alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ikuti Google Map, Nyaris Masuk Jurang

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Andalkan google map untuk pulang ke Surabaya, Suryadi, 31, pengemudi Xenia nopol L 1034 FU nyasar masuk hutan Dusun Made, Desa/Kecamatan Pacet, Kamis malam (12/11). Bahkan, mobil nyaris masuk jurang. Beruntung, masih tersangkut batu.

Selain mengemudi sendiri, lokasi Suryadi ditemukan bukan jalan padat lalu lintas. Melainkan jalan desa yang biasa dilewati warga ke sawah dan hutan.

Menurut Suryadi, mulanya dia hendak pulang setelah menghadiri acara tahunan kantornya dari Kota Malang menuju Surabaya melalui jalan tol. Lantaran kurang mengenal jalan, dia menggunakan fitur google map guna menuntunnya ke Kota Pahlawan. Dia mengaku tak melihat peta yang disarankan google, melainkan hanya mendengar arahan melalui suara.

Sekitar pukul 18.30 mobilnya melaju keluar dari Kota Malang. ’’Karena kurang paham jalan, saya pakai google map, tapi gak lihat HP. Cuma dengar suaranya saja pakai headset,’’ terang Adi, sapaan akrab Suryadi.

Dia merasa mulai ada yang janggal sejak google mengarahkannya untuk keluar tol melalui Pandaan. Padahal, mestinya Suryadi bisa melajukan kendaraannya dari Kota Malang hingga Surabaya dan keluar melalui tol Waru. ’’Sampai tol Purwodadi, saya disuruh belok keluar tol Pandaan. Saya ikutin,’’ jelasnya saat olah TKP kemarin (13/11).

Setelah keluar tol, Adi merasa ada yang mengetuk kaca pintu mobil di sebelah kirinya. Lalu, dia merasa jalan yang dilalui masih terasa bagus dan tak ada pengguna jalan lain. ’’Setelah jalan, kaca mobil sebelah kiri ada yang ngetuk, setelah itu saya mulai merinding dan segala macam,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Long Storage Bisa Jadi Sentra Pembinaan Atlet Dayung dan Bangkitkan Ekonomi

Adi mencoba tak menghiraukan perasaan tersebut. Hingga, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sekitar 80-100 km per jam lantaran ia merasa kondisi jalan sangat bagus. Nyatanya, jalan dengan panjang sekitar 1,5 kilometer dari Dusun Made menuju hutan itu kondisinya sangat ekstrem. Berbahan makadam dan bergelombang. ’’Waktu itu saya merasa jalannya bagus-bagus saja,’’ celetuknya.

Adi mulai sadar ketika mobil yang dia kendarai tak bergerak meskipun pedal gas diinjak berkali-kali. Lalu, dia turun dan melihat sekitar yang ternyata hutan serta tak ada rumah warga. Dia kembali masuk ke mobil dan meminta bantuan dengan menghubungi radio. Selama satu jam dia menunggu bantuan di dalam mobil. Hingga warga, relawan, dan polisi mengevakuasinya sekitar pukul 21.30.

’’Baru sadar pas mobilnya mentok, ndak bisa jalan sama sekali. Sebelum turun mobil, itu kelihatannya jalan yang bagus. Jalannya bagus, lurus, tapi kanan kirinya kabut,’’ beber salah satu pegawai perusahaan asuransi itu.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengimbau pada setiap pengendara bila lokasi yang diarahkan google map mengarah ke hutan tak berpenduduk untuk bertanya pada warga sekitar sehingga tak tersesat. ’’Setidaknya bila bertemu seseorang atau warung, mungkin bisa bertanya, supaya tidak tersesat,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kardono, warga setempat, menjelaskan proses evakuasi berjalan dengan lancar. Gardan belakang Xenia itu tersangkut di batu besar. Dan kondisi Adi saat dievakuasi masih sadar dan tidak linglung. ’’Pengemudi saat ditanyai warga ndak linglung, tidak sedang terpengaruh alkohol, masih sehat,’’ jelas pria paro baya itu.

Baca Juga :  Jabatan Direktur Dikontrak Lima Tahun

Kardono menilai ada keganjilan dalam peristiwa ini. Pasalnya, kondisi mobil tidak mengalami kerusakan sedikit pun. Padahal, bagian belakang mobil sempat menyangkut di bebatuan, tetapi bumper dan bagian depan mobil tak lecet sedikit pun. Posisi mobil saat dievakuasi lurus mengahadap jalan buntu.

’’Tidak logis juga, dia mengemudi dengan kecepatan 81-100 km per jam di jalan yang seperti ini. Apalagi, mobilnya tidak ada kerusakan sama sekali, masih utuh,’’ bebernya. Jalan tersebut merupakan jalan yang rusak dan buntu dengan lebar sekitar 4 meter di antara persawahan dan hutan.

Menurutnya, peristiwa ini bukanlah kali pertama. Sebab, sebelumnya juga pernah terjadi hal serupa. Tetapi tak separah kali ini. ’’Dulu pernah ada kejadian seperti ini. Tapi tersesatnya cuma sampai makam (dekat permukiman, Red), ndak sampai di sini,’’ tandasnya. (vad)

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Andalkan google map untuk pulang ke Surabaya, Suryadi, 31, pengemudi Xenia nopol L 1034 FU nyasar masuk hutan Dusun Made, Desa/Kecamatan Pacet, Kamis malam (12/11). Bahkan, mobil nyaris masuk jurang. Beruntung, masih tersangkut batu.

Selain mengemudi sendiri, lokasi Suryadi ditemukan bukan jalan padat lalu lintas. Melainkan jalan desa yang biasa dilewati warga ke sawah dan hutan.

Menurut Suryadi, mulanya dia hendak pulang setelah menghadiri acara tahunan kantornya dari Kota Malang menuju Surabaya melalui jalan tol. Lantaran kurang mengenal jalan, dia menggunakan fitur google map guna menuntunnya ke Kota Pahlawan. Dia mengaku tak melihat peta yang disarankan google, melainkan hanya mendengar arahan melalui suara.

Sekitar pukul 18.30 mobilnya melaju keluar dari Kota Malang. ’’Karena kurang paham jalan, saya pakai google map, tapi gak lihat HP. Cuma dengar suaranya saja pakai headset,’’ terang Adi, sapaan akrab Suryadi.

Dia merasa mulai ada yang janggal sejak google mengarahkannya untuk keluar tol melalui Pandaan. Padahal, mestinya Suryadi bisa melajukan kendaraannya dari Kota Malang hingga Surabaya dan keluar melalui tol Waru. ’’Sampai tol Purwodadi, saya disuruh belok keluar tol Pandaan. Saya ikutin,’’ jelasnya saat olah TKP kemarin (13/11).

Setelah keluar tol, Adi merasa ada yang mengetuk kaca pintu mobil di sebelah kirinya. Lalu, dia merasa jalan yang dilalui masih terasa bagus dan tak ada pengguna jalan lain. ’’Setelah jalan, kaca mobil sebelah kiri ada yang ngetuk, setelah itu saya mulai merinding dan segala macam,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Minimal Belanja Rp 750 Ribu Dapat Hadiah Sepatu
- Advertisement -

Adi mencoba tak menghiraukan perasaan tersebut. Hingga, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sekitar 80-100 km per jam lantaran ia merasa kondisi jalan sangat bagus. Nyatanya, jalan dengan panjang sekitar 1,5 kilometer dari Dusun Made menuju hutan itu kondisinya sangat ekstrem. Berbahan makadam dan bergelombang. ’’Waktu itu saya merasa jalannya bagus-bagus saja,’’ celetuknya.

Adi mulai sadar ketika mobil yang dia kendarai tak bergerak meskipun pedal gas diinjak berkali-kali. Lalu, dia turun dan melihat sekitar yang ternyata hutan serta tak ada rumah warga. Dia kembali masuk ke mobil dan meminta bantuan dengan menghubungi radio. Selama satu jam dia menunggu bantuan di dalam mobil. Hingga warga, relawan, dan polisi mengevakuasinya sekitar pukul 21.30.

’’Baru sadar pas mobilnya mentok, ndak bisa jalan sama sekali. Sebelum turun mobil, itu kelihatannya jalan yang bagus. Jalannya bagus, lurus, tapi kanan kirinya kabut,’’ beber salah satu pegawai perusahaan asuransi itu.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengimbau pada setiap pengendara bila lokasi yang diarahkan google map mengarah ke hutan tak berpenduduk untuk bertanya pada warga sekitar sehingga tak tersesat. ’’Setidaknya bila bertemu seseorang atau warung, mungkin bisa bertanya, supaya tidak tersesat,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kardono, warga setempat, menjelaskan proses evakuasi berjalan dengan lancar. Gardan belakang Xenia itu tersangkut di batu besar. Dan kondisi Adi saat dievakuasi masih sadar dan tidak linglung. ’’Pengemudi saat ditanyai warga ndak linglung, tidak sedang terpengaruh alkohol, masih sehat,’’ jelas pria paro baya itu.

Baca Juga :  Jabatan Direktur Dikontrak Lima Tahun

Kardono menilai ada keganjilan dalam peristiwa ini. Pasalnya, kondisi mobil tidak mengalami kerusakan sedikit pun. Padahal, bagian belakang mobil sempat menyangkut di bebatuan, tetapi bumper dan bagian depan mobil tak lecet sedikit pun. Posisi mobil saat dievakuasi lurus mengahadap jalan buntu.

’’Tidak logis juga, dia mengemudi dengan kecepatan 81-100 km per jam di jalan yang seperti ini. Apalagi, mobilnya tidak ada kerusakan sama sekali, masih utuh,’’ bebernya. Jalan tersebut merupakan jalan yang rusak dan buntu dengan lebar sekitar 4 meter di antara persawahan dan hutan.

Menurutnya, peristiwa ini bukanlah kali pertama. Sebab, sebelumnya juga pernah terjadi hal serupa. Tetapi tak separah kali ini. ’’Dulu pernah ada kejadian seperti ini. Tapi tersesatnya cuma sampai makam (dekat permukiman, Red), ndak sampai di sini,’’ tandasnya. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/