alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

PHK Mulai Menghantui Karyawan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan pekerja dan pelaku usaha di Kota Mojokerto merasakan dampak langsung akibat wabah Covid-19. Selain mengalami penurunan pemasukan, sejumlah pekerja juga dirumahkan. Masyarakat dari kalangan buruh dan pelaku usaha mikro itu pun masuk prioritas untuk mengikuti program pra-kerja.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kota Mojokerto Hariyanto, mengatakan, baik pekerja maupun pelaku usaha mikro yang terdampak langsung Covid-19 mendapatkan kesempatan untuk mendaftarkan diri jadi peserta program Kartu Pra-Kerja.

Menurutnya, program pra-kerja tersebut diperuntukkan para pencari kerja yang memiliki usia minimal 18 tahun dan tidak sedang menempuh pendidikan. ’’Saya sudah membuat surat edaran kepada masing-masing lurah untuk menyampaikan kepada semua warga melalui RT/RW biar dimanfaatkan,’’ terangnya, kemarin.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini, program dari pemerintah pusat ini juga diprioritaskan bagi buruh maupun pelaku usaha yang terdampak langsung virus korona. Pendaftaran program pra-kerja dilakukan langsung secara online tanpa melalui Diskumnaker.

Meski demikian pihaknya juga menyiagakan posko  bagi calon pendaftar yang merasa kesulitan selama proses registrasi. ’’Jadi, selain masyarakat pencari kerja, bisa juga untuk buruh yang di-PHK atau karyawan yang dirumahkan karena korona ini,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Perusahaan Dinilai Lempar Tanggung Jawab

Hariyanto menyatakan, sejumlah warga telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program pra-kerja. Namun,pihaknya mengaku belum memiliki laporan data warga dari Kota Onde-Onde yang mendaftar program yang dibuka sejak Sabtu (11/4) hingga Kamis (16/4) nanti. Untuk bisa mendapatkan kartu berwarna biru-putih itu, para pendaftar harus bersaing melalui tahap seleksi. ’’Dapat atau tidaknya, itu kan melalui seleksi. Yang menyeleksi pusat, nanti baru muncul untuk kota dapat berapa,’’ paparnya.

Pengumuman peserta yang masuk dalam program kartu pra-kerja akan diumumkan pada Jumat (17/4) nanti. Pada tahap awal ini, pemerintah pusat hanya membuka jatah sejumlah 164 ribu peserta. Setiap pendaftar yang lolos seleksi akan mendapatkan dana dari pemerintah dengan total berkisar Rp 3,5 juta.

Suntikan dana itu nantinya dimanfaatkan untuk biaya pelatihan hingga membeli kebutuhan bahan pokok. ’’Setelah dapat kartu. Mereka (pendaftar yang lolos) juga dapat pelatihan, terus mendapatkan insentif,’’ ulasnya.

Pejabat yang kini menduduki Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Mojokerto ini, menyebutkan, di Kota Mojokerto belum ada karyawan yang terdampak PHK akibat pandemi Covid-19. Hanya saja, terdapat 600-650 buruh yang dirumahkan sementara.

Para pekerja itu adalah dari pabrik produksi sepatu PT Inti Dragon Suryatama. Sejak sepekan ini, karyawan bagian produksi dirumahkan. Mantan Kepala Dispendik Kota Mojokerto ini, menyebutkan, jika ratusan karyawan hanya diliburkan sementara selama kurang lebih dua minggu.

Baca Juga :  Kuota BLT Ditambah 10.500 Penerima, Warga Tak Tercover Meningkat

Mengingat, para pekerja tersebut bekerja dengan sistem borongan. Sehingga, ketika pekerjaan selesai, maka buruh dirumahkan sementara. ’’Nanti kalau borongannya ada lagi, mereka kerja lagi. Mereka juga masih dapat bayaran, tapi upahnya sesuai kesepakatan,’’ tandasnya.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga berimbas langsung terhadap sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Pemkot mencatat, sejauh ini  ada sekitar 339 unit bidang industri non-agro di Kota Onde-Onde yang terdampak akibat wabah virus korona.

Akibatnya, dari 145 IKM dan 184 UKM ini mengalami penurunan omzet sebanyak 50 persen. Bahkan beberapa di antaranya terancam gulung tikar karena proses produksi berhenti total. Kemerosotan penghasilan itu disebabkan karena adanya imbauan physical distancing oleh pemerintah maupun di negara-negara terjangkit virus korona.

Sehingga, proses pengiriman bahan baku maupun distribusi hasil produksi menjadi tersendat. Hariyanto menambahkan, para pelaku usaha yang terdampak tersebut juga masuk dalam salah satu prioritas untuk mendaftar program kartu pra-kerja.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan pekerja dan pelaku usaha di Kota Mojokerto merasakan dampak langsung akibat wabah Covid-19. Selain mengalami penurunan pemasukan, sejumlah pekerja juga dirumahkan. Masyarakat dari kalangan buruh dan pelaku usaha mikro itu pun masuk prioritas untuk mengikuti program pra-kerja.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kota Mojokerto Hariyanto, mengatakan, baik pekerja maupun pelaku usaha mikro yang terdampak langsung Covid-19 mendapatkan kesempatan untuk mendaftarkan diri jadi peserta program Kartu Pra-Kerja.

Menurutnya, program pra-kerja tersebut diperuntukkan para pencari kerja yang memiliki usia minimal 18 tahun dan tidak sedang menempuh pendidikan. ’’Saya sudah membuat surat edaran kepada masing-masing lurah untuk menyampaikan kepada semua warga melalui RT/RW biar dimanfaatkan,’’ terangnya, kemarin.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini, program dari pemerintah pusat ini juga diprioritaskan bagi buruh maupun pelaku usaha yang terdampak langsung virus korona. Pendaftaran program pra-kerja dilakukan langsung secara online tanpa melalui Diskumnaker.

Meski demikian pihaknya juga menyiagakan posko  bagi calon pendaftar yang merasa kesulitan selama proses registrasi. ’’Jadi, selain masyarakat pencari kerja, bisa juga untuk buruh yang di-PHK atau karyawan yang dirumahkan karena korona ini,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Pastikan Warga Sehat dan Cukup Logistik

Hariyanto menyatakan, sejumlah warga telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program pra-kerja. Namun,pihaknya mengaku belum memiliki laporan data warga dari Kota Onde-Onde yang mendaftar program yang dibuka sejak Sabtu (11/4) hingga Kamis (16/4) nanti. Untuk bisa mendapatkan kartu berwarna biru-putih itu, para pendaftar harus bersaing melalui tahap seleksi. ’’Dapat atau tidaknya, itu kan melalui seleksi. Yang menyeleksi pusat, nanti baru muncul untuk kota dapat berapa,’’ paparnya.

- Advertisement -

Pengumuman peserta yang masuk dalam program kartu pra-kerja akan diumumkan pada Jumat (17/4) nanti. Pada tahap awal ini, pemerintah pusat hanya membuka jatah sejumlah 164 ribu peserta. Setiap pendaftar yang lolos seleksi akan mendapatkan dana dari pemerintah dengan total berkisar Rp 3,5 juta.

Suntikan dana itu nantinya dimanfaatkan untuk biaya pelatihan hingga membeli kebutuhan bahan pokok. ’’Setelah dapat kartu. Mereka (pendaftar yang lolos) juga dapat pelatihan, terus mendapatkan insentif,’’ ulasnya.

Pejabat yang kini menduduki Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Mojokerto ini, menyebutkan, di Kota Mojokerto belum ada karyawan yang terdampak PHK akibat pandemi Covid-19. Hanya saja, terdapat 600-650 buruh yang dirumahkan sementara.

Para pekerja itu adalah dari pabrik produksi sepatu PT Inti Dragon Suryatama. Sejak sepekan ini, karyawan bagian produksi dirumahkan. Mantan Kepala Dispendik Kota Mojokerto ini, menyebutkan, jika ratusan karyawan hanya diliburkan sementara selama kurang lebih dua minggu.

Baca Juga :  Ikbar Buru Rekom PKB-Golkar

Mengingat, para pekerja tersebut bekerja dengan sistem borongan. Sehingga, ketika pekerjaan selesai, maka buruh dirumahkan sementara. ’’Nanti kalau borongannya ada lagi, mereka kerja lagi. Mereka juga masih dapat bayaran, tapi upahnya sesuai kesepakatan,’’ tandasnya.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga berimbas langsung terhadap sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Pemkot mencatat, sejauh ini  ada sekitar 339 unit bidang industri non-agro di Kota Onde-Onde yang terdampak akibat wabah virus korona.

Akibatnya, dari 145 IKM dan 184 UKM ini mengalami penurunan omzet sebanyak 50 persen. Bahkan beberapa di antaranya terancam gulung tikar karena proses produksi berhenti total. Kemerosotan penghasilan itu disebabkan karena adanya imbauan physical distancing oleh pemerintah maupun di negara-negara terjangkit virus korona.

Sehingga, proses pengiriman bahan baku maupun distribusi hasil produksi menjadi tersendat. Hariyanto menambahkan, para pelaku usaha yang terdampak tersebut juga masuk dalam salah satu prioritas untuk mendaftar program kartu pra-kerja.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/