Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Sebanyak 3963 Siswa Ikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer

14 Oktober 2021, 06: 15: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Sebanyak 3963 Siswa Ikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer

FOKUS: Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMPN 1 Ngoro Mojokerto (Ahmad Basuni/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sebanyak 3963  siswa SMP di Kabupaten Mojokerto terpilih menjadi perwakilan peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), 4-7 Oktober 2021. Mereka yang terpilih itu dari 118 SMP di Kabupaten Mojokerto.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Mujiati mengungkapkan ANBK adalah penilaian terhadap mutu setiap sekolah. Mutu pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar mengajar dan iklim pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen Nasional perlu dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Dimana, asesmen Nasional bertujuan menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Dengan diadakannya ANBK ini, siswa bias memahami soal cerita, bernalar, dan memahami lingkungan dan tujuan akhirnya kecakapan hidup siswa. ’’Penunjukkan siswa yang mengikuti asesmen dari pusat. Jadi kami tidak tahu apa siswa ini sudah menguasai materi atau tidak,’’ urainya.

Baca juga: Dibekali Kebencanaan hingga Wawasan Kebangsaan

Asesmen Nasional dilaksanakan peserta didik, pendidik dan kepala santuan pendidik yang meliputi literasi dan numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar dikerjakan oleh peserta didik. Sedangkan  pendidik dan kepala satuan pendidikan mengerjakan survei lingkungan belajar. ANBK ini bertujuan pemetaan sekolah. Di Kabupaten Mojokerto terdapat 118 lembaga yang mengikuti ANBK. Ada 10 lembaga melaksanakan secara mandiri dan digunakan SMP lain yang belum punya sarana, 96 lembaga secara mandiri dan 12 lembaga menggabung ke sekolah lain. ’’Harapannya hasil dari Asesmen Nasional ini bias dijadikan dasar pemetaan dalam rangka perbaikan mutu pendidikan di satuan- satuan pendidikan,’’ ujarnya.

Kepala SMP Negeri 1 Ngoro Mojokerto Sutrisno Slamet mengungkapkan, selain asesmen pada siswa, asesmen juga dilakukan terhadap para guru terutama di SMPN 1 Ngoro. Juga, terdapat lembaga lain yang menggabung karena keterbatasan sarana yang ada di lembaga itu. Di SMPN 1 Ngoro juga akan digunakan untuk peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) SD. ’’Alhamdulillah pelaksanaan peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMPN 1 Ngoro berjalan dengan sukses dan lancar,’’ urainya.

Gerry, siswa kelas VIII  mengaku cukup kaget tetapi senang karena bias dapat mewakili sekolah dan dapat pengalaman baru selama menjadi peserta ANBK. ’’Sekolah tidak menekan harus bagaimana, jadi kami santai. Persiapannya lebih ke mental dan lebih banyak belajar biasanya cumasatu jam. Sekarang bias dua jam dan banyak membaca,’’ ujarnya.

Ia pun mengungkapkan setelah selesai mengerjakan soal literasi, melihat ada beberapa soal yang memang seperti bentuk kehidupan sehari-hari. ’’Ada juga yang soalnya tidak realistis jadi agak sulit jawabnya,’’ lanjutnya. (bas/fen)

(mj/BAS/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia