alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Pemkot Kaji Opsi Uji Coba Gratis

Pemanfaatan Objek Wisata Pemandian Sekarsari

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto mengkaji opsi uji coba Pemandian Sekarsari. Upaya itu untuk percepatan pemanfaatan proyek revitalisasi objek wisata kolam renang yang dibangun secara multiyears 2020-2021.

Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto Sutilah mengungkapkan, percepatan pemanfaatan Pemandian Sekarsari sebagai objek wisata dilakukan melalui beberapa skema. Salah satunya dengan melakukan uji coba terlebih dulu sebelum dibuka secara resmi untuk dikunjungi masyarakat umum. ’’Mungkin sebagai awal diuji coba digratiskan dulu,’’ terangnya, kemarin.

Sebab, kata dia, hingga kini belum ada landasan hukum untuk memungut retribusi melalui tiket masuk di Pemandian Sekarsari. Terlebih, rancangan peraturan daerah (perda) retribusi yang sedianya diagendakan eksekutif dan legislatif pada triwulan pertama lalu dipastikan mundur.

Itu tak lepas terbitnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Di dalamnya terdapat amanah yang mengharuskan perubahan perda retribusi daerah dan pajak daerah menjadi satu paket produk payung hukum.
Pembahasan raperda baru dapat digulirkan setelah semester pertama nanti. Dengan begitu, pihaknya belum bisa memberlakukan penarikan retribusi bagi wisatawan di Sekarsari. ’’Karena kalau terkait tarif, masih menunggu perubahan perda dulu,’’ tandas Sutilah.

Baca Juga :  Target Serapan Bulog Tahun 2019 Turun 30 Persen

Kendati demikian, pemkot berupaya proyek revitalisasi wisata kolam renang yang menelan total anggaran Rp 18,2 miliar itu tidak dibiarkan mangkrak. Alternatif lainnya, sebut Sutilah, pengelolaan Pemandian Sekarsari bakal ditawarkan kepada swasta. ’’Jadi dipihak ketigakan, tapi ini pilihan,’’ imbuhnya.

Saat ini, disporapar tengah melakukan kajian terkait beberapa opsi pengoperasian Pemandian Sekarsari. Tidak menutup kemungkinan, wisata kolam yang eksis sejak era kolonial itu akan tetap dikelola oleh pemkot.

Di sisi lain, persiapan pembukaan juga masih dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Karena secara fisik, Pemandian Sekarsari masih belum dilakukan Berita Acara Serah Terima (BAST) dari Dinas PUPRPRKP ke Disporapar. ’’Kemarin, kami sudah menerima tembusan dari dinas PUPR akan segera dilakukan perbaikan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Wow, Pemkot Kembali Gelontor Pemandian Sekarsari Rp 9,9 Miliar

Di sisi lain, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan dinas perhubungan sekaligus DPMPTSP dan Naker terkait analisis dampak lalu lintas (andalalin). Sebab, sistem kunjungan ke Pemandian Sekarsari akan dilakukan secara drop off. Khususnya bagi wisatawan yang mengendari roda empat akan diarahkan untuk parkir di Gedung Gajah Mada. ’’Sekarang masih dikaji. Jadi, kita belum tahu pasti kapan Sekarsari mulai siap untuk dibuka,’’ pungkasnya. (ram/fen)

Pemanfaatan Objek Wisata Pemandian Sekarsari

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto mengkaji opsi uji coba Pemandian Sekarsari. Upaya itu untuk percepatan pemanfaatan proyek revitalisasi objek wisata kolam renang yang dibangun secara multiyears 2020-2021.

Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto Sutilah mengungkapkan, percepatan pemanfaatan Pemandian Sekarsari sebagai objek wisata dilakukan melalui beberapa skema. Salah satunya dengan melakukan uji coba terlebih dulu sebelum dibuka secara resmi untuk dikunjungi masyarakat umum. ’’Mungkin sebagai awal diuji coba digratiskan dulu,’’ terangnya, kemarin.

Sebab, kata dia, hingga kini belum ada landasan hukum untuk memungut retribusi melalui tiket masuk di Pemandian Sekarsari. Terlebih, rancangan peraturan daerah (perda) retribusi yang sedianya diagendakan eksekutif dan legislatif pada triwulan pertama lalu dipastikan mundur.

Itu tak lepas terbitnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Di dalamnya terdapat amanah yang mengharuskan perubahan perda retribusi daerah dan pajak daerah menjadi satu paket produk payung hukum.
Pembahasan raperda baru dapat digulirkan setelah semester pertama nanti. Dengan begitu, pihaknya belum bisa memberlakukan penarikan retribusi bagi wisatawan di Sekarsari. ’’Karena kalau terkait tarif, masih menunggu perubahan perda dulu,’’ tandas Sutilah.

Baca Juga :  Seribu Pemuda Bangun Entrepreneur di Jambore Kebangsaan

Kendati demikian, pemkot berupaya proyek revitalisasi wisata kolam renang yang menelan total anggaran Rp 18,2 miliar itu tidak dibiarkan mangkrak. Alternatif lainnya, sebut Sutilah, pengelolaan Pemandian Sekarsari bakal ditawarkan kepada swasta. ’’Jadi dipihak ketigakan, tapi ini pilihan,’’ imbuhnya.

- Advertisement -

Saat ini, disporapar tengah melakukan kajian terkait beberapa opsi pengoperasian Pemandian Sekarsari. Tidak menutup kemungkinan, wisata kolam yang eksis sejak era kolonial itu akan tetap dikelola oleh pemkot.

Di sisi lain, persiapan pembukaan juga masih dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Karena secara fisik, Pemandian Sekarsari masih belum dilakukan Berita Acara Serah Terima (BAST) dari Dinas PUPRPRKP ke Disporapar. ’’Kemarin, kami sudah menerima tembusan dari dinas PUPR akan segera dilakukan perbaikan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Regulasi Retribusi Pemandian Sekarsari Disorong ke Dewan

Di sisi lain, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan dinas perhubungan sekaligus DPMPTSP dan Naker terkait analisis dampak lalu lintas (andalalin). Sebab, sistem kunjungan ke Pemandian Sekarsari akan dilakukan secara drop off. Khususnya bagi wisatawan yang mengendari roda empat akan diarahkan untuk parkir di Gedung Gajah Mada. ’’Sekarang masih dikaji. Jadi, kita belum tahu pasti kapan Sekarsari mulai siap untuk dibuka,’’ pungkasnya. (ram/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/