Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Proyek Alun-Alun Kota Mojokerto

Ketua Dewan Kota Mojokerto Minta DLH Tegas, Segera Lakukan Evaluasi

Hanya Enam Pekerja, Belum Ada Mesin Hidrolik

13 Oktober 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Ketua Dewan Kota Mojokerto Minta DLH Tegas, Segera Lakukan Evaluasi

PROYEK IKON: Dua pekerja terlihat di area proyek Alun-Alun Kota Mojokerto, kemarin (12/10) (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA,Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah hampir sepekan menghilang, kemarin terlihat enam pekerja di lokasi proyek Alun-Alun Kota Mojokerto. Sedangkan, mesin hidrolik untuk memasang tiang pancang yang juga dijanjikan bakal didatangkan, hingga sore hari belum nampak.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto Selasa (12/10) siang, pekerja mulai melakukan aktivitas di lokasi proyek alun-alun. Itu pun belum menyentuh pekerjaan fisik pembangunan konstruksi tugu.

Kepala DLH Kota Mojokerto Bambang Mujiono menyatakan belum bisa memastikan jumlah pekerja maupun jenis pekerjaan di lokasi proyek alun-alun kemarin. Namun, sesuai hasil kesepakatan dengan CV Indra Prasta selaku pelaksana proyek, minggu ini memang dijanjikan mulai digulirkan kembali kelanjutan pekerjaan yang sempat ditinggal kabur pekerja (6/10) lalu. ’’Nanti akan kita cek. Karena alat katanya juga hari ini (kemarin) didatangkan,’’ terangnya, Selasa (12/10).

Baca juga: Cetak Wisudawan yang Berkiprah dan Berkarya di Wilayah Profesional

Tetapi, hingga sore kemarin, baik alat dan material proyek belum terlihat berada di lokasi Alun-Alun Kota Mojokerto. Sehingga, para pekerja hanya melakukan pekerjaan ringan di dekat pagar pembatas proyek.

Mantan Camat Magersari ini menyatakan akan kembali bertemu dengan pihak pelaksana hari ini. Selain memastikan rencana percepatan pekerjaan, rapat tersebut juga untuk mengetahui progres terakhir dari proyek dengan nilai kontak Rp 2,3 miliar tersebut. ’’Tiap seminggu sekali kita jadwalkan untuk mengetahui progresnya,’’ ulasnya.

Sementara itu, lambannya pekerjaan proyek Alun-Alun Kota Mojokerto juga menjadi atensi DPRD Kota Mojokerto. Lembaga legislatif mendesak DLH untuk lebih tegas untuk mengawal setiap tahap pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana.

Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto menyebutkan, sempat menghilangnya para pekerja proyek harus menjadi catatan bagi DLH agar kejadian serupa tidak terulang. ’’Apalagi pengalaman di tahun sebelumnya kan banyak proyek yang mangkrak. Hal ini jangan sampai terulang,’’ tandasnya.

Menurut Itok, sapaan akrabya, eksekutif sebenarnya bisa melakukan antisipasi dengan mempercepat masa lelang. Sehingga, jika ada permasalahan teknis bisa diselesaikan dengan waktu yang lebih panjang. ’’Jadi, kesalahan itu kan dari awal. Mulai proses tender sudah molor, kalau lebih awal kan waktunya bisa lebih panjang,’’ tegasnya.

Karena itu, politisi PDI-P ini menyatakan akan menginstruksikan Komisi II untuk segera melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan DLH. Apalagi, dengan sisa waktu tahun anggaran yang cukup mepet ini, tidak ada pilihan lain selain melakukan percepatan pekerjaan. ’’Komisi II akan saya perintahkan segera RDP sama DLH. Termasuk Dinas PUPR dan OPD-OPD yang memiliki (proyek) bangunan fisik, dalam bulan ini mereka harus memberi penjelasan sebagai bahan evaluasi,’’ pungkas Itok. (ram/abi)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia