alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Hanya Terima Pencairan Tahap Ketiga, Penerima Bansos Protes

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Mojokerto menuai protes. Lantaran, warga menerima bantuan sosial tunai (BST) langsung tahap ketiga.

Adalah Buchori Muslim, 51, warga Dusun Tlogogede RT 01, RW 02 Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengeluhkan dirinya mendapatkan BST langsung pada tahap ketiga. Awalnya, dia mengaku sejak Mei lalu belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan terdampak Covid-19. Baik berupa PKH, BPNT, BST dana desa, BST pemkab, maupun BST Kemensos.

Meskipun, usahanya mencetak batu bata terpukul berat saat pandemi korona. Akhir pekan lalu, dia terkejut mendapat undangan dari pemdes untuk mengambil bantuan di kantor kecamatan. Oleh pemdes, dirinya mendapat undangan pengambilan bantuan melalui kantor Pos. ’’Saat mengambil bantuan, oleh petugas saya diberi tahu dapat BST tahap ketiga saja,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Dari situ, dirinya merasa ada yang janggal. Lantaran, berdasar surat pemberitahuan berkepala surat Pos Indonesia dan Kemensos RI, namanya diplot mendapatkan bantuan tahap 1 dan bantuan tahap 2. Dengan rincian, tahap 1 sebesar Rp 600 ribu, dan tahap 2 Rp 600 ribu.

Baca Juga :  Semprot Insektisida Tiga Kali Sehari

Itu diperkuat isi surat pemberitahuan yang menyebutkan, berdasarkan keputusan pemerintah RI melalui Kemensos RI, dirinya dinyatakan berhak memperoleh bantuan sosial tunai (bansos tunai tahun 2020) senilai Rp 600 ribu setiap bulan selama tiga bulan.

Dalam surat bernomor Danom 61300/3516120009/6 itu, disebutkan pula tabel alokasi pembayaran bansos tunai untuk Buchori Muslim. Yang berisi tiga tahap. Masing-masing tahap 1, tahap 2, dan tahap 3. Setiap kolom tahapan terdapat keterangan NIK (nomor induk kependudukan), nomor BST, besaran Rp 600 ribu, dan juga kode barcode.

’’Ini NIK-nya sama. Tapi, selama bansos tahap 1 dan tahap 2, saya tidak pernah menerima bantuannya. Baru ini tadi (kemarin, Red) saya terima bantuan tahap ketiga untuk pertama kali sebesar Rp 600 ribu,’’ beber dia.

Hal itu sempat ditanyakan Buchori Muslim kepada petugas teller saat distribusi bantuan di kantor Kecamatan Trowulan, kemarin. Oleh petugas tersebut, dia mendapatkan jawaban bahwasannya dirinya hanya mendapat bantuan tahap ketiga saja. ’’Diberitahu kalau saya hanya dapat bantuan tahap 3 saja,’’ tandas pria yang sehari-hari menjadi perajin batu bata ini.

Baca Juga :  Malam Tahun Baruan di Vila, Pengunjung Bisa Request Teman Kencan

Karena merasa tidak pernah menerima bantuan tahap 1 dan tahap 2, dirinya sempat menanyakan hal itu kepada koleganya. Pria yang juga wakil ketua RT 01 ini menyebutkan, hanya dirinya saja dalam satu RT yang mendapat tambahan bansos tunai tersebut. ’’Saya sempat konfirmasi ke penanggung jawab program ke pak Yohan. Tapi, belum ada jawaban,’’ tambah dia.

’’Tidak hanya bapak ini saya yang mengadu kepada kami. Hari ini (kemarin, Red) ada 10 pengaduan tentang hal yang sama,’’ ujar Lutfi Ariyono, Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto. Lutfi menduga, warga penerima bansos tunai tahap 3 seperti itu, ditaksir berasal dari penerima BST susulan. Karena, kemarin ada jadwal distribusi BST dari kloter susulan. ’’Surat pemberitahuan itu dari kantor Pos. Kami perkirakan beliau dari penerima BST susulan,’’ kata dia. 

 

 

 

 

 

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Mojokerto menuai protes. Lantaran, warga menerima bantuan sosial tunai (BST) langsung tahap ketiga.

Adalah Buchori Muslim, 51, warga Dusun Tlogogede RT 01, RW 02 Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengeluhkan dirinya mendapatkan BST langsung pada tahap ketiga. Awalnya, dia mengaku sejak Mei lalu belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan terdampak Covid-19. Baik berupa PKH, BPNT, BST dana desa, BST pemkab, maupun BST Kemensos.

Meskipun, usahanya mencetak batu bata terpukul berat saat pandemi korona. Akhir pekan lalu, dia terkejut mendapat undangan dari pemdes untuk mengambil bantuan di kantor kecamatan. Oleh pemdes, dirinya mendapat undangan pengambilan bantuan melalui kantor Pos. ’’Saat mengambil bantuan, oleh petugas saya diberi tahu dapat BST tahap ketiga saja,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Dari situ, dirinya merasa ada yang janggal. Lantaran, berdasar surat pemberitahuan berkepala surat Pos Indonesia dan Kemensos RI, namanya diplot mendapatkan bantuan tahap 1 dan bantuan tahap 2. Dengan rincian, tahap 1 sebesar Rp 600 ribu, dan tahap 2 Rp 600 ribu.

Baca Juga :  Insentif Nakes Covid-19 Kota Cair Rp 10,1 Miliar

Itu diperkuat isi surat pemberitahuan yang menyebutkan, berdasarkan keputusan pemerintah RI melalui Kemensos RI, dirinya dinyatakan berhak memperoleh bantuan sosial tunai (bansos tunai tahun 2020) senilai Rp 600 ribu setiap bulan selama tiga bulan.

Dalam surat bernomor Danom 61300/3516120009/6 itu, disebutkan pula tabel alokasi pembayaran bansos tunai untuk Buchori Muslim. Yang berisi tiga tahap. Masing-masing tahap 1, tahap 2, dan tahap 3. Setiap kolom tahapan terdapat keterangan NIK (nomor induk kependudukan), nomor BST, besaran Rp 600 ribu, dan juga kode barcode.

- Advertisement -

’’Ini NIK-nya sama. Tapi, selama bansos tahap 1 dan tahap 2, saya tidak pernah menerima bantuannya. Baru ini tadi (kemarin, Red) saya terima bantuan tahap ketiga untuk pertama kali sebesar Rp 600 ribu,’’ beber dia.

Hal itu sempat ditanyakan Buchori Muslim kepada petugas teller saat distribusi bantuan di kantor Kecamatan Trowulan, kemarin. Oleh petugas tersebut, dia mendapatkan jawaban bahwasannya dirinya hanya mendapat bantuan tahap ketiga saja. ’’Diberitahu kalau saya hanya dapat bantuan tahap 3 saja,’’ tandas pria yang sehari-hari menjadi perajin batu bata ini.

Baca Juga :  Terpapar Covid-19, Usir Stres di Tengah Hutan

Karena merasa tidak pernah menerima bantuan tahap 1 dan tahap 2, dirinya sempat menanyakan hal itu kepada koleganya. Pria yang juga wakil ketua RT 01 ini menyebutkan, hanya dirinya saja dalam satu RT yang mendapat tambahan bansos tunai tersebut. ’’Saya sempat konfirmasi ke penanggung jawab program ke pak Yohan. Tapi, belum ada jawaban,’’ tambah dia.

’’Tidak hanya bapak ini saya yang mengadu kepada kami. Hari ini (kemarin, Red) ada 10 pengaduan tentang hal yang sama,’’ ujar Lutfi Ariyono, Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto. Lutfi menduga, warga penerima bansos tunai tahap 3 seperti itu, ditaksir berasal dari penerima BST susulan. Karena, kemarin ada jadwal distribusi BST dari kloter susulan. ’’Surat pemberitahuan itu dari kantor Pos. Kami perkirakan beliau dari penerima BST susulan,’’ kata dia. 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/