alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Bio Farma Produksi Vaksin Merah Putih untuk Kesehatan Dunia

JAKARTA – Bio Farma sebagai perusahaan milik negara sudah terlibat dalam pengembangan vaksin sejak tahun 1988, untuk penyakit polio.

Perusahaan pelat merah ini juga tergabung dalam Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Pandemi (CEPI) dan kini terlibat dalam program COVAX Facility untuk merespons penanganan pandemi  Covid-19 di seluruh dunia.

Peran Bio Farma dalam memproduksi vaksin sudah terbukti lewat vaksin polio yang diekspor ke berbagai negara. Indonesia sendiri sudah dinyatakan bebas polio sejak tahun 2014 oleh World Health Organization (WHO).

”Bio Farma mengekspor hampir dua pertiga kebutuhan dunia terhadap vaksin OPV atau vaksin polio,” ungkap Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinik Bio Farma Dr Novilia Sjafri Bachtiar, dalam forum Webinar KPCPEN dengan tema ”Pengembangan Vaksin Merah Putih Melindungi Negeri”, Rabu (11/11).

Baca Juga :  Tes SKB Diboyong ke Surabaya

Berdasarkan pengalaman itu, upaya pengembangan vaksin Covid-19 yang dilakukan Bio Farma tidak diragukan lagi. Kini, selain bekerja sama dengan CEPI dan Sinovac, Bio Farma juga berkolaborasi dengan Lembaga Eijkman untuk memproduksi vaksin Merah Putih.

”Targetnya bukan hanya memproduksi vaksinnya saja. Tetapi, kita juga membangun kapasitas institusi-institusi di Indonesia untuk sanggup menghasilkan vaksin secara mandiri, tidak tergantung vaksin dari luar negeri,” ujar Dr Novilia.

Optimisme bahwa Bio Farma akan mampu memproduksi vaksin Covid-19 juga disampaikan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19 Kemenristek, Prof dr Ali Ghufron Mukti.

”Kita tidak kalah, tapi (mungkin) mulainya kita agak lambat sedikit. Tetapi, bukan berarti kita tidak kompetitif. Pasti bisa, kita optimistis,” katanya bersemangat. Dengan adanya vaksin Merah Putih diharapkan dapat jadi simbol kemandirian bangsa. (ki/rl)

Baca Juga :  Ning Ita Ajak ASN Berdonasi untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

 

 

 

JAKARTA – Bio Farma sebagai perusahaan milik negara sudah terlibat dalam pengembangan vaksin sejak tahun 1988, untuk penyakit polio.

Perusahaan pelat merah ini juga tergabung dalam Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Pandemi (CEPI) dan kini terlibat dalam program COVAX Facility untuk merespons penanganan pandemi  Covid-19 di seluruh dunia.

Peran Bio Farma dalam memproduksi vaksin sudah terbukti lewat vaksin polio yang diekspor ke berbagai negara. Indonesia sendiri sudah dinyatakan bebas polio sejak tahun 2014 oleh World Health Organization (WHO).

”Bio Farma mengekspor hampir dua pertiga kebutuhan dunia terhadap vaksin OPV atau vaksin polio,” ungkap Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinik Bio Farma Dr Novilia Sjafri Bachtiar, dalam forum Webinar KPCPEN dengan tema ”Pengembangan Vaksin Merah Putih Melindungi Negeri”, Rabu (11/11).

Baca Juga :  Tak Mudik, Takut Denda Rp 100 Juta

Berdasarkan pengalaman itu, upaya pengembangan vaksin Covid-19 yang dilakukan Bio Farma tidak diragukan lagi. Kini, selain bekerja sama dengan CEPI dan Sinovac, Bio Farma juga berkolaborasi dengan Lembaga Eijkman untuk memproduksi vaksin Merah Putih.

”Targetnya bukan hanya memproduksi vaksinnya saja. Tetapi, kita juga membangun kapasitas institusi-institusi di Indonesia untuk sanggup menghasilkan vaksin secara mandiri, tidak tergantung vaksin dari luar negeri,” ujar Dr Novilia.

- Advertisement -

Optimisme bahwa Bio Farma akan mampu memproduksi vaksin Covid-19 juga disampaikan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19 Kemenristek, Prof dr Ali Ghufron Mukti.

”Kita tidak kalah, tapi (mungkin) mulainya kita agak lambat sedikit. Tetapi, bukan berarti kita tidak kompetitif. Pasti bisa, kita optimistis,” katanya bersemangat. Dengan adanya vaksin Merah Putih diharapkan dapat jadi simbol kemandirian bangsa. (ki/rl)

Baca Juga :  Terpukul Pandemi, Jarang Terbang, Pilot Jajal Bisnis Online Shop

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/