alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Sambut Waisak, Buddha Tidur Dimandikan

Mahavihara Mojopahit Mulai Gelar Persiapan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sejumlah umat Buddha gotong royong melakukan persiapan menyambut Hari Raya Waisak di kawasan Mahavihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Di antaranya dengan memandikan patung Buddha Tidur di kawasan wihara.

Upasaka Pandita (UP) Dhammapalo Mahavihara Mojopahit Romo Sariono mengatakan, persiapan menghadapi Waisak kali ini dimulai dengan pembersihan kawasan wihara serta memandikan rupang Mahaparinibanna atau patung Buddha tidur. Rupang dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter ini dibersihkan menggunakan sabun dan air. ”Ini tradisi saban tahun. Untuk menyambut Waisak, diawali dengan memandikan rupang serta persiapan lainnya,” ungkapnya, kemarin.

Baca Juga :  Puskesmas Tracing Keluarga dan Santri

Prosesi memandikan dilakukan secara khusus dan bertahap. Dimulai dengan mengguyurkan air dan sabun di seluruh bagian rupang. Setelah itu, seluruh bagian patung disiram air bunga dan kembali dibilas air hingga bersih. Prosesi pembersihan rupang ini memakan waktu kurang lebih dua jam. ”Pembersihan rupang ini memiliki makna untuk membersihkan batin. Supaya ke depannya kita bisa berpikir lebih baik, jernih, serta bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Masih kata Sariono, selain membersihkan rupang, mereka juga melakukan persiapan lainnya. Seperti memasang bendera, payung dan perlengkapan lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan Waisak mulai dari Pradaksina maupun Pujabakti. Adapun, lanjut dia, detik-detik peringatan Waisak tahun 2566 BE ini jatuh pada Senin (16/5) pukul 11.13. ”Temanya untuk tahun ini adalah cinta kasih kita bersaudara, dan nanti saat selesai ibadah, kita juga adakan kegiatan sosial yakni donor darah yang terbuka untuk umum,” ucapnya.

Baca Juga :  Sebelum Meninggal, Cak Rizal Ziarah ke Makam Bung Karno

Di puncak peringatan detik-detik Waisak tahun ini, diperkirakan umat Buddha yang datang ke Maha Vihara Mojopahit akan bertambah dibanding tahun lalu. Pasalnya, tahun ini, pembatasan kapasitas beribadah lebih longgar. ”Biasanya yang Surabaya banyak yang berdatangan kesini. Tapi, kita lihat saja nanti, sebab wihara di sana juga mulai bersih-bersih,” tandasnya. (oce/ron)

Mahavihara Mojopahit Mulai Gelar Persiapan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sejumlah umat Buddha gotong royong melakukan persiapan menyambut Hari Raya Waisak di kawasan Mahavihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Di antaranya dengan memandikan patung Buddha Tidur di kawasan wihara.

Upasaka Pandita (UP) Dhammapalo Mahavihara Mojopahit Romo Sariono mengatakan, persiapan menghadapi Waisak kali ini dimulai dengan pembersihan kawasan wihara serta memandikan rupang Mahaparinibanna atau patung Buddha tidur. Rupang dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter ini dibersihkan menggunakan sabun dan air. ”Ini tradisi saban tahun. Untuk menyambut Waisak, diawali dengan memandikan rupang serta persiapan lainnya,” ungkapnya, kemarin.

Baca Juga :  Dewan Pers Apresiasi JPRM, Berkat Tuntaskan Verifikasi Faktual

Prosesi memandikan dilakukan secara khusus dan bertahap. Dimulai dengan mengguyurkan air dan sabun di seluruh bagian rupang. Setelah itu, seluruh bagian patung disiram air bunga dan kembali dibilas air hingga bersih. Prosesi pembersihan rupang ini memakan waktu kurang lebih dua jam. ”Pembersihan rupang ini memiliki makna untuk membersihkan batin. Supaya ke depannya kita bisa berpikir lebih baik, jernih, serta bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Masih kata Sariono, selain membersihkan rupang, mereka juga melakukan persiapan lainnya. Seperti memasang bendera, payung dan perlengkapan lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan Waisak mulai dari Pradaksina maupun Pujabakti. Adapun, lanjut dia, detik-detik peringatan Waisak tahun 2566 BE ini jatuh pada Senin (16/5) pukul 11.13. ”Temanya untuk tahun ini adalah cinta kasih kita bersaudara, dan nanti saat selesai ibadah, kita juga adakan kegiatan sosial yakni donor darah yang terbuka untuk umum,” ucapnya.

Baca Juga :  Puskesmas Tracing Keluarga dan Santri

Di puncak peringatan detik-detik Waisak tahun ini, diperkirakan umat Buddha yang datang ke Maha Vihara Mojopahit akan bertambah dibanding tahun lalu. Pasalnya, tahun ini, pembatasan kapasitas beribadah lebih longgar. ”Biasanya yang Surabaya banyak yang berdatangan kesini. Tapi, kita lihat saja nanti, sebab wihara di sana juga mulai bersih-bersih,” tandasnya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Massa Tagih Penanganan Kasus

Lansia Nekat Kendat di Pohon Mangga

Artikel Terbaru


/