alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Puskesmas Puri Ditutup, Jadi Ruang Karantina

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu lagi fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama terpaksa ditutup sementara pasca ditemukan salah satu tenaga medisnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Puskesmas Puri di Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, terpaksa ditutup selama seminggu ke depan untuk menghindari munculnya klaster baru. Terhitung mulai Minggu (12/7) malam hingga Sabtu (18/7).

Layanan kesehatan masyarakat terpaksa dialihkan ke puskesmas terdekat yang memiliki kapasitas dan kualitas setara. Mulai dari Puskesmas Gayaman, Puskesmas Dlanggu, maupun Puskesmas Sooko. Tidak sekadar ditutup, 24 orang yang pernah kontak erat dengan TW, 22, perawat desa setempat juga turut dikarantina di puskesmas setempat.

Mereka terdiri dari para karyawan puskesmas ditambah dengan keluarga TW. Mereka harus menjalani observasi klinis, baik lewat rapid test maupun uji swab sebelum dinyatakan bebas dari penularan Covid-19.

’’Karena ada tenaga kesehatan yang dinyatakan positif, untuk sementara layanan faskes di Puskesmas Puri kami hentikan sementara,’’ terang Ardi Sepdianto, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Mojokerto, Senin (13/7).

Baca Juga :  Seluruh Pegawai Puskesmas Di-Rapid Test

Ardi menjelaskan, TW merupakan nakes asal Kota Mojokerto yang biasa menangani pasien Covid-19 di Puskesmas Puri. Ia juga menjadi bagian dari tim tracing tingkat kecamatan yang dibentuk Dinkes Kabupaten Mojokerto.

Minggu (12/7) kemarin, tim GGTPC Kota Mojokerto mengumumkan TW terkonfirmasi terpapar Covid-19 setelah sebelumnya mengeluh batuk pilek (bapil), serta sedikit sesak napas. Ia bahkan sudah diisolasi di rumah observasi Covid-19 di Rusunawa Cinde, Kecamatan/Kelurahan Prajurit Kulon.

’’Dia sebenarnya perawat desa setempat, tapi ikut dalam tim tracing yang menangani pasien positif langsung,’’ terangnya. Nah, dari pengumuman itu, tim tracing dinkes langsung merekomendasikan beberapa rekan dan keluarga TW untuk menjalani karantina.

Tak jauh-jauh, puskesmas tempatnya bekerja pun disulap menjadi rumah karantina lantaran memiliki fasilitas rawat inap. Bahkan, sejak Minggu malam (12/7) hingga siang kemarin, puskesmas praktis telah berangsur-angsur diisi 24 orang yang terdeteksi pernah kontak erat dengan TW.

Baca Juga :  Ning Ita Permudah Pembayaran PBB

Mereka juga telah menjalani uji cepat lewat rapid test di Labkesda Dinkes Kabupaten Mojokerto di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Sebelum menjalani pemeriksaan kembali lewat uji swab PCR (polymerase chain reaction) bagi yang terdeteksi imunnya reaktif terhadap virus korona.

’’Besok (hari ini, Red) akan di-swab bagi yang imunnya reaktif. Sementara ini masih diobservasi sebelum dilakukan penindakan berikutnya,’’ tambahnya. Ardi mengaku belum mengetahui sampai kapan layanan kesehatan di puskesmas bisa diaktifkan kembali untuk masyarakat umum.

Sampai saat ini, tim tracing GGTPC masih harus menunggu hasil uji klinis dan penanganan medis sebelum puskesmas benar-benar dinyatakan steril dari virus mematikan tersebut.

’’Rencananya memang masih seminggu. Tapi, belum ke depannya. Jika ada percepatan, mungkin tidak seminggu sudah buka kembali,’’tandasnya.

 

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu lagi fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama terpaksa ditutup sementara pasca ditemukan salah satu tenaga medisnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Puskesmas Puri di Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, terpaksa ditutup selama seminggu ke depan untuk menghindari munculnya klaster baru. Terhitung mulai Minggu (12/7) malam hingga Sabtu (18/7).

Layanan kesehatan masyarakat terpaksa dialihkan ke puskesmas terdekat yang memiliki kapasitas dan kualitas setara. Mulai dari Puskesmas Gayaman, Puskesmas Dlanggu, maupun Puskesmas Sooko. Tidak sekadar ditutup, 24 orang yang pernah kontak erat dengan TW, 22, perawat desa setempat juga turut dikarantina di puskesmas setempat.

Mereka terdiri dari para karyawan puskesmas ditambah dengan keluarga TW. Mereka harus menjalani observasi klinis, baik lewat rapid test maupun uji swab sebelum dinyatakan bebas dari penularan Covid-19.

’’Karena ada tenaga kesehatan yang dinyatakan positif, untuk sementara layanan faskes di Puskesmas Puri kami hentikan sementara,’’ terang Ardi Sepdianto, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Mojokerto, Senin (13/7).

Baca Juga :  Ning Ita Permudah Pembayaran PBB

Ardi menjelaskan, TW merupakan nakes asal Kota Mojokerto yang biasa menangani pasien Covid-19 di Puskesmas Puri. Ia juga menjadi bagian dari tim tracing tingkat kecamatan yang dibentuk Dinkes Kabupaten Mojokerto.

- Advertisement -

Minggu (12/7) kemarin, tim GGTPC Kota Mojokerto mengumumkan TW terkonfirmasi terpapar Covid-19 setelah sebelumnya mengeluh batuk pilek (bapil), serta sedikit sesak napas. Ia bahkan sudah diisolasi di rumah observasi Covid-19 di Rusunawa Cinde, Kecamatan/Kelurahan Prajurit Kulon.

’’Dia sebenarnya perawat desa setempat, tapi ikut dalam tim tracing yang menangani pasien positif langsung,’’ terangnya. Nah, dari pengumuman itu, tim tracing dinkes langsung merekomendasikan beberapa rekan dan keluarga TW untuk menjalani karantina.

Tak jauh-jauh, puskesmas tempatnya bekerja pun disulap menjadi rumah karantina lantaran memiliki fasilitas rawat inap. Bahkan, sejak Minggu malam (12/7) hingga siang kemarin, puskesmas praktis telah berangsur-angsur diisi 24 orang yang terdeteksi pernah kontak erat dengan TW.

Baca Juga :  Sepatu Kota Mojokerto Kuasai Indonesia Timur

Mereka juga telah menjalani uji cepat lewat rapid test di Labkesda Dinkes Kabupaten Mojokerto di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Sebelum menjalani pemeriksaan kembali lewat uji swab PCR (polymerase chain reaction) bagi yang terdeteksi imunnya reaktif terhadap virus korona.

’’Besok (hari ini, Red) akan di-swab bagi yang imunnya reaktif. Sementara ini masih diobservasi sebelum dilakukan penindakan berikutnya,’’ tambahnya. Ardi mengaku belum mengetahui sampai kapan layanan kesehatan di puskesmas bisa diaktifkan kembali untuk masyarakat umum.

Sampai saat ini, tim tracing GGTPC masih harus menunggu hasil uji klinis dan penanganan medis sebelum puskesmas benar-benar dinyatakan steril dari virus mematikan tersebut.

’’Rencananya memang masih seminggu. Tapi, belum ke depannya. Jika ada percepatan, mungkin tidak seminggu sudah buka kembali,’’tandasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/