alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Cuaca Ekstrem, Kunjungan Wisata Menurun

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata stagnan. Kunjungan sejumlah objek wisata terus mengalami penurunan. Bahkan, terjadi sampai 50 persen.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo, mengatakan, menurunnya wisatawan di tengah musim hujan bukan menjadi hal baru. Terjadi setiap musim hujan dan cuaca ekstrem. Bahkan tidak hanya di Mojokerto. Namun, juga di daerah lain. ’’Penuruan memang sudah menjadi siklus tiap tahun,’’ ungkapnya.

Kawasan wisata di Kecamatan Trawas dan Pacet misalnya. Seringnya terjadi banjir dan longsor menjadi pemicu utama masyarakat harus berpikir dua kali saat hendak berwisata. Apalagi, hujan deras dan lama sering terjadi di kawasan wisata yang ada di lereng pegunungan itu. ’’Tapi tetap ada pengunjung. Penurunannya sampai 50 persen,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Hanya Bisa Nyanyikan Lagu "Ora Iso Mulih"

Amat memprediksi, penuruanan ini akan berlangsung hingga April mendatang. Di tambah lagi, April dan Mei juga masuk Ramadan. Situasi ini tentu membuat PAD sektor wisata terganggu. Kendati begitu, bukan berarti pemda diam. Untuk menutupi PAD, disparpora akan menggenjot PAD di waktu libur Lebaran dan sekolah. Termasuk, di bulan Desember nanti yang menjadi puncak pergantian tahun.

Di momen-momen itu diprediksi akan mampu menutup PAD yang ditargetkan sampai Rp 14,5 miliar tahun ini. ’’Untuk saat ini, PAD sudah 20 persen. 80 persen lainnya, akan kita genjot di liburan Lebaran, sekolah, dan Desember nanti,’’ paparnya.

Di momen itu, diparpora akan terus melakukan promosi. Sekaligus kegiatan yang bisa menjadi magnet masyarakat berkunjung. Utamanya, di tiga wisata yang sampai sekarang masih menjadi primadona. Di antaranya, Wanawisata Padusan, kolam dan air panas, serta Ubalan. Tiga destinasi ini disebutnya memang banyak pilihan wahana.

Baca Juga :  Objek Wisata Belum Layak Operasi

Di wisata Ubalan misalnya. Masyarakat akan dimanjakan sejumlah wahana permainan anak. ’’Di air panas juga menjadi favorit masyarakat. Karena bisa berendam. Apalagi, air panas ini diyakini bisa menjadi tempat terapi alami sejumlah penyakit,’’ pungkasnya.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata stagnan. Kunjungan sejumlah objek wisata terus mengalami penurunan. Bahkan, terjadi sampai 50 persen.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo, mengatakan, menurunnya wisatawan di tengah musim hujan bukan menjadi hal baru. Terjadi setiap musim hujan dan cuaca ekstrem. Bahkan tidak hanya di Mojokerto. Namun, juga di daerah lain. ’’Penuruan memang sudah menjadi siklus tiap tahun,’’ ungkapnya.

Kawasan wisata di Kecamatan Trawas dan Pacet misalnya. Seringnya terjadi banjir dan longsor menjadi pemicu utama masyarakat harus berpikir dua kali saat hendak berwisata. Apalagi, hujan deras dan lama sering terjadi di kawasan wisata yang ada di lereng pegunungan itu. ’’Tapi tetap ada pengunjung. Penurunannya sampai 50 persen,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Gejolak Berhasil Diredam Kodam Brawijaya

Amat memprediksi, penuruanan ini akan berlangsung hingga April mendatang. Di tambah lagi, April dan Mei juga masuk Ramadan. Situasi ini tentu membuat PAD sektor wisata terganggu. Kendati begitu, bukan berarti pemda diam. Untuk menutupi PAD, disparpora akan menggenjot PAD di waktu libur Lebaran dan sekolah. Termasuk, di bulan Desember nanti yang menjadi puncak pergantian tahun.

Di momen-momen itu diprediksi akan mampu menutup PAD yang ditargetkan sampai Rp 14,5 miliar tahun ini. ’’Untuk saat ini, PAD sudah 20 persen. 80 persen lainnya, akan kita genjot di liburan Lebaran, sekolah, dan Desember nanti,’’ paparnya.

Di momen itu, diparpora akan terus melakukan promosi. Sekaligus kegiatan yang bisa menjadi magnet masyarakat berkunjung. Utamanya, di tiga wisata yang sampai sekarang masih menjadi primadona. Di antaranya, Wanawisata Padusan, kolam dan air panas, serta Ubalan. Tiga destinasi ini disebutnya memang banyak pilihan wahana.

Baca Juga :  DDB Terus Mengganas, Belum Dua Bulan, 73 Warga Terserang
- Advertisement -

Di wisata Ubalan misalnya. Masyarakat akan dimanjakan sejumlah wahana permainan anak. ’’Di air panas juga menjadi favorit masyarakat. Karena bisa berendam. Apalagi, air panas ini diyakini bisa menjadi tempat terapi alami sejumlah penyakit,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/