alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Jaring Calon Penghuni Baru Rusunawa

Warga yang Mengundurkan Diri Terus Bertambah

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto membuka penjaringan calon penghuni baru di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde. Karena, jumlah kepala keluarga (KK) yang mengundurkan diri kembali bertambah.

Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DPUPRPRKP Kota Mojokerto Evi Anggraeni mengungkapkan, pihaknya berencana membuka pendaftaran baru bagi warga yang berminat tinggal di Rusunawa Cinde. Mengingat, dari 54 hunian di gedung tower empat lantai itu, masih banyak yang kosong. Lantaran calon penghuni banyak yang mengundurkan diri. ”Mungkin akan kami lakukan pendataan ulang penghuni baru di 18 kelurahan,” terangnya.

Langkah itu menyusul dari hasil verifikasi ulang terhadap calon penghuni. Sebab, dari 54 calon penghuni, baru 14 KK yang bersedia tetap tinggal di rusunawa. Menurutnya, banyaknya warga yang mundur sebagai calon penghuni diketahui berdasarkan dari laporan kelurahan.

Baca Juga :  Gempa Bumi Datang, Berlindung di Bawah Tas Sekolah

Di antaranya di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari yang melaporkan 4 calon penghuni tidak bersedia mengisi hunian setara rumah tipe 36 di Jalan Cinde Baru VIII, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon itu. Penyebabnya, tiga di antaranya dipastikan mengundurkan diri, sedangkan seorang lainnya tidak ditemukan di alamatnya.

Evi menyebut, kondisi serupa juga dialami di kalurahan-kelurahan asal calon penghuni rusunawa lainnya. Meskipun, hingga kemarin, laporan belum disampaikan secara tertulis ke DPUPRPRKP. ”Info secara lisan, hampir sama mayoritas (mengundurkan diri),” tandasnya.

Untuk memastikan, pihaknya masih meminta laporan resmi dari masing-masing kelurahan. Data tersebut, kata dia, akan dijadikan sebagai dasar untuk membuka penjaringan calon penghuni baru di Rusunawa Cinde. ”Rata-rata sudah pindah luar kota dan ada yang sudah punya rumah. Mungkin karena menunggunya terlalu lama. Dua tahun,” tandasnya.

Baca Juga :  Pelajar Dirazia, Kepergok Simpan Ratusan Video Berkonten Pornografi

Di sisi lain, dari 15 KK yang sebelumnya masuk dalam daftar tunggu calon penghuni juga dinilai tidak memenuhi kriteria. Sebab, rata-rata memiliki anggota keluarga lebih dari batas minimal. ”Tapi kami perlu kroscek lagi, barangkali sudah pecah KK. Karena maksimal 4 anggota sesuai dengan kapasitas hunian,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Rusunawa Cinde selama dua tahun telah dimanfaatkan Pemkot Mojokerto sebagai gedung isolasi terpadu (isoter) Covid-19. Namun, akhir 2021 lalu, tower yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) itu sudah tak lagi difungsikan sebagai karantina.

Sehingga, mulai tahun ini kembali digulirkan pendataan ulang terhadap 54 calon penghuni yang sebelumnya telah ditetapkan berhak menghuni di Rusunawa Cinde. ”Karena ini bantuan dari pemerintah pusat, sehingga kami prioritaskan untuk segera dihuni,” pungkasnya. (ram/ron)

Warga yang Mengundurkan Diri Terus Bertambah

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto membuka penjaringan calon penghuni baru di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde. Karena, jumlah kepala keluarga (KK) yang mengundurkan diri kembali bertambah.

Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DPUPRPRKP Kota Mojokerto Evi Anggraeni mengungkapkan, pihaknya berencana membuka pendaftaran baru bagi warga yang berminat tinggal di Rusunawa Cinde. Mengingat, dari 54 hunian di gedung tower empat lantai itu, masih banyak yang kosong. Lantaran calon penghuni banyak yang mengundurkan diri. ”Mungkin akan kami lakukan pendataan ulang penghuni baru di 18 kelurahan,” terangnya.

Langkah itu menyusul dari hasil verifikasi ulang terhadap calon penghuni. Sebab, dari 54 calon penghuni, baru 14 KK yang bersedia tetap tinggal di rusunawa. Menurutnya, banyaknya warga yang mundur sebagai calon penghuni diketahui berdasarkan dari laporan kelurahan.

Baca Juga :  Pelajar Dirazia, Kepergok Simpan Ratusan Video Berkonten Pornografi

Di antaranya di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari yang melaporkan 4 calon penghuni tidak bersedia mengisi hunian setara rumah tipe 36 di Jalan Cinde Baru VIII, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon itu. Penyebabnya, tiga di antaranya dipastikan mengundurkan diri, sedangkan seorang lainnya tidak ditemukan di alamatnya.

Evi menyebut, kondisi serupa juga dialami di kalurahan-kelurahan asal calon penghuni rusunawa lainnya. Meskipun, hingga kemarin, laporan belum disampaikan secara tertulis ke DPUPRPRKP. ”Info secara lisan, hampir sama mayoritas (mengundurkan diri),” tandasnya.

- Advertisement -

Untuk memastikan, pihaknya masih meminta laporan resmi dari masing-masing kelurahan. Data tersebut, kata dia, akan dijadikan sebagai dasar untuk membuka penjaringan calon penghuni baru di Rusunawa Cinde. ”Rata-rata sudah pindah luar kota dan ada yang sudah punya rumah. Mungkin karena menunggunya terlalu lama. Dua tahun,” tandasnya.

Baca Juga :  Uang Makan Tukang, Dibawa Kabur Mandor

Di sisi lain, dari 15 KK yang sebelumnya masuk dalam daftar tunggu calon penghuni juga dinilai tidak memenuhi kriteria. Sebab, rata-rata memiliki anggota keluarga lebih dari batas minimal. ”Tapi kami perlu kroscek lagi, barangkali sudah pecah KK. Karena maksimal 4 anggota sesuai dengan kapasitas hunian,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Rusunawa Cinde selama dua tahun telah dimanfaatkan Pemkot Mojokerto sebagai gedung isolasi terpadu (isoter) Covid-19. Namun, akhir 2021 lalu, tower yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) itu sudah tak lagi difungsikan sebagai karantina.

Sehingga, mulai tahun ini kembali digulirkan pendataan ulang terhadap 54 calon penghuni yang sebelumnya telah ditetapkan berhak menghuni di Rusunawa Cinde. ”Karena ini bantuan dari pemerintah pusat, sehingga kami prioritaskan untuk segera dihuni,” pungkasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Generasi Muda Kunci Pembangun Bangsa

Kisah Hantu dan Pemburunya

Artikel Terbaru


/