Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Di Balik OTT Kasi Pidsus oleh Satgas 53

Satu Kasus Seharga Ratusan Juta

13 Oktober 2021, 18: 32: 14 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Satu Kasus Seharga Ratusan Juta

BUKA SUARA: Kejaksaan Kabupaten Mojokerto menanggapi kabar OTT Kasi Pidsus oleh Satgas 53 Kejagung (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kades Cinandang, Kecamatan Dawarblandong, Agus Siswahyudi, menjadi satu dari sederet ’’korban’’ Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Ivan Kusumayuda yang menjalani pemeriksaan di kantor Inspektorat, Jalan RA Basuni, Sooko, Senin (11/10).

Beredar kabar, ia telah mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah untuk menghilangkan kasus yang membelitnya. ’’Saya kaget karena secara mendadak mendapat panggilan via telepon untuk datang ke Inspektorat. Ternyata, ada kejadian itu dan saya tahu setelah di Inspektorat,’’ katanya, kemarin.

Agus tak membantah jika pemanggilan tersebut berhubungan dengan terjaringnya Kasi Pidsus oleh Satgas 53. Tak seorang diri, terdapat sejumlah pejabat lain di lingkungan pemkab yang turut hadir. Dia mengaku tak tahu menahu terkait pemanggilan para pejabat ini. ’’Saya (datang) pas bareng sama Kades Kemiri, Pacet. Tapi, kami tidak tahu materi pertanyaannya karena kami menghadap oleh tim Kejagung sendiri-sendiri,’’ jelas mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini.

Baca juga: Gelar PPKMB secara Online

Pemeriksaan yang dilakukan Satgas 53, lanjutnya, hanya berlangsung kurang dari 30 menit. Seluruh keterangan yang diminta penyidik disampaikan dalam pemeriksaan tersebut. Agus enggan menyebut materi pemeriksaan. Ia berkali-kali hanya bilang jika hanya sebatas konfirmasi. ’’Konfirmasi saja. Artinya data-data sudah lengkap ada di pemeriksaan. Tidak tahu dari mana data itu. Intinya hanya sebatas konfirmasi,’’ terangnya.

Ditanya konfirmasi yang diminta penyidik, Agus enggan menjawab. Apakah ada kaitannya dengan kasus penjualan tanah normalisasi waduk desa setempat yang pernah menyeret namanya, dia tetap tak bergeming. ’’Jenengan konfirmasi ke tim Satgas Kejaksaan saja. Ngapunten,’’ pungkas dia.

Seorang sumber menyebut, kasus penjualan tanah uruk waduk yang melibatkan Agus memang sempat membuatnya harus berurusan dengan sejumlah penegak hukum. Salah satunya Kejaksaan Negeri Mojokerto. Agus terlihat berulang-ulang keluar masuk kantor Kejari untuk menjalani pemeriksaan. ’’Dia sambat ke perangkat-perangkat keluar Rp 100 juta lebih untuk nutup (menutup kasus),’’ ujar sumber ini. (adi/ron)

(mj/ori/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia