada kejadian siswa yang positif ini, dia bakal berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberlakukan adanya tes acak pada siswa maupun guru. Sehingga, penularan kasus Covid-19 bisa ditekan melalui testing berkala. ’’Kita bakal ajukan dulu ke Satgas Covid-19, semoga ada testing secara berkala untuk siswa maupun guru. Tergantung nanti instansi terkait apa bersedia untuk menyiapkan hal tersebut. Kita harap juga agar madrasah segera melapor jika mendapatkan kasus semacam ini lagi,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Pelajar Dirazia, Ditemukan Jimat, Obeng, dan Sajam

Diketahui sebelumnya, sejumlah siswa MTs Darul Ulum, Ngabar, Kecamatan Jetis menjalani tes rapid antigen. Menyusul, terdapat salah satu siswa kelas VIII dinyatakan positif terpapar korona. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/