alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Dijenguk Anggota Dewan, Meta Bilang Ingin Cantik Lagi

MOJOKERTO – Paras Miftah Romadloni, warga Jalan Nangka, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, setelah menjalani penanganan intensif di rumah sakit tampak lebih cerah.

Kalangan dewan menyebutkan gadis 21 tahun tersebut membutuhkan perhatian khusus dari banyak pihak. Rabu (13/2) Meta panggilan Miftah Romadloni mendapat kunjungan dari anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Rindahwati.

Pihaknya mengaku prihatin atas kondisi Meta setelah mengunjungi ke tempat tinggalnya di Jetis, dua hari lalu. Rindahwati menceritakan, awal pekan lalu mendapat informasi adanya salah satu warga yang kondisi kesehatannya cukup buruk. ’’Setelah kami cek di lokasi, kondisinya memprihatinkan. Untuk itu, kami minta instansi terkait menangani serius,’’ ungkapnya.

Beruntung, Selasa (12/2) lalu, Meta dirujuk ke RS Islam Sakinah untuk mendapatkan penanganan intensif. ’’Hari ini (kemarin) Miftah sudah kelihatan lebih cenger (segar) dan tadi sempat berbincang lancar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  ODP di Kelurahan Wates Jadi 42

Penanganan intensif kepada Meta, sangat diperlukan. Lantaran, gadis 21 tahun itu pada dasarnya memiliki keinginan agar kesehatannya lebih baik lagi. ’’Dia normal kok. Saya tanya apa tidak ingin cantik lagi. Dia bilang ingin sekali. Miftah itu sebenarnya butuh sentuhan kasih sayang. Butuh perhatian khusus,’’ terang dia.

Sekarang ini, penanganan medis Meta sudah ditanggung plafon BPJS. Sehingga, tak terlalu menjadi beban pihak keluarga. Namun, tetap butuh bantuan seperti kebutuhan alat penyangga menyusul ada diagnose skoliosis.

’’Hanya saja memang butuh perhatian khusus melihat kondisi latar belakang keluarganya. Apalagi ibu sambungannya baru saja operasi dan punya anak kecil,’’ beber Rindahwati.

Meski begitu, pihaknya menjelaskan, Meta masih ber-KTP Kota Mojokerto. Sudah dicoba pengurusan oleh pihak keluarga, namun menemui kendala. Meta dulu tinggal bersama nenek di Jalan Nangka Wates Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Pasien Mati di RS Emma Bukan Karena Covid-19

Lalu neneknya meninggal kemudian ikut ayahnya di Jetis. ’’Sudah diurus pindah KK, tapi terkendala di kecamatan. Karena akta nikah bapaknya sudah hilang,’’ tambah dia. Diketahui sebelumnya, nasib nahas menimpa Mifta Romadloni, 21, warga Jalan Nangka, Kelurahan Wates.

Bagaimana tidak, kondisi yang memprihatinkan ini menjadi bukti bahwa gadis ini tidak mendapat perhatian lebih baik dan layak. Baik dari keluarga maupun pemerintah. Bahkan, di usia yang masih muda, dia yang kini tinggal di Dusun/Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, bersama ayah dan ibu tirinya tersebut, terpaksa harus menjadi kembang bayang atau bunga di tempat tidur (sebutan orang yang tak bisa kemana-mana) karena penyakit yang diderita.

Selain, diduga mengalami ganguan jiwa atau depresi, Meta juga mengalami gizi buruk. Kini Meta pun hanya tinggal tulang berbalut kulit.  

MOJOKERTO – Paras Miftah Romadloni, warga Jalan Nangka, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, setelah menjalani penanganan intensif di rumah sakit tampak lebih cerah.

Kalangan dewan menyebutkan gadis 21 tahun tersebut membutuhkan perhatian khusus dari banyak pihak. Rabu (13/2) Meta panggilan Miftah Romadloni mendapat kunjungan dari anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Rindahwati.

Pihaknya mengaku prihatin atas kondisi Meta setelah mengunjungi ke tempat tinggalnya di Jetis, dua hari lalu. Rindahwati menceritakan, awal pekan lalu mendapat informasi adanya salah satu warga yang kondisi kesehatannya cukup buruk. ’’Setelah kami cek di lokasi, kondisinya memprihatinkan. Untuk itu, kami minta instansi terkait menangani serius,’’ ungkapnya.

Beruntung, Selasa (12/2) lalu, Meta dirujuk ke RS Islam Sakinah untuk mendapatkan penanganan intensif. ’’Hari ini (kemarin) Miftah sudah kelihatan lebih cenger (segar) dan tadi sempat berbincang lancar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Revitalisasi Alun-Alun, Tonjolkan Semangat Kebangkitan Majapahit

Penanganan intensif kepada Meta, sangat diperlukan. Lantaran, gadis 21 tahun itu pada dasarnya memiliki keinginan agar kesehatannya lebih baik lagi. ’’Dia normal kok. Saya tanya apa tidak ingin cantik lagi. Dia bilang ingin sekali. Miftah itu sebenarnya butuh sentuhan kasih sayang. Butuh perhatian khusus,’’ terang dia.

Sekarang ini, penanganan medis Meta sudah ditanggung plafon BPJS. Sehingga, tak terlalu menjadi beban pihak keluarga. Namun, tetap butuh bantuan seperti kebutuhan alat penyangga menyusul ada diagnose skoliosis.

- Advertisement -

’’Hanya saja memang butuh perhatian khusus melihat kondisi latar belakang keluarganya. Apalagi ibu sambungannya baru saja operasi dan punya anak kecil,’’ beber Rindahwati.

Meski begitu, pihaknya menjelaskan, Meta masih ber-KTP Kota Mojokerto. Sudah dicoba pengurusan oleh pihak keluarga, namun menemui kendala. Meta dulu tinggal bersama nenek di Jalan Nangka Wates Kota Mojokerto.

Baca Juga :  ODP di Kelurahan Wates Jadi 42

Lalu neneknya meninggal kemudian ikut ayahnya di Jetis. ’’Sudah diurus pindah KK, tapi terkendala di kecamatan. Karena akta nikah bapaknya sudah hilang,’’ tambah dia. Diketahui sebelumnya, nasib nahas menimpa Mifta Romadloni, 21, warga Jalan Nangka, Kelurahan Wates.

Bagaimana tidak, kondisi yang memprihatinkan ini menjadi bukti bahwa gadis ini tidak mendapat perhatian lebih baik dan layak. Baik dari keluarga maupun pemerintah. Bahkan, di usia yang masih muda, dia yang kini tinggal di Dusun/Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, bersama ayah dan ibu tirinya tersebut, terpaksa harus menjadi kembang bayang atau bunga di tempat tidur (sebutan orang yang tak bisa kemana-mana) karena penyakit yang diderita.

Selain, diduga mengalami ganguan jiwa atau depresi, Meta juga mengalami gizi buruk. Kini Meta pun hanya tinggal tulang berbalut kulit.  

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/