alexametrics
22.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ngaku Ajudan Ning Ita, Telepon Bank, Minta Ratusan Juta

MOJOKERTO – Tiga hari pasca dilantik, nama Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, dicatut seseorang untuk mengais keuntungan.

Rabu (12/12) pelaku yang mengaku sebagai ajudan wali kota itu, menghubungi sejumlah pucuk pimpinan bank dan meminta uang senilai ratusan juta rupiah.

Salah satu bank yang dibidik itu adalah Bank Jatim Cabang Mojokerto. Pelaku menghubungi nomor telepon dan mempertanyakan pemimpin Bank Jatim Agus Sastriono.

’’Ceritanya siang tadi (kemarin, Red). Saya sedang ada acara di luar kantor dan penelepon hanya menitip pesan,’’ ungkap pria yang akrab disapa Sas ini. Penelepon meminta agar pihak bank segera menghubungi ajudan Ning Ita.

Baca Juga :  Sedia Payung Sebelum Hujan, Sedialah Kartu JKN-KIS Sebelum Sakit

Karena, Ning Ita tengah membutuhkan sejumlah uang. ’’Akhirnya saya mengontak ajudan. Dan, tidak ada apa-apa. Tidak ada perintah apa pun,’’ papar dia.

Sas meyakini, penelepon sengaja memanfaatkan momen peralihan kepemimpinan di Kota Mojokerto ini untuk mendapat keuntungan pribadi. Dan perbankan menjadi salah satu bidikan karena menjadi perusahaan milik daerah.

Tak hanya Bank Jatim. Sejumlah pejabat di lingkungan Kota Mojokerto menceritakan, pelaku juga membidik BPR UMKM Bank Jatim. Bank yang berdiri di Jalan Majapahit ini juga mengalami peristiwa serupa.

Di bank ini, penelepon terang-terangan meminta uang hingga Rp 150 juta. Mengaku sebagai orang suruhan wali kota, pelaku dengan nada suara yang sama meminta agar segera menyediakan uang tersebut.

Baca Juga :  Wali Kota Ning Ita Sidak Mal Pelayanan Publik

’’Untungnya, belum ada yang mengeluarkan uang,’’ terang Kabag Humas Pemkot Mojokerto Khoirul Anwar, tadi malam. Ditegaskan Anwar, Wali Kota Mojokerto tak pernah memerintahkan siapa pun untuk menghubungi perbankan dan sejumlah pejabat untuk meminta sejumlah uang.

’’Sejak dilantik, beliau sangat sibuk dengan tugasnya. Saya mengimbau, jangan mudah percaya dengan penelepon gelap,’’ pungkas Anwar. Kasus penipuan dengan mencatut seorang kepala daerah, sebelumnya dialami Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, di pengujung tahun 2017 lalu.

Namanya dicatut seseorang yang menduplikasi akun media sosialnya lalu mengirim pesan ke sejumlah orang dan meminta sejumlah uang. Besarannya kisaran Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. 

 

MOJOKERTO – Tiga hari pasca dilantik, nama Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, dicatut seseorang untuk mengais keuntungan.

Rabu (12/12) pelaku yang mengaku sebagai ajudan wali kota itu, menghubungi sejumlah pucuk pimpinan bank dan meminta uang senilai ratusan juta rupiah.

Salah satu bank yang dibidik itu adalah Bank Jatim Cabang Mojokerto. Pelaku menghubungi nomor telepon dan mempertanyakan pemimpin Bank Jatim Agus Sastriono.

’’Ceritanya siang tadi (kemarin, Red). Saya sedang ada acara di luar kantor dan penelepon hanya menitip pesan,’’ ungkap pria yang akrab disapa Sas ini. Penelepon meminta agar pihak bank segera menghubungi ajudan Ning Ita.

Baca Juga :  Mojokerto Belum Butuh Rumah Sakit Darurat
- Advertisement -

Karena, Ning Ita tengah membutuhkan sejumlah uang. ’’Akhirnya saya mengontak ajudan. Dan, tidak ada apa-apa. Tidak ada perintah apa pun,’’ papar dia.

Sas meyakini, penelepon sengaja memanfaatkan momen peralihan kepemimpinan di Kota Mojokerto ini untuk mendapat keuntungan pribadi. Dan perbankan menjadi salah satu bidikan karena menjadi perusahaan milik daerah.

Tak hanya Bank Jatim. Sejumlah pejabat di lingkungan Kota Mojokerto menceritakan, pelaku juga membidik BPR UMKM Bank Jatim. Bank yang berdiri di Jalan Majapahit ini juga mengalami peristiwa serupa.

Di bank ini, penelepon terang-terangan meminta uang hingga Rp 150 juta. Mengaku sebagai orang suruhan wali kota, pelaku dengan nada suara yang sama meminta agar segera menyediakan uang tersebut.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Segel Rumah Kos Tak Berizin

’’Untungnya, belum ada yang mengeluarkan uang,’’ terang Kabag Humas Pemkot Mojokerto Khoirul Anwar, tadi malam. Ditegaskan Anwar, Wali Kota Mojokerto tak pernah memerintahkan siapa pun untuk menghubungi perbankan dan sejumlah pejabat untuk meminta sejumlah uang.

’’Sejak dilantik, beliau sangat sibuk dengan tugasnya. Saya mengimbau, jangan mudah percaya dengan penelepon gelap,’’ pungkas Anwar. Kasus penipuan dengan mencatut seorang kepala daerah, sebelumnya dialami Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, di pengujung tahun 2017 lalu.

Namanya dicatut seseorang yang menduplikasi akun media sosialnya lalu mengirim pesan ke sejumlah orang dan meminta sejumlah uang. Besarannya kisaran Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Pemkot-Warga Saling Klaim

Aku Sudah Tak Kuat

Artikel Terbaru


/