alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Lima Pasutri di Kabupaten Resmi Poligami

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lima pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Mojokerto resmi berpoligami secara resmi di kantor Kemenag. Angka ini meningkat drastis dibanding tahun lalu yang hanya satu pasangan.

Plt Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali mengatakan, sejak Januari hingga Oktober ini, tercatat lima pasutri melaksanakan nikah poligami secara resmi di KUA.

Mereka berasal dari Kecamatan Bangsal, Puri, Kemlagi, Dlanggu dan Sooko. Masing-masing kecamatan terdapat satu pengajuan. ’’Kalau tahun lalu, ada tapi sangat jarang sekali. Hanya satu pengajuan dalam setahun,’’ ungkapnya.

Dijelaskan Mukti Ali, poligami diperbolehkan secara hukum dan agama. Namun, terkait adanya peningkatan pengajuan tahun ini, Mukti belum bisa menyebut penyebabnya secara rinci. ’’Ya, nggak tahu juga kenapa orang-orang memilih poligami saat ini. Masing-masing kan pribadi,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Angka Covid Turun, Pemkot Segera Cabut PPKM

Mukti menambahkan, untuk bisa berpoligami yang tercatat secara resmi, prosesnya tentu berbeda dengan istri pertama. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Salah satunya mendapatkan restu dari istri pertama.

Kemudian, untuk alur berpoligami, pemohon wajib membawa persyaratan nikah ke KUA berupa berkas nikah dari desa. ”Kalau tidak ada izin, maka akan dibuatkan penolakan,’’ beber dia.

Masih kata Mukti, berkas yang masuk di PA pun masih harus dilanjutkan melalui persidangan. Jika istri pertama mengizinkan untuk dipoligami, maka akan dikeluarkan izin poligami. ’’Kalau izin keluar berikutnya akan dilaksanakan nikah,’’ tutupnya. (oce/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lima pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Mojokerto resmi berpoligami secara resmi di kantor Kemenag. Angka ini meningkat drastis dibanding tahun lalu yang hanya satu pasangan.

Plt Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali mengatakan, sejak Januari hingga Oktober ini, tercatat lima pasutri melaksanakan nikah poligami secara resmi di KUA.

Mereka berasal dari Kecamatan Bangsal, Puri, Kemlagi, Dlanggu dan Sooko. Masing-masing kecamatan terdapat satu pengajuan. ’’Kalau tahun lalu, ada tapi sangat jarang sekali. Hanya satu pengajuan dalam setahun,’’ ungkapnya.

Dijelaskan Mukti Ali, poligami diperbolehkan secara hukum dan agama. Namun, terkait adanya peningkatan pengajuan tahun ini, Mukti belum bisa menyebut penyebabnya secara rinci. ’’Ya, nggak tahu juga kenapa orang-orang memilih poligami saat ini. Masing-masing kan pribadi,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Lahan Pertanian di Kota Terus Mengalami Penyusutan

Mukti menambahkan, untuk bisa berpoligami yang tercatat secara resmi, prosesnya tentu berbeda dengan istri pertama. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Salah satunya mendapatkan restu dari istri pertama.

Kemudian, untuk alur berpoligami, pemohon wajib membawa persyaratan nikah ke KUA berupa berkas nikah dari desa. ”Kalau tidak ada izin, maka akan dibuatkan penolakan,’’ beber dia.

- Advertisement -

Masih kata Mukti, berkas yang masuk di PA pun masih harus dilanjutkan melalui persidangan. Jika istri pertama mengizinkan untuk dipoligami, maka akan dikeluarkan izin poligami. ’’Kalau izin keluar berikutnya akan dilaksanakan nikah,’’ tutupnya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/