alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Nasib CJH Lansia Tunggu Regulasi

KEMENTERIAN AGAMA (Kemenag) Kabupaten Mojokerto masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait pemberangkatan ibadah haji ke tanah suci tahun 2021 nanti. Menyusul, calon haji di wilayah ini didominasi sudah berusia di atas 50 tahun.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali berharap kebijakan tersebut segera diterbitkan. Pasalnya, para calon haji yang tertunda berangkat pada 2020 terus mempertanyakan kepastian keberangkatannya tahun depan. Sejauh ini, pemerintah pusat masih mengkaji berbagai opsi supaya pelaksanaan ibadah haji tersebut tidak menimbulkan dampak terutama pada kesehatan.

Menurut Mukti Ali, di masa pandemi Covid-19 seperti ini, penyelenggaraan haji dan umrah bakal diberlakukan sangat ketat. ’’Mungkin akhir November atau awal Desember sudah ada kesepakatan perihal visi misi haji se-dunia. Soal berangkat mereka di 2021, mengingat pandemi belum berakhir,” tuturnya, Senin (9/11).

Baca Juga :  PJU Jalur Pacet–Cangar Tuntas Diperbaiki

Sementara itu, saat ini pemerintah pusat tengah mengatur syarat pemberangkatan umrah yang tertuang di KMA No 719 tahun 2020. Untuk jamaah umrah, syaratnya berusia 18-50 tahun. Regulasi ini berlaku sejak 1 November 2020. ’’Regulasi ini hanya untuk pelaksanaan umrah. Sedangkan untuk haji masih dalam pembahasan,’’ ujarnya

Dikatannya, saat ini Kemenag Kabupaten Mojokerto belum mengetahui apakah ketat pemberlakukan haji itu menyangkut pembatasan usia, kondisi kesehatan atau lainnya. ’’Misalnya JCH yang boleh berangkat 18-50 tahun, tentu banyak yang tidak boleh berangkat. Kamaah yang usia lansia tetap tenang saja tetap berdoa dan manasik mandiri di rumah,” pungkasnya. (bas)

 

KEMENTERIAN AGAMA (Kemenag) Kabupaten Mojokerto masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait pemberangkatan ibadah haji ke tanah suci tahun 2021 nanti. Menyusul, calon haji di wilayah ini didominasi sudah berusia di atas 50 tahun.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali berharap kebijakan tersebut segera diterbitkan. Pasalnya, para calon haji yang tertunda berangkat pada 2020 terus mempertanyakan kepastian keberangkatannya tahun depan. Sejauh ini, pemerintah pusat masih mengkaji berbagai opsi supaya pelaksanaan ibadah haji tersebut tidak menimbulkan dampak terutama pada kesehatan.

Menurut Mukti Ali, di masa pandemi Covid-19 seperti ini, penyelenggaraan haji dan umrah bakal diberlakukan sangat ketat. ’’Mungkin akhir November atau awal Desember sudah ada kesepakatan perihal visi misi haji se-dunia. Soal berangkat mereka di 2021, mengingat pandemi belum berakhir,” tuturnya, Senin (9/11).

Baca Juga :  Jelang Musim Haji, Kemenag Gelar Sosialisasi

Sementara itu, saat ini pemerintah pusat tengah mengatur syarat pemberangkatan umrah yang tertuang di KMA No 719 tahun 2020. Untuk jamaah umrah, syaratnya berusia 18-50 tahun. Regulasi ini berlaku sejak 1 November 2020. ’’Regulasi ini hanya untuk pelaksanaan umrah. Sedangkan untuk haji masih dalam pembahasan,’’ ujarnya

Dikatannya, saat ini Kemenag Kabupaten Mojokerto belum mengetahui apakah ketat pemberlakukan haji itu menyangkut pembatasan usia, kondisi kesehatan atau lainnya. ’’Misalnya JCH yang boleh berangkat 18-50 tahun, tentu banyak yang tidak boleh berangkat. Kamaah yang usia lansia tetap tenang saja tetap berdoa dan manasik mandiri di rumah,” pungkasnya. (bas)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/