alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Tujuh Formasi Nakes Tak Terisi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 102 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Mojokerto tahun 2021 dipastikan kosong. Lowongnya kursi tersebut menyusul tidak terisinya 7 kursi dari formasi tenaga kesehatan (nakes). Khususnya di posisi jabatan dokter spesialis.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kota Mojokerto M. Imron mengungkapkan, hasil tes 1.878 peserta yang mengikuti tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) di Graha Bina Sehat PPNI Kabupaten Mojokerto 5-7 Oktober lalu, 1.626 dinyatakan tersisih lantaran tidak memenuhi passing grade. ’’Ada 252 peserta yang lolos tahap SKB (seleksi kompetensi bidang),’’ terangnya.

Imron menerangkan, di tahap SKD, nilai ambang batas ditetapkan berdasarkan tiga materi yang diujikan. Peserta dari formasi umum harus mendapat nilai paling rendah 65 pada tes wawasan kebangsaan (TWK). Selain itu, peserta juga harus mengantongi nilai serendah-rendahnya 80 pada tes intelegensia umum (TIU).

Sedangkan, tes karakteristik pribadi dipatok minimal 166. Namun, tidak sedikit peserta yang memenuhi passing grade tapi tetap dinyatakan gugur. Sebab, kata Imron, satu slot formasi jabatan hanya dijatah 3 peserta terbaik dari hasil perankingan.

Baca Juga :  Pemkot Belum Kantongi Hasil Integrasi Nilai

Dia menyebutkan, peserta yang lolos di tahap akhir seleksi itu harus kembali bersaing untuk merebut kursi CPNS di lingkungan Pemkot Mojokerto. Namun, Imron belum bisa memastikan kapan jadwal SKB akan digulirkan. Karena, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat. ’’Hingga hari ini (kemarin, red) masih belum ada kabar,’’ bebernya.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk) Kota Mojokerto ini menyatakan, hanya jadwal SKB bagi CPNS yang memilih titik lokasi tes di luar Jawa Timur (Jatim) yang sudah ditetapkan pada akhir pekan ini.

Berdasarkan pengumuman nomor 810/9930/417.603/2021 yang diterbitkan BKPSDM Kamis, (11/11), hanya terdapat 5 peserta CPNS Kota Mojokerto yang melaksanakan tes SKB di luar daerah. Masing-masing memilih titik lokasi di Kanreg I BKN Yogyakarta, Kanreg X Denpasar, UPT BKN Kendari, serta 2 peserta lainnya di BKN V DKI Jakarta. ’’Jadwal tesnya mulai Sabtu (15/11) dan Minggu (16/11),’’ urainya.

Sementara itu, Kabid Pengadaan, Pemberhentian, Mutasi dan Promosi BKPSDM Kota Mojokerto Achbraham Abadi Kusuma menambahkan, pelaksanaan tes SKB akan tetap digelar di Graha Bina Sehat PPNI, Jalan Raya Jabon, Kabupaten Mojokerto. Namun, pemilihan lokasi ujian berbasis computer assisted test (CAT) itu masih bersifat tentatif. ’’Kalau ada petunjuk atau perubahan dari pusat nanti kita menyesuaikan. Mungkin di bulan-bulan ini akan diumumkan jadwal pelaksanaannya karena masih digodok,’’ sambungnya.

Baca Juga :  Harga si Pedas di Kalangan Petani Anjlok

Dari total 252 peserta yang lolos ke tahap SKB akan bertarung untuk memperebutkan 95 kursi CPNS formasi tenaga teknis dan nakes. Sedangkan 7 formasi dipastikan lowong karena tidak ada pesertanya. ’’Rata-rata dari formasi dokter spesialis,’’ sebutnya.

Formasi yang tidak terisi tersebut meliputi 5 dokter spesialis dengan lokasi penempatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Di antaranya jabatan dokter spesialis bedah anak, dokter spesialis bedah mulut, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), serta dokter sub spesialis bedah onkologi.

Selain itu, formasi lowong lainnya juga berasal dari nakes. Masing-masing formasi dokter dengan wilayah penempatan di Puskesmas Gedongan dari kategori disabilitas dan jabatan asisten apoteker pada Instalasi Farmasi Kota Mojokerto dari formasi umum. (ram/ron)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 102 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Mojokerto tahun 2021 dipastikan kosong. Lowongnya kursi tersebut menyusul tidak terisinya 7 kursi dari formasi tenaga kesehatan (nakes). Khususnya di posisi jabatan dokter spesialis.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kota Mojokerto M. Imron mengungkapkan, hasil tes 1.878 peserta yang mengikuti tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) di Graha Bina Sehat PPNI Kabupaten Mojokerto 5-7 Oktober lalu, 1.626 dinyatakan tersisih lantaran tidak memenuhi passing grade. ’’Ada 252 peserta yang lolos tahap SKB (seleksi kompetensi bidang),’’ terangnya.

Imron menerangkan, di tahap SKD, nilai ambang batas ditetapkan berdasarkan tiga materi yang diujikan. Peserta dari formasi umum harus mendapat nilai paling rendah 65 pada tes wawasan kebangsaan (TWK). Selain itu, peserta juga harus mengantongi nilai serendah-rendahnya 80 pada tes intelegensia umum (TIU).

Sedangkan, tes karakteristik pribadi dipatok minimal 166. Namun, tidak sedikit peserta yang memenuhi passing grade tapi tetap dinyatakan gugur. Sebab, kata Imron, satu slot formasi jabatan hanya dijatah 3 peserta terbaik dari hasil perankingan.

Baca Juga :  660 Guru dan TU SMAN 1 Mojosari Ikuti Rapid Test

Dia menyebutkan, peserta yang lolos di tahap akhir seleksi itu harus kembali bersaing untuk merebut kursi CPNS di lingkungan Pemkot Mojokerto. Namun, Imron belum bisa memastikan kapan jadwal SKB akan digulirkan. Karena, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat. ’’Hingga hari ini (kemarin, red) masih belum ada kabar,’’ bebernya.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk) Kota Mojokerto ini menyatakan, hanya jadwal SKB bagi CPNS yang memilih titik lokasi tes di luar Jawa Timur (Jatim) yang sudah ditetapkan pada akhir pekan ini.

- Advertisement -

Berdasarkan pengumuman nomor 810/9930/417.603/2021 yang diterbitkan BKPSDM Kamis, (11/11), hanya terdapat 5 peserta CPNS Kota Mojokerto yang melaksanakan tes SKB di luar daerah. Masing-masing memilih titik lokasi di Kanreg I BKN Yogyakarta, Kanreg X Denpasar, UPT BKN Kendari, serta 2 peserta lainnya di BKN V DKI Jakarta. ’’Jadwal tesnya mulai Sabtu (15/11) dan Minggu (16/11),’’ urainya.

Sementara itu, Kabid Pengadaan, Pemberhentian, Mutasi dan Promosi BKPSDM Kota Mojokerto Achbraham Abadi Kusuma menambahkan, pelaksanaan tes SKB akan tetap digelar di Graha Bina Sehat PPNI, Jalan Raya Jabon, Kabupaten Mojokerto. Namun, pemilihan lokasi ujian berbasis computer assisted test (CAT) itu masih bersifat tentatif. ’’Kalau ada petunjuk atau perubahan dari pusat nanti kita menyesuaikan. Mungkin di bulan-bulan ini akan diumumkan jadwal pelaksanaannya karena masih digodok,’’ sambungnya.

Baca Juga :  Kasasi Patah di Tengah Jalan, Wabup Segera Naik Takhta

Dari total 252 peserta yang lolos ke tahap SKB akan bertarung untuk memperebutkan 95 kursi CPNS formasi tenaga teknis dan nakes. Sedangkan 7 formasi dipastikan lowong karena tidak ada pesertanya. ’’Rata-rata dari formasi dokter spesialis,’’ sebutnya.

Formasi yang tidak terisi tersebut meliputi 5 dokter spesialis dengan lokasi penempatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Di antaranya jabatan dokter spesialis bedah anak, dokter spesialis bedah mulut, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), serta dokter sub spesialis bedah onkologi.

Selain itu, formasi lowong lainnya juga berasal dari nakes. Masing-masing formasi dokter dengan wilayah penempatan di Puskesmas Gedongan dari kategori disabilitas dan jabatan asisten apoteker pada Instalasi Farmasi Kota Mojokerto dari formasi umum. (ram/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/