alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Bejat! Suami Tikam Istri dengan Pisau

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pertikaian rumah tangga berujung penikaman terjadi di Jalan Raya Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/4). Lilis Setyowati, 40, warga Dusun Sengon, Desa Sambilawang, Kecamatan Puri,  Kabupaten Mojokerto, mengalami luka tikaman benda sajam.

Ibu rumah tangga itu harus dirawat intensif sekaligus menjalani operasi di Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah Mojokerro, setelah menjadi korban penikaman diduga dilakukan suaminya sendiri, Yaudik, 34, warga Randegan, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menggunakan pisau dapur.

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini terjadi sekitar pukul 06.00. Saat itu, korban tengah mengendarai sepeda motor tiba-tiba dihentikan pelaku tidak jauh dari bekas pabrik karet di Desa Medali. Keduanya pun langsung terlibat percekcokan. ”Saat di lokasi, korban mengaku pada pelaku, jika dirinya sudah tak sayang padanya. Untuk itu, korban mangajak menjalin persaudaraan saja,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Primayoga.

Baca Juga :  Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS Dapat BSU Rp 1,8 Juta

Mendengar jawaban korban, pelaku seketika tersinggung dan emosional. Dia yang sudah gelap mata lantas mengeluarkan pisau dapur dari balik bajunya.Pisau itu diduga disiapkan pelaku dengan niatan untuk melukai korban.

Pisau yang sudah di genggaman langsung ditusukkan pada tubuh korban berulang kali. Penikaman itu membuat korban mengalami luka serius. Di samping itu, pelaku juga memukuli korban. Pukulan dengan tangan kosong itu mengenai hidung dan wajah kanan hingga mengalami luka-luka.

”Akibat tusukan pelaku menggunakan pisau, tangan sebelah kiri, kanan, dan punggung korban mengalami luka parah hingga harus dilakukan operasi. Lukanya cukup dalam,” papar Dewa.

Aksi pelaku dipergoki warga sekitar dan pengguna jalan yang melinttas. Untuk pertolongan, warga membawa korban yang sudah terkapar sembari menahan luka ke RSI Sakinah Mojokerto di Jalan R.A. Basuni, Sooko. Sedangkan warga lainnya memilih melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Puri.

Dari lokasi, petugas berhasil mengamankan sebilah pisau dapur yang terdapat bercak darah, serta pakaian korban yang berlumuran darah. ”Untuk pelaku masih kita lakukan pengejaran. Dia berhasil melarikan diri setelah melihat kedatangan warga di TKP (tempat kejadian perkara (TKP),” tegasnya.

Baca Juga :  Seribu Pemuda Bangun Entrepreneur di Jambore Kebangsaan

Sejauh ini, penyidik masih mendalami motif di balik pertikaian rumah tangga yang berujung penikaman tersebut. ”Masih kita dalami. Apa memang ada dugaan percobaan pembunuhan atau seperti apa jelasnya. Karena jika dilihat sepintas, pisau juga sudah disiapkan pelaku dari rumah,” jelasnya. Hingga tadi malam, korban masih dirawat di RSI Sakinah.

Sementara itu, Manajer Pelayanan Medis RSI Sakinah dr Roisul Umam, mengatakan, luka yang diderita korban memang cukup parah akibat penganiyaan tersebut. ”Ada beberapa luka, tapi ditangani di IGD untuk operasi. Satu di jari kirinya yang lukanya cukup dalam. Tidak bisa dilakukan di ruang IGD, harus dilakukan di ruang operasi,” ungkap Umam. 

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pertikaian rumah tangga berujung penikaman terjadi di Jalan Raya Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/4). Lilis Setyowati, 40, warga Dusun Sengon, Desa Sambilawang, Kecamatan Puri,  Kabupaten Mojokerto, mengalami luka tikaman benda sajam.

Ibu rumah tangga itu harus dirawat intensif sekaligus menjalani operasi di Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah Mojokerro, setelah menjadi korban penikaman diduga dilakukan suaminya sendiri, Yaudik, 34, warga Randegan, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menggunakan pisau dapur.

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini terjadi sekitar pukul 06.00. Saat itu, korban tengah mengendarai sepeda motor tiba-tiba dihentikan pelaku tidak jauh dari bekas pabrik karet di Desa Medali. Keduanya pun langsung terlibat percekcokan. ”Saat di lokasi, korban mengaku pada pelaku, jika dirinya sudah tak sayang padanya. Untuk itu, korban mangajak menjalin persaudaraan saja,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Primayoga.

Baca Juga :  Hashtag Kulo Mboten Tego Mendadak Viral

Mendengar jawaban korban, pelaku seketika tersinggung dan emosional. Dia yang sudah gelap mata lantas mengeluarkan pisau dapur dari balik bajunya.Pisau itu diduga disiapkan pelaku dengan niatan untuk melukai korban.

Pisau yang sudah di genggaman langsung ditusukkan pada tubuh korban berulang kali. Penikaman itu membuat korban mengalami luka serius. Di samping itu, pelaku juga memukuli korban. Pukulan dengan tangan kosong itu mengenai hidung dan wajah kanan hingga mengalami luka-luka.

”Akibat tusukan pelaku menggunakan pisau, tangan sebelah kiri, kanan, dan punggung korban mengalami luka parah hingga harus dilakukan operasi. Lukanya cukup dalam,” papar Dewa.

- Advertisement -

Aksi pelaku dipergoki warga sekitar dan pengguna jalan yang melinttas. Untuk pertolongan, warga membawa korban yang sudah terkapar sembari menahan luka ke RSI Sakinah Mojokerto di Jalan R.A. Basuni, Sooko. Sedangkan warga lainnya memilih melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Puri.

Dari lokasi, petugas berhasil mengamankan sebilah pisau dapur yang terdapat bercak darah, serta pakaian korban yang berlumuran darah. ”Untuk pelaku masih kita lakukan pengejaran. Dia berhasil melarikan diri setelah melihat kedatangan warga di TKP (tempat kejadian perkara (TKP),” tegasnya.

Baca Juga :  Datangi Wilayah Kekeringan, Dandim Berharap Ada Solusi

Sejauh ini, penyidik masih mendalami motif di balik pertikaian rumah tangga yang berujung penikaman tersebut. ”Masih kita dalami. Apa memang ada dugaan percobaan pembunuhan atau seperti apa jelasnya. Karena jika dilihat sepintas, pisau juga sudah disiapkan pelaku dari rumah,” jelasnya. Hingga tadi malam, korban masih dirawat di RSI Sakinah.

Sementara itu, Manajer Pelayanan Medis RSI Sakinah dr Roisul Umam, mengatakan, luka yang diderita korban memang cukup parah akibat penganiyaan tersebut. ”Ada beberapa luka, tapi ditangani di IGD untuk operasi. Satu di jari kirinya yang lukanya cukup dalam. Tidak bisa dilakukan di ruang IGD, harus dilakukan di ruang operasi,” ungkap Umam. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/