alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Batasi Anak Bermain Gadget

PERAN orang tua serbagai pengontrol perlu ditekankan. Seperti yang dilakukan Karin. Ia sengaha membatasi kedua anaknya ketika bermain game online. Bahkan, kedua anaknya hanya boleh memegang smartphone ketika hari Sabtu dan Minggu.

Itupun dibatasi hanya tiga jam dalam sehari. “Kalau bermain biasa sama teman-temannya aku bebaskan sebebas-bebasnya. Tapi, kalau game online memang aku batasi ketat,” ungkap ibu 32 tahun itu.Kedua anaknya, Azzahra, 4, dan Abrisam, 8, kini masih duduk di bangku PAUD dan kelas II sd.

Karin mengungkapkan, langkah tegas itu guna membiasakan anaknya lebih banyak bersosialisasi dengan teman sebayannya. Selain itu, ia takut kedua anaknya itu ketergantungan dengan smartphone.

Baca Juga :  Kader Terbaik, Cerdas, dan Rendah Hati

Keluarga yang tinggal di Perum Griya Japan Asri, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabuapten Mojokerto ini, memang sudah menerapkan peraturan tersebut supaya anak-anak mereka tidak kehilangan kepekaan sosial lantaran terlalu sibuk dengan diri sendiri karena bermain game.

Namun demikian, langkah itu merupakan kesepakatan bersama, sehingga anak-anaknya juga sudah memahami langkah yang diambil oleh kedua orang tuanya. Dan yang terpenting adalah menjaga agar permainan tradisional tak mudah game over akibat maraknya game online.  (adi)

 

 

PERAN orang tua serbagai pengontrol perlu ditekankan. Seperti yang dilakukan Karin. Ia sengaha membatasi kedua anaknya ketika bermain game online. Bahkan, kedua anaknya hanya boleh memegang smartphone ketika hari Sabtu dan Minggu.

Itupun dibatasi hanya tiga jam dalam sehari. “Kalau bermain biasa sama teman-temannya aku bebaskan sebebas-bebasnya. Tapi, kalau game online memang aku batasi ketat,” ungkap ibu 32 tahun itu.Kedua anaknya, Azzahra, 4, dan Abrisam, 8, kini masih duduk di bangku PAUD dan kelas II sd.

Karin mengungkapkan, langkah tegas itu guna membiasakan anaknya lebih banyak bersosialisasi dengan teman sebayannya. Selain itu, ia takut kedua anaknya itu ketergantungan dengan smartphone.

Baca Juga :  Pasca Jadi Bupati, Pung Balik Geluti Usaha dan Jadi Takmir

Keluarga yang tinggal di Perum Griya Japan Asri, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabuapten Mojokerto ini, memang sudah menerapkan peraturan tersebut supaya anak-anak mereka tidak kehilangan kepekaan sosial lantaran terlalu sibuk dengan diri sendiri karena bermain game.

Namun demikian, langkah itu merupakan kesepakatan bersama, sehingga anak-anaknya juga sudah memahami langkah yang diambil oleh kedua orang tuanya. Dan yang terpenting adalah menjaga agar permainan tradisional tak mudah game over akibat maraknya game online.  (adi)

 

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/