alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Penerima Vaksin Booster Didata Ulang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto mendata ulang sasaran orang lanjut usia (lansia) yang akan mendapatkan vaksinasi lanjutan. Menyusul, bukti e-tiket vaksinasi dosis pertama dan kedua menjadi syarat sebelum mendapatkan suntikan dosis ketiga.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan di kota sebanyak 16.379 lansia menjadi sasaran prioritas vaksinasi lanjutan sesuai hasil sosialisasi Kemenkes. Namun, pihaknya belum bisa melaksanakan pemberian dosis ketiga itu lantaran, dari total tersebut belum semua lansia memiliki e-tiket vaksinasi dosis lengkap.

’’Sehingga, ini kita lakukan sweeping sekaligus pendataan ulang. Mana saja lansia yang sudah mendapatkan vaksin lengkap dan belum. Karena itu nanti berpengaruh dengan e-tiket yang menjadi syarat vaksinasi booster,’’ ulasnya, kemarin.

Baca Juga :  Pengabdian Prof Kusnandi Rusmil, Pahlawan Kesehatan Indonesia

Lily melanjutkan, setelah pendataan, otomatis penyuntikan dosis ketiga bakal segera dilakukan. Apalagi, kata dia, kota sudah menyiapkan vaksin khusus dosis ketiga. Yakni, jenis Astra Zeneca dengan total sebanyak 110 vial.

’’Itu bisa digunakan untuk 2.200 dosis. Kalau data sudah masuk dan aplikasi P-care sudah siap langsung kita laksanakan. Karena juknis juga sudah turun tadi malam (kemarin) yang diprioritaskan lansia dan kelompok rentan,” ulasnya.

Lily menuturkan pemberian vaksinasi lanjutan ini berbeda dengan dosis pertama dan kedua. Sebab, ukuran yang disuntikkan saat vaksin booster ini hanya 1,5 dosis saja dari vaksin primer. Selain itu, pemberian vaksin booster harus memiliki interval atau jeda minimal enam bulan dari dosis kedua.

Baca Juga :  Ratusan CJH Mundur

’’Dosisnya hanya setengah dari vaksin primer, karena efikasinya sama. Dan harapannya KIPI-nya dari vaksin ketiga ini bisa diminimalisir,’’ bebernya. Sedianya, pelaksanaan vaksinasi lanjutan hanya bisa dilakukan di faskes pemerintah. Seperti puskesmas dan rumah sakit umum daerah. (oce/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto mendata ulang sasaran orang lanjut usia (lansia) yang akan mendapatkan vaksinasi lanjutan. Menyusul, bukti e-tiket vaksinasi dosis pertama dan kedua menjadi syarat sebelum mendapatkan suntikan dosis ketiga.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan di kota sebanyak 16.379 lansia menjadi sasaran prioritas vaksinasi lanjutan sesuai hasil sosialisasi Kemenkes. Namun, pihaknya belum bisa melaksanakan pemberian dosis ketiga itu lantaran, dari total tersebut belum semua lansia memiliki e-tiket vaksinasi dosis lengkap.

’’Sehingga, ini kita lakukan sweeping sekaligus pendataan ulang. Mana saja lansia yang sudah mendapatkan vaksin lengkap dan belum. Karena itu nanti berpengaruh dengan e-tiket yang menjadi syarat vaksinasi booster,’’ ulasnya, kemarin.

Baca Juga :  Lebih Tenang di Jalan Tuhan

Lily melanjutkan, setelah pendataan, otomatis penyuntikan dosis ketiga bakal segera dilakukan. Apalagi, kata dia, kota sudah menyiapkan vaksin khusus dosis ketiga. Yakni, jenis Astra Zeneca dengan total sebanyak 110 vial.

’’Itu bisa digunakan untuk 2.200 dosis. Kalau data sudah masuk dan aplikasi P-care sudah siap langsung kita laksanakan. Karena juknis juga sudah turun tadi malam (kemarin) yang diprioritaskan lansia dan kelompok rentan,” ulasnya.

Lily menuturkan pemberian vaksinasi lanjutan ini berbeda dengan dosis pertama dan kedua. Sebab, ukuran yang disuntikkan saat vaksin booster ini hanya 1,5 dosis saja dari vaksin primer. Selain itu, pemberian vaksin booster harus memiliki interval atau jeda minimal enam bulan dari dosis kedua.

Baca Juga :  Mojokerto Diterpa Hujan Es
- Advertisement -

’’Dosisnya hanya setengah dari vaksin primer, karena efikasinya sama. Dan harapannya KIPI-nya dari vaksin ketiga ini bisa diminimalisir,’’ bebernya. Sedianya, pelaksanaan vaksinasi lanjutan hanya bisa dilakukan di faskes pemerintah. Seperti puskesmas dan rumah sakit umum daerah. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Polisi Bikin Sketsa Wajah Pelaku

Stok BBM di Kota Aman

Lahan Benpas Segera Dieksekusi

Artikel Terbaru


/